Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pemetaan Awal Implementasi Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Labuhanbatu: Perspektif Manajemen SDM Rambe, Muhammad Taher; Ritonga, Rini Antika; Harahap, Taraweh; Sitio, Riana
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 4 No. 4 (2026): November - January
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v4i4.4580

Abstract

Program Makan Bergizi Gratis (MBG) merupakan kebijakan strategis pemerintah Indonesia yang bertujuan meningkatkan kualitas gizi, kesehatan, dan sumber daya manusia, khususnya peserta didik. Keberhasilan implementasi program ini sangat ditentukan oleh kesiapan dan pengelolaan sumber daya manusia (SDM) di tingkat daerah. Penelitian ini bertujuan memetakan secara awal implementasi Program MBG di Kabupaten Labuhanbatu dari perspektif manajemen SDM. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain deskriptif eksploratif. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi terbatas, dan studi dokumentasi terhadap aparatur pemerintah daerah, pengelola program, kepala sekolah, serta guru yang terlibat dalam pelaksanaan MBG. Analisis data dilakukan secara kualitatif dengan model analisis interaktif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi MBG di Kabupaten Labuhanbatu masih berada pada tahap awal dan bersifat transisional. Dari perspektif manajemen SDM, ditemukan sejumlah tantangan utama, antara lain keterbatasan jumlah dan kompetensi SDM pelaksana, belum jelasnya pembagian peran dan struktur kerja, lemahnya koordinasi lintas sektor, serta belum optimalnya sistem pengawasan dan evaluasi kinerja. Program MBG belum didukung oleh perencanaan kebutuhan SDM yang sistematis, pelatihan khusus yang berkelanjutan, serta mekanisme koordinasi dan evaluasi yang terstruktur. Penelitian ini menegaskan bahwa penguatan manajemen SDM merupakan faktor kunci dalam meningkatkan efektivitas implementasi Program MBG di tingkat daerah. Implikasi penelitian ini menekankan pentingnya perencanaan SDM, pengembangan kapasitas aparatur, penegasan peran antaraktor, serta penguatan tata kelola kolaboratif untuk menjamin keberlanjutan dan kualitas pelaksanaan MBG.
Akuntansi Keberlanjutan pada Implementasi Program Makan Bergizi Gratis: Perspektif Triple Bottom Line Sitio, Riana; Harahap, Taraweh; Ritonga, Rini Antika
JISOSEPOL: Jurnal Ilmu Sosial Ekonomi dan Politik Vol. 4 No. 2 (2026): JISOSEPOL : Jurnal Ilmu Sosial Ekonomi dan Politik, Edisi Juli-Desember 2026
Publisher : Samudra Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61787/m495cf80

Abstract

Program Makan Bergizi Gratis (MBG) merupakan salah satu kebijakan strategis pemerintah dalam meningkatkan kualitas gizi masyarakat sekaligus mendukung pembangunan berkelanjutan. Keberhasilan implementasi program tidak hanya ditentukan oleh aspek pemenuhan gizi, tetapi juga oleh kemampuan menciptakan manfaat ekonomi, sosial, dan lingkungan melalui praktik akuntansi keberlanjutan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi Program Makan Bergizi Gratis di Kabupaten Labuhan Batu berdasarkan perspektif Triple Bottom Line yang meliputi dimensi profit, people, dan planet, serta menganalisis penerapan praktik akuntansi keberlanjutan dalam mendukung transparansi, akuntabilitas, dan keberlanjutan program. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model interaktif Miles, Huberman, dan SaldaƱa melalui tahapan kondensasi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi MBG telah mencerminkan prinsip Triple Bottom Line melalui pemberdayaan UMKM dan pemasok lokal yang meningkatkan aktivitas ekonomi masyarakat (profit), peningkatan akses makanan bergizi, penguatan kapasitas sumber daya manusia, dan kolaborasi antar pemangku kepentingan (people), serta penerapan sanitasi, keamanan pangan, dan pemanfaatan pangan lokal (planet). Praktik akuntansi keberlanjutan telah diterapkan melalui penyediaan standar operasional prosedur, pembagian tugas, dokumentasi kegiatan, dan tata kelola administrasi yang mendukung transparansi serta akuntabilitas program. Namun demikian, sistem monitoring, evaluasi, dan pelaporan keberlanjutan masih memerlukan penguatan agar dampak ekonomi, sosial, dan lingkungan dapat diukur secara lebih komprehensif. Penelitian ini memberikan kontribusi terhadap pengembangan kajian akuntansi keberlanjutan pada sektor publik, khususnya dalam evaluasi implementasi Program Makan Bergizi Gratis.