Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

PENGARUH DEEP BACK MASSAGE TERHADAP INTENSITAS NYERI PERSALINAN KALA I Ismah Khaerunisa
Journal Of Midwifery And Nursing Studies Vol. 7 No. 1 (2025): Edisi Mei 2025
Publisher : Akademi Kebidanan Tahirah Al Baeti Bulukumba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57170/jmns.v7i1.168

Abstract

Abstrak Nyeri saat persalinan merupakan proses fisiologis yang dapat berdampak pada kondisi fisik dan psikologis ibu. Salah satu pendekatan nonfarmakologis yang terbukti efektif dalam meredakan nyeri persalinan adalah teknik deep back massage. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh deep back massage terhadap tingkat nyeri pada fase pertama persalinan. Studi ini menggunakan desain pra-eksperimen dengan pendekatan one-group pretest-posttest design. Penelitian dilaksanakan di wilayah kerja Puskesmas Garung pada tanggal 22 Agustus hingga 4 September 2023, dengan melibatkan delapan ibu bersalin kala I yang dipilih melalui teknik total sampling. Tingkat nyeri diukur sebelum dan sesudah intervensi menggunakan Numeric Rating Scale (NRS). Hasil menunjukkan bahwa rata-rata intensitas nyeri sebelum diberikan intervensi adalah 7,25, dan menurun menjadi 4,38 setelah intervensi, dengan selisih penurunan sebesar 2,87. Uji statistik menggunakan Paired Sample T-Test menghasilkan nilai p = 0,000 (? = 0,05), yang menunjukkan adanya pengaruh signifikan dari deep back massage terhadap penurunan nyeri persalinan kala I. Teknik ini bekerja berdasarkan teori Gate Control, di mana stimulasi pada kulit dapat menghambat transmisi impuls nyeri menuju otak, sehingga persepsi nyeri berkurang. Selain itu, deep back massage juga merangsang pelepasan endorfin yang berfungsi sebagai analgesik alami dan membantu meningkatkan relaksasi. Oleh karena itu, deep back massage dapat dijadikan sebagai alternatif nonfarmakologis yang efektif dalam manajemen nyeri selama persalinan.
Hubungan Antara Faktor-Faktor Klinis Dan Kejadian Ruptur Perineum Pada Ibu Bersalin Di TPMB Silvy Kusmiran Amd.Keb, 2024 Ai Hanifah Nurlatifah; Rosi Kurnia Sugiharti; Yulianti; Ika Kania Fatdo Wardani; Ismah Khaerunisa
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 1
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i1.315

Abstract

Latar Belakang: Ruptur perineum adalah robekan jalan lahir yang terjadi saat persalinan, baik dengan bantuan alat maupun tidak. Menurut WHO, ada sekitar 2,7 juta kasus ruptur perineum pada ibu bersalin, dan jumlah ini diperkirakan meningkat hingga 6,3 juta pada tahun 2050. Tujuan: Penelitian ini bertujuan mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan terjadinya ruptur perineum pada ibu bersalin di TPMB Silvy Kusmiran Amd.Keb tahun 2024. Metode: Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain cross sectional. Populasi adalah semua ibu bersalin periode Januari–Desember 2024 sebanyak 86 orang, dengan teknik total sampling. Analisis data dilakukan menggunakan uji chi-square. Hasil: Penelitian menunjukkan terdapat hubungan antara paritas (p=0,003), jarak kehamilan (p=0,004), dan berat badan bayi lahir (p=0,031) dengan kejadian ruptur perineum. Untuk faktor umur ibu (p=0,063), hasil menunjukkan ada kecenderungan hubungan, meski tidak signifikan. Kesimpulan: Faktor yang berhubungan dengan ruptur perineum adalah paritas, jarak kehamilan, dan berat badan bayi lahir. Temuan ini dapat menjadi masukan bagi bidan untuk memberikan pelayanan kebidanan yang lebih baik guna mengurangi risiko ruptur perineum.
PEMBERDAYAAN KADER MELALUI PROGRAM KAGENCAR (GERAKAN KADER MELEK PEMERIKSAAN IVA TEST) DALAM MENINGKATKAN KESADARAN DETEKSI DINI KANKER SERVIKS PADA WANITA USIA SUBUR DI DESA SUMBERJAYA Ismah Khaerunisa; Tesa Lugina Laelasari; Fiyola Ladyvia; Nathasia Elga Haryono
Jurnal Pengabdian Masyarakat FKIP UTP Vol 7 No 2 (2026): PROFICIO : Jurnal Abdimas FKIP UTP
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Tunas Pembangunan Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36728/jpf.v7i2.6860

