Claim Missing Document
Check
Articles

Found 9 Documents
Search

Hubungan Antara Faktor-Faktor Klinis Dan Kejadian Ruptur Perineum Pada Ibu Bersalin Di TPMB Silvy Kusmiran Amd.Keb, 2024 Ai Hanifah Nurlatifah; Rosi Kurnia Sugiharti; Yulianti; Ika Kania Fatdo Wardani; Ismah Khaerunisa
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 1
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i1.315

Abstract

Latar Belakang: Ruptur perineum adalah robekan jalan lahir yang terjadi saat persalinan, baik dengan bantuan alat maupun tidak. Menurut WHO, ada sekitar 2,7 juta kasus ruptur perineum pada ibu bersalin, dan jumlah ini diperkirakan meningkat hingga 6,3 juta pada tahun 2050. Tujuan: Penelitian ini bertujuan mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan terjadinya ruptur perineum pada ibu bersalin di TPMB Silvy Kusmiran Amd.Keb tahun 2024. Metode: Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain cross sectional. Populasi adalah semua ibu bersalin periode Januari–Desember 2024 sebanyak 86 orang, dengan teknik total sampling. Analisis data dilakukan menggunakan uji chi-square. Hasil: Penelitian menunjukkan terdapat hubungan antara paritas (p=0,003), jarak kehamilan (p=0,004), dan berat badan bayi lahir (p=0,031) dengan kejadian ruptur perineum. Untuk faktor umur ibu (p=0,063), hasil menunjukkan ada kecenderungan hubungan, meski tidak signifikan. Kesimpulan: Faktor yang berhubungan dengan ruptur perineum adalah paritas, jarak kehamilan, dan berat badan bayi lahir. Temuan ini dapat menjadi masukan bagi bidan untuk memberikan pelayanan kebidanan yang lebih baik guna mengurangi risiko ruptur perineum.
PENINGKATAN PENGETAHUAN DAN PENCEGAHAN ANEMIA PADA REMAJA PUTRI DI SMPN 1 RENGASDENGKLOK Yulianti; Lismayanti Agustini; Naya Ainun Aprilia; Rut Anggie Olivyona Naibaho; Salma Syahidah
Jurnal Pengabdian Masyarakat FKIP UTP Vol 7 No 2 (2026): PROFICIO : Jurnal Abdimas FKIP UTP
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Tunas Pembangunan Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36728/.v7i2.6808

Abstract

Anemia pada remaja putri merupakan masalah kesehatan masyarakat yang signifikan karena berdampak pada prestasi akademik dan kesehatan reproduksi di masa depan. Kegiatan pemberdayaan masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan memberikan edukasi pencegahan anemia pada remaja putri di SMPN 1 Rengasdengklok. Intervensi menggunakan metode partisipatif melalui penyuluhan kesehatan, diskusi interaktif, dan penyebaran lembar informasi kesehatan. Penelitian ini melibatkan dua puluh siswi kelas delapan. Pengumpulan data menggunakan penilaian pre-test dan post-test untuk mengukur perubahan tingkat pengetahuan siswi. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan yang signifikan dalam pemahaman siswi mengenai anemia, penyebab, dampak, dan tindakan pencegahannya, seperti konsumsi tablet tambah darah. Seluruh peserta (100%) mencapai tingkat pengetahuan baik setelah intervensi, dibandingkan dengan hanya 5% sebelum program. Simpulan penelitian ini adalah edukasi kesehatan yang terstruktur dan metode partisipatif sangat efektif dalam meningkatkan pengetahuan dan kesadaran remaja putri mengenai pencegahan anemia. Program selanjutnya perlu difokuskan untuk mempertahankan pencapaian ini melalui pendidikan sebaya yang berkelanjutan dan pemantauan konsumsi tablet tambah darah yang konsisten di lingkungan sekolah.
STRATEGI PEMBERDAYAAN PEREMPUAN DALAM MENINGKATKAN PENGETAHUAN WUS TENTANG KANKER PAYUDARA MELALUI TEKNIK SADARI Tiara Sari; Yohana Suhariyati Desthyahanita; Herlina Aditya; Merry Afriyani Yuningsih; Yulianti
Jurnal Pengabdian Masyarakat FKIP UTP Vol 7 No 2 (2026): PROFICIO : Jurnal Abdimas FKIP UTP
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Tunas Pembangunan Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36728/.v7i2.6823

