Claim Missing Document
Check
Articles

Found 9 Documents
Search

Pengaruh Pendidikan Kesehatan Terhadap Tingkat Pengetahuan Cuci Tangan Pada Pengrajin Sarung Tenun Di Desa Leu Bima I. Gusti Ayu Mirah
PrimA: Jurnal Ilmiah Ilmu Kesehatan Vol. 8 No. 2 (2022): PRIMA Jurnal Ilmiah
Publisher : LPPM STIKES Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47506/dh7x3p46

Abstract

Pengetahuan yang kurang disebabkan karena kurangnya informasi yang didapatkan dari pendidikan formal, seseorang yang mudah mengakses informasi akan lebih cepat mendapatkan pengetahuan, karena majunya teknologi dapat mempengaruhi pengetahuan masyarakat tentang inovasi baru yang dapat memberikan pengaruh sehingga menghasilkan perubahan atau peningkatan pengetahuan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pendidikan kesehatan terhadap tingkat pengetahuan cuci tangan pada pengrajin sarung tenun di Desa Leu Bima. Desain penelitain yang digunakan adalah pre experiment dengan rancangan one group pre test and post test. Besar sampel 88 orang dengan teknik sampling yang digunakan probability sampling. Metode pengumpulan data menggunakan kuesioner sebelum dan sesudah diberikan pendidikan kesehatan. Analisis data menggunakan uji Wilcoxon Signed Ranks Test. Hasil penelitian menunjukkan, tingkat pengetahuan yang paling tinggi sebelum diberikan pendidikan kesehatan tentang mencuci tangan didapatkan kategori cukup 45 responden (51%), setelah diberikan pendidikan kesehatan tingkat pengetahuan responden mengalami peningkatan menjadi baik sebanyak 66 responden (75%) dari 88 responden. Hasil uji statistik didapatkan nilai P value = 0,000<0,05 artinya Ha diterima. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh pendidikan kesehatan terhadap tingkat pengetahuan cuci tangan di Desa Leu Bima.
Hubungan Periaku Ibu dalam Pemberian Makanan Pendamping ASI (MP-ASI) dengan Kejadian Diare pada Balita Usia 6-24 Bulan I. Gusti Ayu Mirah
PrimA: Jurnal Ilmiah Ilmu Kesehatan Vol. 8 No. 2 (2022): PRIMA Jurnal Ilmiah
Publisher : LPPM STIKES Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47506/hctvn333

Abstract

Badan Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNICEF) memperkirakan bahwa setiap 30 detik ada satu anak yang meninggal dunia karena diare di Indonesia, diantara kematian tersebut terkait dengan praktik pemberian makan yang kurang tepat pada bayi dan anak, seperti pemberian MP-ASI yang terlalu cepat atau terlambat diberikan bisa menyebabkan diare pada bayi. Adapun tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan perilaku ibu dalam pemberian makanan pendamping asi (MP-ASI) dengan kejadian diare pada balita usia 6-24 bulan di Desa Sesela Wilayah Kerja Puskesmas Gunungsari. Desain penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah deksriptif dengan menggunakan pendekatan cross sectional. Tehnik sampel menggunakan total sampling dengan sampel yaitu 51 responden. Instrumen penelitian yang digunakan adalah lembar kuesioner untuk mengetahui perilaku ibu dan kejadian diare. Analisa data menggunakan uji alternatif chi square (Fisher Exact Test). Hasil penelitian menunjukkan bahwa Perilaku ibu dalam pemberian MP-ASI menunjukkan bahwa sebagian besar dalam kategori kurang dan Kejadian diare pada balita Usia 6-24 bulan sebagian besar balita mengalami Diare. Hasil uji analisa didapatkan nilai pvalue <α (0,000 >< 0,05) sehingga Ha di terima dan H0 di tolak yang artinya ada hubungan antara perilaku ibu dalam pemberian MP ASI dengan kejadian diare. Kejadian diare berhubungan dengan perilaku ibu dalam pemberian makanan pendamping asi (MP-ASI) pada balita usia 6-24 bulan. Maka dari itu perlu adanya penyuluhan kesehatan terkait pemberian MP-ASI pada balita usia 6-24 bulan
HUBUNGAN DISABILITAS FUNGSIONAL DENGAN KEJADIAN DEPRESIPADA LANJUT USIA DI BSLU MANDALIKA MATARAM I. Gusti Ayu Mirah
PrimA: Jurnal Ilmiah Ilmu Kesehatan Vol. 7 No. 1 (2021): PRIMA Jurnal Ilmiah
Publisher : LPPM STIKES Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47506/3xd5s384

