Claim Missing Document
Check
Articles

Found 10 Documents
Search

PENGARUH OLAH RAGA JOGGING TERHADAP PENURUNAN STRES PADA REMAJA YANG MENGALAMI SINDROME PREMENSTRUASI DI MA AL BADRIYAH RARANG TERARA KABUPATEN LOMBOK TIMUR Ilmi, Nurul; Halwiani, Baiq; Suryatno, Hadi; Putra, Ageng Abdi; Astuti, Febriati
JISIP: Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan Vol 6, No 1 (2022): JISIP (Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pendidikan (LPP) Mandala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58258/jisip.v6i1.2880

Abstract

Adolescent is a transitional period from childhood to adulthood and has the most conflicts in one's life. One of the changes taking place among the adolescents, especially female, is the change in sexuality. The development of the sexual organs is marked by premenstrual syndrome accompanied by uneasy feelings, especially stress.Jogging is an easy and cheap activity which can be done by anybody; yet it is very beneficial for body health, especially reducing the level of stress. However, the effectiveness of jogging to reduce the stress has not been keenly observed so far. This study is a pre-experimental study to find out the decrease of level of stress the adolescents experiencing premenstrual syndrome who are given jogging treatment. The number of samples in this study was 40 respondents, taken through accidental sampling. Data is collected by means of questionnaire and interview. The data, Stres level, is analyzed using wilcoxon match pairs test with error level of 5%. The result shows that there is a significant decrease of the stress level after the treatment, indicated by the fact that the value of z calculation of 5.41 is greater than the value of z table of 1,65. Therefore, it is suggested that adolescents practice jogging as a means of reducing of stress level when experiencing premenstrual syndrome.
Reminiscence Therapy through Kidung Bali for Depression of older people living in Urban area Sukardin, Sukardin; Suryatno, Hadi; Wayan Dewi Parwati, Ni; Made Sumartyawati, Ni
Jurnal Ilmiah Ilmu Keperawatan Indonesia Vol 11 No 02 (2021): Jurnal Ilmiah Ilmu Keperawatan Indonesia Volume 22 June 2021: Covid-19 disease,
Publisher : UIMA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (311.735 KB) | DOI: 10.33221/jiiki.v11i02.766

Abstract

Abstract: Aging process impacted the existence of health-related problems. Depression is one of the most common health problems that occurred in older people. Effects experienced by elderly depression is an increased risk of getting various diseases. So that we need therapy as an alternative treatment for depression in the elderly. Objectives: This study aimed to determine the effect of Reminiscence therapy through Kidung Bali on the changes in depression in the elderly in Urban area. Methods: This research was a quasi-experimental study performed on 33 Elderly in Mataram. Participants were randomly selected. The Geriatric Depression Scale (GDS) questionnaire was used to collect data related to Elderly Depression. Reminiscence therapy was conducted over five days, the duration of treatment approximately 30-40 minutes each meeting. Data were analyzed using Pearson and Spearman correlation and Wilcoxon-test in SPSS 24. Results: : This study illustrated that there was a change in the Geriatric Depression Scale score. Before giving the reminiscence therapy, a mean value was 5.67, and after being given the reminiscence therapy, the mean Value changed to 3.15. Statistical test results showed the p-value <α (0.000 <0.05). Conclusion: It can be concluded that There was an effect of Reminiscence therapy through Kidung Bali to elderly depression in Urban area. Reminiscence therapy through Kidung Bali is an alternative option in reducing depression in the elderly. Keywords: Reminiscence therapy, Kidung Bali, Elderly, Depression.
PENGARUH PELAKSANAAN KELAS IBU HAMIL TERHADAP PENINGKATAN PENGETAHUAN IBU TENTANG RESIKO KEHAMILAN PERSALINAN DAN NIFAS DI POSKESDES MATAKANDO WILAYAH KERJA PUSKESMAS MPUNDA KOTA BIMA Nurfaridah, Nurfaridah; Suryatno, Hadi; Hardiani, Sri; Nurhidayah, Nurhidayah
Research of Service Administration Health and Sains Healthys Vol 3, No 1 (2022): Research of Service Administration Health and Sains Healthys (Juni)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pendidikan (LPP) Mandala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58258/rehat.v3i1.4690