Abstract

Kanker payudara merupakan salah satu penyebab utama kematian pada perempuan, namun dapat dicegah melalui deteksi dini menggunakan Pemeriksaan Payudara Sendiri (SADARI). Rendahnya pengetahuan dan praktik SADARI pada wanita usia subur (WUS) menjadi dasar pelaksanaan kegiatan pemberdayaan ini. Program bertujuan meningkatkan pengetahuan dan kesadaran WUS mengenai pentingnya deteksi dini kanker payudara melalui edukasi teknik SADARI. Kegiatan dilaksanakan di Posyandu Melati 2, Kampung Kali Jeruk, Desa Kali Jaya, Kecamatan Cikarang Barat, Kabupaten Bekasi dengan sasaran wanita usia subur. Metode yang digunakan berupa penyuluhan kelompok, diskusi interaktif, demonstrasi menggunakan phantom payudara, serta evaluasi melalui pre-test dan post-test. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan peserta mengenai pengertian kanker payudara, faktor risiko, tanda dan gejala, manfaat deteksi dini, waktu yang tepat, serta langkah-langkah melakukan SADARI. Selain itu, peserta mampu mempraktikkan teknik SADARI dengan benar dan menunjukkan komitmen untuk melakukan pemeriksaan secara rutin setiap bulan. Program ini juga meningkatkan partisipasi aktif peserta selama kegiatan berlangsung. Dengan demikian, pemberdayaan melalui pendidikan kesehatan terbukti efektif dalam meningkatkan pengetahuan dan kesadaran WUS terhadap deteksi dini kanker payudara sehingga diharapkan mampu menurunkan keterlambatan diagnosis dan meningkatkan kualitas kesehatan perempuan di masyarakat.
Pengaruh Edukasi Kesehatan Menggunakan Media Booklet Terhadap Peningkatan Pengetahuan Ibu Hamil Trimester I Tentang Imunisasi Tetanus Toxoid (TT) Di Puskesmas Sukaraya Tahun 2026 Alifa Zulfa Amany; Yulianti; Musmundiroh; Hajar Nur Fathur Rohmah
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2b (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2b.1132

Abstract

Imunisasi Tetanus Toxoid (TT) merupakan intervensi kesehatan yang paling efektif dalam mencegah kematian ibu dan bayi akibat tetanus maternal maupun tetanus neonatorum. Pengetahuan ibu hamil mengenai manfaat, jadwal pemberian, serta keamanan dan efek samping imunisasi TT menjadi faktor penentu keberhasilan pencapaian cakupan imunisasi yang lengkap. Media booklet menyajikan informasi secara sistematis, berbahasa sederhana, dan dilengkapi ilustrasi, sehingga dapat dibaca berulang kali oleh ibu hamil. Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh edukasi kesehatan menggunakan media booklet terhadap peningkatan pengetahuan ibu hamil trimester I tentang imunisasi TT di Puskesmas Sukaraya Kabupaten Bekasi tahun 2026. Penelitian kuantitatif dengan desain kuasi-eksperimen rancangan one group pretest–posttest. Sampel berjumlah 30 ibu hamil trimester I diambil dengan teknik total sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner terstruktur sebelum dan sesudah intervensi, dianalisis dengan uji Wilcoxon Signed Rank Test (α = 0,05). Hasil menunjukkan sebelum edukasi, 20 responden (66,7%) berpengetahuan kurang, 9 (30,0%)cukup, dan 1 (3,3%) baik. Setelah edukasi, 26 responden (86,7%) berpengetahuan baik, 3 (10,0%) cukup, dan 1 (3,3%) kurang. Rata-rata skor pengetahuan meningkat dari 0,37 menjadi 1,83. Hasil uji statistik memperoleh nilai p = 0,000 (p < 0,05). Disimpulkan terdapat pengaruh signifikan media booklet terhadap peningkatan pengetahuan ibu hamil. Media booklet terbukti efektif dan direkomendasikan kepada tenaga kesehatan sebagai sarana penyuluhan yang praktis dan mudah dipahami.
Edukasi Audiovisual Sebagai Strategi Pencegahan Perilaku Masturbasi Berisiko Pada Remaja Putri Dewi Noviyanti; Yulianti; Musmundiroh; Nur Fathur Rohmah
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2b (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2b.1530