Abstract

Pendahuluan: Disabilitas adalah beberapa keterbatasan atau ketiadaan kemampuan untuk melakukan aktivitas secara benar-benar normal sebagai manusia yang sering dialami oleh lanjut usia akibat proses penuaan, cedera, atau perjalanan penyakit. Ketidakmampuan tersebut memicu masalah baru terkait gangguan suasana perasaan, yang paling sering yaitu depresi yang merupakan suatu perasaan pesimis atau sedih. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan disabilitas fungsional dengan kejadian depresi pada lansia di Balai Sosial Lanjut Usia Mandalika Mataram. Metode: Penelitian ini menggunakan metode analitik dengan rancangan cross sectional dengan jumlah 36 sampel dengan teknik sampling purposive sampling. Intrumen wawancara menggunakan lembar kuesioner GARS untuk disabilitas dan GDS-15 untuk depresi, analisa data menggunakan Uji statistik Pearson Product Moment. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden mengalami depresi yaitu 21 (58,33%) orang lansia, dan responden yang tidak depresi berjumlah 15 (41,67%) orang lansia. Hasil uji statistik pearson product moment dengan bantuan spss versi 21 dihasilkan p value =0,013 < 0,05. Kesimpulan: Simpulan dari penelitian ini, terdapat hubungan antara disabilitas fungsional dengan kejadian depresi pada lansia, sehingga diharapkan kepada petugas kesehatan untuk dapat meningkatkan kerjasama dalam menurunkan faktor pencetus yang menyebabkan depresi pada lansia yang mengalami disabilitas.
PENGARUH PEMBERIAN TEKNIK RELAKSASI GUIDED IMAGERY TERHADAP TINGKAT KECEMASAN PADA PASIEN PRE OPERASI SECTIO CAESAREA DI RSUD dr. R. SOEDJONO SELONG I. Gusti Ayu Mirah
PrimA: Jurnal Ilmiah Ilmu Kesehatan Vol. 6 No. 2 (2020): PRIMA Jurnal Ilmiah
Publisher : LPPM STIKES Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47506/q77dxj06

Abstract

Latar belakang: Setiap ibu menginginkan persalinannya berjalan lancar dan dapat melahirkan bayi dengan sempurna. Persalinan bisa saja berjalan secara normal, namun tidak jarang proses persalinan mengalami hambatan dan harus dilakukan melalui operasi. Sectio caesarea adalah salah satu operasi bedah yang paling umum dilakukan di dunia saat ini sebagai salah satu cara untuk membantu proses kelahiran janin melalui insisi pada dinding abdomen (laparotomi) dan dinding rahim (histerektomi). Perasaan cemas ibu yang akan mejalani sectio caesarea merupakan hal yang wajar, tetapi jika tidak diatasi segera akan mempengaruhi ibu dan janin baik fisik maupun psikis. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui pengaruh pemberian guided imagery terhadap tingkat kecemasan pada pasien pre operasi sectio caesarea. Metodologi: Desain penelitian ini adalah jenis pre-eksperimental design dengan one group pre-test & post-test. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh ibu hamil yang akan melakukan operasi sectio caesarea di RSUD dr. R. SOEDJONO SELONG sebanyak 34 responden. Sampel dalam penelitian ini adalah ibu hamil primigravida yang akan melakukan operasi sectio caesarea sebanyak 31 orang responden. Teknik pengambilan sampel dengan purposive sampling. Teknik pengumpulan data menggunakan kuesioner, dan analisa data menggunakan uji Wilcoxon signed test. Hasil: Berdasarkan hasil penelitian ini sebagian besar responden berusia 26-35 tahun (64.5%) dengan rata-rata tingkat pendidikan SMA (29.1%) dan terdapat perbedaan tingkat kecemasan antara pre-test dan post-test yaitu tingkat kecemasan sesudah diberikan perlakuan lebih rendah dibandingkan sebelum diberikan perlakuan. Simpulan: Simpulan dari penelitian ada pengaruh pemberian guided imagery terhadap tingkat kecemasan pada pasien pre operasi sectio caesarea. Teknik relaksasi guided imagery dapat dijadikan sebagai terapi non farmakologi untuk mengurangi kecemasan yang dirasakan oleh ibu yang akan melakukan operasi sectio caesarea.
AKTIVITAS FISIK DAN RISIKO DIABETES MELLITUS TIPE 2 PADA LAKI-LAKI DI DAERAH MANGGIS, KABUPATEN KARANGASEM, BALI I. Gusti Ayu Mirah
PrimA: Jurnal Ilmiah Ilmu Kesehatan Vol. 5 No. 2 (2019): PRIMA Jurnal Ilmiah
Publisher : LPPM STIKES Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47506/5p5zda07