Abstract

Penyebab utama dari AKI dan AKB adalah adanya factor resiko kehamilan, persalinan, dan masa nifas. Masalah AKI dan AKB dapat dicegah melalui peningkatan pengetahuan ibu tentang resiko kehamilan, persalinan, dan masa nifas diantaranya melalui pemberdayaan dan pendidikan terhadap perempuan, keluarga serta pemberdayaan masyarakat salah satu upaya riil kebijakan ini adalah dengan pengembangan kegiatan kelas ibu hamil.Metode penelitian ini menggunakan rancangan ex-post facto one group pre-post test. Populasi 60 ibu hamil sampel 45 ibu hamil pengambilan dengan purpusi sampling dengan kuota Tolotando 15, Rabantala 15, Soncolela 15. Untuk pelaksanaan kelas ibu hamil menggunakan checklist. Analisis data menggunakan uji T sampel berpasangan (paired-sample T-Test) melalui program SPSS versi 20 for window membandingkan T-Hitung dengan nilai T-Tabel pada cx:0,05.Hasil penelitian menunjukan bahwa pengetahuan ibu hamil mengenai faktor resiko selama masa kehamilan, persalinan dan masa nifas di poskesdes matakando sebelum pelaksanaan kelas ibu hamil kategori baik 11,1%, persalinan kategori baik 44,4%, dan nifas kategori baik  4,4%, setelah pelaksanaan kelas ibu hamil pengetahuan tentang resiko kehamilan kategori  baik 73,7%, persalinan kategori baik 82,2% dan pengetahuan tentang nifas kategori baik 26,7%. Tahapan pelaksanaan kelas ibu hamil telah dilaksanakan dengan SOP pelaksanaan kelas ibu hamil.Kesimpulan menunjukkan ada pengaruh yang signifikan antara pelaksanaan kelas ibu hamil terhadap peningkatan pengetahuan ibu tentang resiko kehamilan, persalinan dan nifas. Berdasarkan Uji Analisis statistic dengan univariat dan bivariat hasil uji Paired samples T-test didapatkan nilai t hitung sebesar -9,035 dibandingkan dengan nilai t tabel 1,680 pada tingkat kepercayaan 95%
PENGARUH SIKAP IBU PASANGAN USIA SUBUR (PUS) TENTANG METODE KONTRASEPSI TERHADAP PEMILIHAN METODE KONTRASEPSI Eja, Tenri; Suryatno, Hadi; Khaerina, Rosita
Jurnal Midwifery Update (MU) Vol. 6 No. 1 (2024): Jurnal Midwifery Update (MU)
Publisher : Poltekkes Kemenkes Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32807/jmu.v6i1.142