Abstract

Perilaku masturbasi yang berisiko pada remaja dapat memberikan dampak terhadap kesehatanreproduksi apabila tidak disertai dengan pemahaman dan sikap yang tepat. Salah satu upaya yangdapat dilakukan untuk membentuk sikap positif remaja adalah melalui pendidikan kesehatanmenggunakan media audiovisual. Untuk menganalisis pengaruh pendidikan kesehatan menggunakanmedia audiovisual terhadap sikap remaja putri tentang pencegahan perilaku masturbasi yang berisikopada kesehatan reproduksi di SMPN 5 Cikarang Selatan. Penelitian ini menggunakan metodekuantitatif dengan desain pra-eksperimen melalui pendekatan one group pretest-posttest. Populasipenelitian adalah seluruh siswi SMPN 5 Cikarang Selatan sebanyak 566 orang, dengan sampelsebanyak 30 responden yang dipilih menggunakan teknik Proportionate Stratified Random Sampling.Instrumen penelitian menggunakan kuesioner sikap. Analisis data dilakukan menggunakan uji PairedSample t-Test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai rata-rata (mean) sikap meningkat dari 82,97sebelum intervensi menjadi 106,53 setelah diberikan pendidikan kesehatan menggunakan mediaaudiovisual. Hasil uji Paired Sample t-Test menunjukkan nilai t = -8,223 dengan p-value = 0,000(p<0,05), sehingga terdapat pengaruh pendidikan kesehatan menggunakan media audiovisual terhadapsikap remaja putri tentang pencegahan perilaku masturbasi yang berisiko pada kesehatan reproduksi.Pendidikan kesehatan menggunakan media audiovisual berpengaruh terhadap peningkatan sikapremaja putri tentang pencegahan perilaku masturbasi yang berisiko pada kesehatan reproduksi diSMPN 5 Cikarang Selatan.
Determinan Penyebab Kejadian Diare Pada Balita Farida Azahra; Rosi Kurnia Sugiharti; Herlina Simanjuntak; Yulianti
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2b (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2b.1546

Abstract

Diare masih menjadi salah satu penyebab kesakitan pada balita dan dipengaruhi oleh berbagai faktor, antara lain pengetahuan ibu, personal hygiene, sanitasi lingkungan, dan status gizi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian diare pada balita di Klinik Salsabila Husada Tahun 2026. Penelitian menggunakan metode kuantitatif dengan desain cross sectional. Sampel berjumlah 98 responden yang dipilih dari populasi 130 balita menggunakan teknik purposive sampling. Data primer diperoleh melalui kuesioner dan data sekunder melalui buku KIA. Analisis dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji Chi-Square dengan tingkat kemaknaan α=0,05. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara pengetahuan ibu (p<0,001), personal hygiene (p<0,001), dan sanitasi lingkungan (p<0,001) dengan kejadian diare pada balita. Sementara itu, status gizi tidak berhubungan secarasignifikan dengan kejadian diare (p=0,873; OR=0,841; 95% CI=0,348–2,034). Kesimpulan penelitian menunjukkan bahwa pengetahuan ibu, personal hygiene, dan sanitasi lingkungan merupakan faktor yang berhubungan dengan kejadian diare pada balita, sedangkan status gizi tidak menunjukkan hubungan yangbermakna. Upaya pencegahan perlu diarahkan pada peningkatan edukasi ibu, penerapan PHBS, serta perbaikan sanitasi lingkungan.
Edukasi Dengan Media Booklet Meningkatkan Pengetahuan Remaja Tentang keputihan Nova Maulida Azzahra; Rosi Kurnia Sugiharti; Herlina Simanjuntak; Yulianti
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2b (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2b.1548

Abstract

Keputihan merupakan salah satu masalah kesehatan reproduksi yang sering dialami oleh remaja putri. Kurangnya pengetahuan mengenai keputihan dapat meningkatkan risiko terjadinya keputihan patologis akibat perilaku yang tidak tepat dalam menjaga kebersihan organ reproduksi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh edukasi dengan media booklet terhadap peningkatan pengetahuan remaja tentang keputihan di SMP Negeri 5 Cikarang Timur Tahun 2026. Penelitian menggunakan metode kuantitatif dengan desain One Group Pretest-Posttest. Sampel penelitian berjumlah 77 siswi kelas VIII yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Instrumen penelitian berupa kuesioner yang terdiri dari 20 pertanyaan yang telah dinyatakan valid dan reliabel. Analisis data menggunakan uji Wilcoxon SignedRank Test karena data tidak berdistribusi normal. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan remaja setelah diberikan edukasi menggunakan media booklet dengan nilai signifikansi p = 0,000 (p<0,05). Disimpulkan bahwa edukasi menggunakan media booklet efektif dalam meningkatkan pengetahuan remaja tentang keputihan sehingga dapat dimanfaatkan sebagai media pendidikan kesehatan reproduksi di lingkungan sekolah.
Analisis Faktor Risiko Kelahiran Prematur pada Ibu Hamil Di RSU Amanda Mitra Keluarga Karawang 2026 Lismayanti Agustini; Musmundiroh; Herlina Simanjuntak; Yulianti
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2b (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2b.1705