Abstract

Latar belakang dan tujuan: Kecenderungan penyakit telah mengalami pergeseran dari penyakit infeksi (menular) menjadi penyakit tidak menular (PTM). Penyakit tidak menular umumnya disebabkan oleh gaya hidup seseorang yang tidak menerapkan pola hidup sehat disamping faktor keturunan (genetik). Diabetes mellitus (DM) merupakan salah satu PTM yang menjadi masalah kesehatan di Indonesia. Aktivitas fisik diperkirakan terkait dengan kejadian DM. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktifitas fisik dan risiko DM tipe 2 di daerah Manggis, Kabupaten Karangasem, Bali. Metode: Penelitian ini menggunakan rancangan case control pada 55 laki-laki penderita DM tipe 2 (kasus) dan 55 laki-laki bukan penderita DM tipe 2 yang memenuhi kriteria gula darah puasa (GDP).
ANALISIS POLA KONSUMSI ALKOHOL PADA LAKI-LAKI DIABETES MELLITUS TIPE 2 DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS MANGGIS I DAN II KECAMATAN MANGGIS KABUPATEN KARANGASEM, BALI I. Gusti Ayu Mirah
PrimA: Jurnal Ilmiah Ilmu Kesehatan Vol. 3 No. 2 (2017): PRIMA Jurnal Ilmiah
Publisher : LPPM STIKES Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47506/hq4sg139