Abstract

Kanker serviks masih menjadi salah satu penyebab utama kematian pada perempuan, namun dapat dicegah melalui deteksi dini menggunakan pemeriksaan Inspeksi Visual Asam Asetat (IVA) Test. Rendahnya cakupan pemeriksaan IVA Test di wilayah kerja UPTD Puskesmas Panumbangan menunjukkan masih rendahnya kesadaran masyarakat terhadap pentingnya deteksi dini kanker serviks. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan memberdayakan kader kesehatan melalui pembentukan KAGENCAR (Gerakan Kader Melek Pemeriksaan IVA Test) sebagai upaya meningkatkan edukasi dan partisipasi wanita usia subur dalam pemeriksaan IVA Test. Kegiatan dilaksanakan di Desa Sumberjaya dengan tahapan pengkajian masalah, analisis prioritas masalah, penyusunan inovasi, pengembangan media edukasi berupa lembar balik dan buku panduan, pelatihan kader, pembentukan organisasi KAGENCAR, serta simulasi penyuluhan menggunakan media edukasi. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa program KAGENCAR berhasil membentuk kader khusus IVA Test yang memiliki pengetahuan dan keterampilan dasar dalam memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai kanker serviks dan pentingnya pemeriksaan IVA Test. Lembar balik dan buku panduan menjadi media pendukung yang membantu kader menyampaikan informasi secara lebih sistematis dan mudah dipahami. Program KAGENCAR menjadi salah satu strategi pemberdayaan masyarakat yang mendukung peningkatan promosi kesehatan serta berpotensi meningkatkan partisipasi wanita usia subur dalam deteksi dini kanker serviks melalui pemeriksaan IVA Test secara berkelanjutan.
Efektivitas Sari Daun Jambu Biji terhadap Frekuensi Diare pada Balita: The Effectiveness of Guava Leaf Juice on the Frequency of Diarrhea in Toddlers Vivi Silviana; Yulianti Yulianti; Rosi Kurnia Sugiharti; Ismah Khaerunisa
Jurnal Media Informatika Vol. 6 No. 5 (2025): Edisi Sep - Oktober 2025
Publisher : Lembaga Dongan Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55338/jumin.v6i5.7184

Abstract

Diare akut merupakan salah satu penyebab utama morbiditas dan mortalitas pada anak, khususnya di negara berkembang. Berdasarkan survei pendahuluan di RS Cenka pada Maret–April 2025, tercatat 202 kasus diare pada balita yang mengalami peningkatan signifikan akibat faktor infeksi, malabsorpsi, serta penggunaan antibiotik yang tidak tepat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian sari daun jambu biji terhadap frekuensi diare pada balita. Desain penelitian menggunakan pra-eksperimental dengan pendekatan one group pretest-posttest. Populasi adalah seluruh balita dengan diare di wilayah kerja RS Cenka, dengan pengambilan sampel secara consecutive sampling selama periode 1 Juli–1 Agustus 2025. Intervensi berupa pemberian sari daun jambu biji, sedangkan variabel dependen adalah frekuensi buang air besar per hari. Data dikumpulkan melalui observasi selama tiga hari dan dianalisis menggunakan uji Wilcoxon Signed Rank Test. Hasil penelitian menunjukkan adanya penurunan signifikan frekuensi diare dari kategori sedang–berat pada hari pertama menjadi kategori ringan pada hari ketiga. Uji statistik menghasilkan nilai Z = -4,833 dengan p < 0,001, yang berarti terdapat perbedaan bermakna sebelum dan sesudah intervensi. Disimpulkan bahwa sari daun jambu biji efektif menurunkan frekuensi diare pada balita dan berpotensi menjadi terapi komplementer yang aman serta terjangkau.
Non-Pharmacological Education on the Use of Cucumber Juice among Elderly Individuals with Hypertension in Perbarakan Village Fiyola Ladyvia; Ismah Khaerunisa; Rosmawaty Irma Suryani Siagian; Yatini Yatini
JURNAL PENGMAS KESTRA (JPK) Vol. 6 No. 1 (2026): Jurnal Pengmas Kestra (JPK)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LP2M) Institut Kesehatan Medistra Lubuk Pakam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35451/9s4xhd48