Abstract

Kelahiran prematur merupakan salah satu masalah kesehatan yangberkontribusi terhadap meningkatnya morbiditas dan mortalitas neonatal.Kejadian kelahiran prematur dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor maternal,seperti usia ibu, pendidikan, paritas, indeks massa tubuh (IMT), riwayatkeguguran, riwayat penyakit, dan riwayat kehamilan dengan preeklamsia.Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor risiko yang berhubungandengan kejadian kelahiran prematur pada ibu bersalin di RSU Amanda MitraKeluarga Karawang Tahun 2026.Penelitian ini menggunakan metode analitik observasional denganpendekatan cross-sectional. Populasi penelitian adalah seluruh ibu bersalin diRSU Amanda Mitra Keluarga Karawang selama periode penelitian. Sampelberjumlah 444 responden yang dipilih menggunakan teknik total sampling.Data diperoleh dari rekam medis pasien. Analisis data dilakukan secaraunivariat dan bivariat menggunakan uji Chi-Square. Besarnya risiko dinilaiberdasarkan Odds Ratio (OR) dengan tingkat kemaknaan α = 0,05.Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 444 responden, sebanyak124 (27,9%) mengalami kelahiran prematur. Terdapat hubungan bermaknaantara usia ibu (p-value = 0,000; OR = 2,215; 95% CI: 1,452–3,381), riwayatkeguguran (p-value = 0,013; OR = 1,829), riwayat penyakit (p-value = 0,029;OR = 1,665; 95% CI: 1,076–2,577), dan riwayat kehamilan dengan preeklamsia(p-value = 0,000; OR = 3,142). Sementara itu, pendidikan, paritas, dan IMTtidak menunjukkan hubungan yang bermakna dengan kejadian kelahiranprematur.Kesimpulan penelitian menunjukkan bahwa usia ibu, riwayatkeguguran, riwayat penyakit, dan riwayat kehamilan dengan preeklamsiaberhubungan dengan kejadian kelahiran prematur. Riwayat kehamilan denganpreeklamsia merupakan faktor yang memiliki hubungan paling kuat.Diperlukan peningkatan skrining, deteksi dini, dan pelayanan antenatal yangberkualitas untuk menurunkan risiko kelahiran prematur.
Potensi Jus Nanas dalam Mengurangi Nyeri Menstruasi pada Wanita Usia Subur: Studi Eksperimental Rismalia Priyanka; Yulianti; Musmundiroh; Hajar Nur Fathur Rohmah
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2b (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2b.1929

Abstract

Nyeri menstruasi merupakan keluhan yang sering dialami wanita usia subur dan dapat mengganggu aktivitas sehari-hari. Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh pemberian jus nanas terhadap penurunan nyeri menstruasi pada wanita usia subur di Desa Banjarsari Tahun 2026. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain quasi experimental one group pretest-posttest. Sampel berjumlah 30 wanita usia subur yang mengalami dismenore primer dan dipilih menggunakan purposive sampling. Intensitas nyeri diukur menggunakan Numeric Rating Scale (NRS) 0–10 sebelum dan sesudah pemberian jus nanas selama dua hari pertama menstruasi. Hasil penelitian menunjukkan sebelum intervensi sebagian besar responden mengalami nyeri sedang, yaitu 27 orang (90,0%), dengan rata-rata skor nyeri 5,40 (SD 0,968). Setelah intervensi, 19 orang (63,3%) mengalami nyeri ringan, 7 orang (23,3%) tidak mengalami nyeri, dan 4 orang (13,3%) mengalami nyeri sedang, dengan rata-rata skor 1,90 (SD 1,373). Uji Shapiro-Wilk menunjukkan data tidak berdistribusi normal sehingga digunakan Wilcoxon Signed Ranks Test. Hasil uji memperoleh Z = -4,839 dan p = 0,000 (p < 0,05), serta seluruh 30 responden mengalami penurunan skor nyeri. Dengan demikian, pemberian jus nanas berpengaruh terhadap penurunan nyeri menstruasi pada wanita usia subur. Jus nanas dapat dipertimbangkan sebagai salah satu alternatif nonfarmakologis pendamping dalam membantu mengurangi nyeri menstruasi. Kata kunci: jus nanas; nyeri menstruasi; wanita usia subur; terapi nonfarmakologis