Abstract

AbstrakSikap merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi pemilihan metode kontrasepsi. Penggunaan Kontrasepsi merupakan cara menghindari/mencegah terjadinya kehamilan maka yang membutuhkan kontrasepsi adalah pasangan yang aktif melakukan hubungan seks dan keduanya memiliki kesuburan normal namun tidak menghendaki kehamilan. Keputusan menggunakan kontrasepsi setelah melahirkan sebaiknya dilakukan segera setelah persalinan sampai dengan 42 hari postpartum. Adapun tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui sikap Ibu Pasangan Usia Subur tentang metode kontrasepsi terhadap pemilihan metode kontrasepsi. Metode penelitian ini menggunakan desain study corelasional dengan pendekatan cross sectional dan menggunakan instrumen penelitian yaitu kuesioner. Adapun subyek penelitiannya adalah ibu hamil primi gravida dan multigravida yang belum pernah melahirkan yang melakukan pemeriksaan ANC di Puskesmas Jereweh dari tanggal 16 Agustus-16 September 2021 yaitu sebanyak 49 responden. Tehnik pengumpulan sampel menggunakan total sampling.Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada pengaruh yang signifikan antara sikap terhadap pemilihan metode kontrasepsi. Dibuktikan dengan hasil uji chi-square, nilai P-value adalah 0,000 (<0,005). Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan semakin baik pengetahuan responden akan mempengaruhi sikap terhadap pemilihan metode kontrasepsi, sehingga diharapkan tenaga Kesehatan bisa secara berkesinambungan memberikan pemahaman baik berupa penyuluhan kelompok maupun individu (konseling) terkait tujuan, manfaat, waktu dan efek samping dari metode kontrasepsi yang akan di pilih untuk mencegah responden ber-KB setelah masa masa nifas. AbstractAttitude is one of the factors that influence the choice of contraceptive method. The use of contraception is a way to avoid/prevent pregnancy, so those who need contraception are couples who are actively having sex and both have normal fertility but do not want pregnancy. The decision to use contraception after delivery should be made immediately after delivery up to 42 days postpartum. The purpose of this study was to determine the attitudes of women in childbearing age (PUS) about contraceptive methods to the selection of contraceptive methods at the Jereweh Public Health Center. This study used a correlational study design with a cross sectional approach and the research instrument was a questionnaire. The research subjects were primigravida and multigravida pregnant women who had never given birth who performed ANC checkup at the Jereweh Health Center from 16 August-16 September 2021, the amount of respondents are 49 respondents. The technique of collecting samples using total sampling.The results showed that there was a significant influence between women attitudes towards the choice of contraceptive method. As evidenced by the results of the chi-square test, the P-value is 0.000 (<0.005). Based on the results of the study, it can be concluded that the better the respondent's knowledge will affect attitudes towards the choice of contraceptive method, so it is expected that health workers can continuously provide understanding in the form of group and individual counseling related to the purpose, benefits, timing and side effects of the contraceptive method to be chosen to prevent respondents from using family planning after the postpartum period.
PENGARUH PENYULUHAN DETEKSI DINI KANKER SERVIKS TERHADAP MOTIVASI PEMERIKSAAN IVA PADA IBU PASANGAN USIA SUBUR (PUS) Masraya, Masraya; Suryatno, Hadi; Khaerina, Rosita
Jurnal Midwifery Update (MU) Vol. 5 No. 2 (2023): Jurnal Midwifery Update (MU)
Publisher : Poltekkes Kemenkes Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32807/jmu.v5i2.143