Abstract

Latar Belakang dan Tujuan : Diabetes Mellitus (DM) telah menjadi ancaman kesehatan masyarakat, baik secara regional, nasional dan global. Konsumsi alkohol merupakan salah satu bagian dari budaya masyarakat Indonesia yang diperkirakan terkait dengan kejadian DM. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pola konsumsi alkohol pada penderita DM tipe 2 di wilayah kerja Puskesmas Manggis I dan II Kecamatan Manggis, Kabupaten Karangasem, Bali. Metode : Penelitian ini menggunakan rancangan cross-sectional pada 55 laki-laki penderita DM tipe 2 yang terdiri dari 30 orang di wilayah kerja Puskesmas Manggis I dan 25 orang di wilayah kerja Puskesmas Manggis II. Sampel terpilih jika memenuhi criteria tinggal/berdomisili di wilayah Kecamatan Manggis, Karangasem, Bali. Bersedia menjadi responden dan tidak mengalami demensia berat. Data dikumpulkan pada bulan Mei-Juli 2017 dengan cara wawancara menggunakan kuesioner. Analisis data dilakukan secara univariat. Hasil : Karakteristik usia responden menunjukkan proporsi tertinggi pada rentang usia 60- 69 tahun. Sebagian besar responden memiliki tingkat pendidikan SD. Dalam hal pekerjaan responden di wilayah kerja puskesmas Manggis I menunjukkan proporsi pensiunan/tdk bekerja dan bekerja sebagai buruh tani yang sama (50%), sedangkan di wilayah kerja puskesmas Manggis II sedikit lebih tinggi (56,00%) pensiunan/tidak bekerja dibandingkan buruh tani (44,00%). Variabel pekerjaan ini juga menunjukkan bahwa jenis pekerjaan penderita DM tipe 2 baik di wilayah kerja puskesmas Manggis I maupun II adalah buruh tani. Lama konsumsi alkohol tertinggi adalah ≥30 tahun dengan proporsi lebih tinggi pada responden di wilayah kerja puskesmas Manggis I (73,33%) dibandingkan di wilayah kerja puskesmas Manggis II (48,00%). Jenis minuman beralkohol yang paling sering dikonsumsi di kedua wilayah puskesmas adalah tuak dan sebagian besar responden termasuk kategori bukan peminum s/d ringan (<0,052 s/d 1,09 gr alkohol/hari). Simpulan : Konsumsi alkohol berhubungan dengan kejadian DM tipe 2. Edukasi dan deteksi dini perlu dilakukan pada mereka yang berisiko.
HUBUNGAN KEBIASAAN MEROKOK DAN POLA MAKAN DENGAN KEJADIAN HIPERTENSI PADA LAKI LAKI USIA 40 TAHUN KE ATAS DI DESA KORLEKO PUSAT WILAYAH KERJA PUSKESMAS KORLEKO LOMBOK TIMUR TAHUN 2017 I. Gusti Ayu Mirah
PrimA: Jurnal Ilmiah Ilmu Kesehatan Vol. 4 No. 2 (2018): PRIMA Jurnal Ilmiah
Publisher : LPPM STIKES Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47506/x8w9wv32

Abstract

Latar belakang dan tujuan : Hipertensi merupakan penyebab kematian utama melalui proses terjadinya stroke, kematian jaringan otot jantung dan kegagalan fungsi ginjal. Berbagai faktor resiko hipertensi meliputi genetik, ras, usia, jenis kelamin, merokok, obesitas, pola makan, gaya hidup dan stres. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan kebiasaan merokok dan pola makan dengan kejadian hipertensi pada laki-laki usia 40 tahun ke atas di Desa Korleko Pusat wilayah kerja Puskesmas Korleko Lombok Timur Tahun 2017. Metode : Penelitian ini bersifat survey analitik menggunakan pendekatan cross sectional dengan jumlah populasi sebanyak 92 orang, sampel diambil menggunakan Purposive Sampling sebanyak 47 responden laki-laki. Guna mengetahui hubungan variabel independen dan dependen digunakan uji analisis korelasi spearman’s rank. Hasil : Hasil uji Statistik dengan menggunakan korelasi spearman rank taraf signifikansi 5% diperoleh angka koefisien untuk kebiasaan merokok (r) = 0,339 dengan nilai p-value lebih kecil dari pada α (0,05) atau 0,004< 0,05, dan nilai koefisien untuk pola makan (r) = 0,458 dengan nilai p-value lebih kecil dari pada α (0,05) atau 0,001 < 0,05, sehingga H0 ditolak dan Ha diterima. Simpulan : ada hubungan antara kebiasaan merokok dan pola makan dengan kejadian hipertensi pada laki laki usia 40 tahun ke atas.
HUBUNGAN PENGETAHUAN IBU TENTANG CUCI TANGAN DAN KEBERSIHAN LINGKUNGAN DENGAN KEJADIAN DIARE PADA BALITA DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS MPUNDAKOTA BIMA I. Gusti Ayu Mirah
PrimA: Jurnal Ilmiah Ilmu Kesehatan Vol. 4 No. 1 (2018): PRIMA Jurnal Ilmiah
Publisher : LPPM STIKES Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47506/5e8c3598