Abstract

Hypertension is a major health problem among the elderly, with an increasing prevalence and a high risk of cardiovascular complications, including coronary heart disease, heart failure, and stroke. This condition requires sustainable and comprehensive management. In addition to pharmacological therapy, non-pharmacological approaches are essential in hypertension control, particularly through health education and the use of easily accessible natural resources. Cucumber (Cucumis sativus) is a potential natural ingredient that may support blood pressure control due to its potassium content, high water composition, and antioxidant properties that contribute to electrolyte balance and blood pressure regulation. This community service activity aimed to improve elderly individuals’ knowledge and understanding of hypertension and the benefits of cucumber juice as a supportive non-pharmacological strategy for blood pressure control. The program was implemented through health education sessions, interactive discussions, and practical demonstrations of simple and applicable cucumber juice preparation. The participants were elderly individuals with hypertension living in the community. Evaluation was conducted by assessing participants’ engagement, comprehension of the material, and changes in attitudes before and after the educational intervention. The results demonstrated the success of the program, as evidenced by an increase in participants with good knowledge from 0% before the intervention to 91.1% after the intervention. In addition, 88.9% of participants expressed willingness to regularly consume cucumber juice as part of their daily hypertension management. In conclusion, non-pharmacological education on the utilization of cucumber juice is effective as a promotive and preventive approach to support blood pressure control among the elderly in the community.
Reproductive Health Education: Efforts to Improve Women's Knowledge and Attitudes Toward Cervical Cancer Screening Nathasia Haryono; Fiyola Ladyvia; Ismah Khaerunisa; Martine Meha; Kurniawati Kurniawati
JURNAL PENGMAS KESTRA (JPK) Vol. 6 No. 1 (2026): Jurnal Pengmas Kestra (JPK)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LP2M) Institut Kesehatan Medistra Lubuk Pakam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35451/ahes2634

Abstract

The low coverage of early detection for cervical cancer in Deli Serdang Regency is driven by a lack of reproductive health literacy and high psychological barriers within the community. This Community Service (PKM) program aimed to enhance knowledge, improve attitudes, and stimulate actual behaviors among Women of Reproductive Age (WUS) toward VIA (Visual Inspection with Acetic Acid) and Pap Smear screenings. The implementation method utilized a structured health promotion approach comprising three systematic stages: preparation (coordination and licensing), implementation (interactive education and group counseling), and descriptive evaluation (pre-test, post-test, and action tracking). The target audience consisted of 40 women of reproductive age in Sadar Barat Village, Deli Serdang. The evaluation results demonstrated a significant increase in the cognitive domain, where the percentage of participants with good knowledge skyrocketed from 10% to 85%. This improvement in literacy simultaneously dismantled participants' emotional resistance, as evidenced by a shift to highly positive and supportive attitudes toward the screening program, reaching 90%. The most crucial impact was observed during the action tracking phase, where the facilitation of clinical access in collaboration with the village midwife successfully motivated 70% of the total participants to voluntarily undergo independent screenings (VIA/Pap Smear). In conclusion, this integrative and empathetic community service model has proven effective in dismantling community psychological barriers and is highly recommended as an applicable health promotion formula to boost national cervical cancer screening coverage sustainably from the primary community level.