Abstract

Latar belakang dan tujuan : Penyakit diare masih merupakan masalah kesehatan dan penyebab kematian pada balita. Sanitasi lingkungan atau kebersihan lingkungan yang kurang mendukung dan kurangnya pengetahuan ibu tentang cara mencuci tangan yang baik dan benar dapat menyebabkan tingginya angka kejadian diare. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara pengetahuan ibu tentang cuci tangan dan kebersihan lingkungan dengan kejadian diare pada balita di wilayah kerja puskesmas Mpunda Kota Bima. Metode : Metode penelitian ini menggunakan rancangan Observasional dengan pendekatan Cross Sectional. Subjek penelitian ini adalah ibu yang memiliki balita diare pada tanggal 5 Januari - 30 Januari 2017 dengan populasi 75 orang. Pemilihan sampel dengan total sampling. Uji statistic menggunakan Chi Square dengan bantuan software computer dengan tingkat kemaknaan 0,05. Hasil : Hasil penelitian menunjukkan bahwa responden dengan pengetahuan yang kurang sebanyak 31 (41,3%) responden, cukup sebanyak 23 (30,7%) responden dan baik sebanyak 21 (28%) responden. Responden dengan kebersihan lingkungan yang kurang sebanyak 30 (40%) responden, cukup 24 (32%) responden, baik 21 (28%) responden. Balita dengan kejadian diare sebanyak 42 (56%) balita dan yang tidak mengalami diare sebanyak 33 (44%) balita. Simpulan : Ada hubungan antara pengetahuan ibu tentang cuci tangan dan kebersihan lingkungan dengan kejadian diare. Perlu adanya pendidikan kesehatan terkait cara mencuci tangan yang baik dan benar serta lingkungan sehat untuk pencegahan diare.
HUBUNGAN DUKUNGAN KELUARGA DENGAN TINGKAT KEPATUHAN PADA PENDERITA DIABETES MELITUS TIPE II DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS MONTA KABUPATEN BIMA I. Gusti Ayu Mirah; Suryatno, Hadi; Yusrianti, Lusi; Wijaya, Alwan; Cahyono, Wahyu
PrimA: Jurnal Ilmiah Ilmu Kesehatan Vol. 11 No. 2 (2025): PrimA: Jurnal Ilmiah Ilmu Kesehatan
Publisher : LPPM STIKES Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47506/0m7ey206

Abstract

Latar belakang: Diabetes melitus (DM) adalah gangguan metabolisme kronis dengan ciri khas kadar gula darah tinggi akibat pankreas tidak mampu memproduksi insulin atau tidak efektif menggunakan insulin yang berpotensi menimbulkan komplikasi serius jika tidak dikelola dengan baik. Menurut WHO pada tahun 2022 sekitar 422 juta orang di dunia menderita Diabetes Melitus. Indonesia sendiri tercatat sekitar 10,7 juta pasien diabetes antara usia 20 dan 79 tahun. Tujuan: penelitian ini bertujuan mengetahui apakah ada hubungan dukungan keluarga dengan tingkat kepatuhan pada penderita diabetes melitus tipe II. Metode: Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan metode cross sectional. Jumlah sampel 80 orang yang diperoleh melalui purposive sampling dengan kriteria pasien yang tinggal serumah dengan keluarga. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner (dukungan keluarga dan tingkat kapatuhan), yang mana data dikumpulkan dengan teknik wawancara, lalu dianalisa menggunakan Chi Square. Hasil: penelitian menunjukkan responden, dominan perempuan dengan tingkat pendidikan dasar dan pekerjaan petani. Dukungan keluarga sebagian besar dalam kategori cukup pada semua item (informasi, instrumental,emosional, dan harga diri). Tingkat kepatuhan penderita DM tipe II sebagian besar berada dalam tingkat patuh pada item kunjungan ke layanan kesehatan, kepatuhan dosis dan obat, dan pemantauan gula darah sendiri. Sedangkan untuk pengelola aktifitas fisik dan pemeriksaan Hb dominan pada tingkat tidak patuh. Hasil uji Chi Square didapatkan hasil nilai p-value 0,000 yang artinya <0,05. Simpulan: ada hubungan dukungan keluarga dengan tingkat kepatuhan penderita diabetes melitus tipe II. Dengan demikian maka baiknya keluarga lebih meningkatkan dukungan terhadap anggota keluarga yang sedang menjalani pengobatan diabetes.