Abstract

Kanker serviks merupakan masalah kesehatan yang penting bagi wanita di seluruh dunia yang perlu mendapat perhatian serius. Pemeriksaan IVA merupakan metode skrining sederhana dan praktis untuk mendeteksi kanker serviks. Motivasi Ibu PUS di Desa Sekongkang Atas masih kurang sehingga dibutuhkan metode untuk meningkatkan  motivasi Ibu PUS. Tujuan untuk mengetahui Pengaruh Penyuluhan Deteksi Dini Kanker  Serviks Terhadap Motivasi Pemeriksaan IVA Pada Ibu PUS di Desa Sekongkang Atas Kabupaten Sumbawa Barat. Penelitian ini menggunakan desain study corelasional dengan pendekatan cross sectional menggunakan instrument penelitian yaitu kuesioner. Adapun subyek penelitiannya adalah Ibu Pasangan usia subur (PUS) di Desa Sekongkang Atas dari tanggal 16 Agustus - 16 September 2021 yaitu sebanyak 40 responden. Tehnik pengumpulan menggunakan quata Sampling. Ada pengaruh yang signifikan antara penyuluhan deteksi dini kanker serviks terhadap motivasi pemeriksaan inspeksi visual asam asetat (IVA) dengan nilai (p-value adalah 0,001 (< 0,05). Berdasarkan penelitian dapat disimpulkan Penyuluhan mempunyai pengaruh penting terhadap Pemeriksaan Inspeki Visual Asetat (IVA) pada Ibu PUS. Diharapkan dengan mengikuti penyuluhan dapat meningkatkan kesadaran Ibu pasangan usia subur untuk melakukan tes IVA sebagai upaya deteksi dini kanker serviks.AbstractCervical cancer is an important health problem for women around the world that needs serious attention. An IVA check-up is a simple and practical screening method to detect cervical cancer. The motivation of PUS mothers in Sekongkang Atas Village is still lacking, so a method is needed to increase the motivation of PUS mothers. Objective to determine the effect of counselling on early detection of cervical cancer on the motivation for VIA examinations for women of reproductive age in Sekongkang Atas Village, West Sumbawa Regency. This research uses a correlational study design with a cross-sectional approach using a research instrument, namely a questionnaire. The subjects of this study were women as a Couples of Childbearing Age (PUS) in Sekongkang Atas Village from August 16 to September 16 2021, namely 40 respondents. The collection technique uses quota sampling. There was a significant effect between Counselling on Early Detection of Cervical Cancer on Motivation for Visual Inspection of Acetic Acid (IVA) check-up in Sekongkang Atas Village, West Sumbawa Regency with a value (p-value was 0.001 (< 0.05). Based on the research, it can be concluded that counselling has an important influence on the Visual Acetate Inspection Examination (IVA) in women of childbearing age. It is expected that participating in counselling can increase the awareness of women of childbearing age to carry out an IVA test as an effort to detect cervical cancer early.
PENGARUH PENDIDIKAN KESEHATAN KELUARGA TERHADAP KEPATUHAN DIET PENDERITA DIABETES MELLITUS TIPE 2 DI PUSKESMAS MASBAGIK LOMBOK TIMUR Ilmi, Nurul; Suryatno, Hadi; Surniati, Surniati
JISIP: Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan Vol 5, No 3 (2021): JISIP (Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pendidikan (LPP) Mandala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58258/jisip.v5i3.2082

Abstract

Abstrak. Diabetes Mellitus beresiko terhadap orang yang sering mengkonsumsi makanan yang mengandung gula atau pemanis terlalu berlebihan. Apabila kadar gula darah belum mendekati normal maka harus melakukan terapi diet karena dapat membantu mengurang kadar glukosa darah menjadi lebih baik untuk mencegah timbulnya komplikasi pada Diabetes Mellitus. Desain yang digunakan dalam penelitian ini adalah Pre ekperimental designdengan rancangan atau desain one group pra test-post test desain (pra pasca dalamsatu kelompok). Populasi semua pasien diabetes mellitus tipe 2 di Desa Masbagek Utara Wilayah Kerja puskesmas Masbagek Lombok Timur sebanyak 25 orang. Sampel dengan teknik sampel jenuh (total sampling). Instrumen yang digunakan yaitu wawancara dan observasi. observasi menggunakan Form Food Recall 24 jam. Analisa data pada penelitian ini menggunakan uji statistik t-test dengan taraf signifikan 0,05%. Berdasarkan hasil perthitungan dengan menggunakan analisa t-tes dengan menggunakan pre-post test one group design dapat diperoleh t-hitung 6 dengan jumlah responden 25 orang diperoleh DF=N-1=24. Derajat kebebasan bernilai 24 pada t-tabel dengan taraf signifikasi 0,05 bernilai 2,064 sehingga t-hitung>t-tabel (6>2,064) hal ini menunjukan ada pengaruh pendidikan kesehatan keluarga (penyuluhan) terhadap tingkat kepatuhan diet yang lebih tinggi pada responden setelah mengikuti pendidikan kesehatan keluarga (penyuluhan) dibandingkan dengan sebelum diberikan pendidikan kesehatan keluarga (penyuluhan) di Desa Masbagik Utara di Wilayah Kerja Puskesmas Masbagik Lombok Timur. Ada pengaruh pendidikan kesehatan keluarga (penyuluhan) terhadap kepatuhan diet pada penderita diabetes mellitus tipe 2 dimana nilai t hitung >t tabel = 6>2,064. Dengan pemberian pendidikan kesehatan keluarga (penyuluhan) dapat dijadikan sebagai masukan pengetahuan tentang diet pada penderita diabetes mellitus tipe 2 sesuai anjuran diet. Kata kunci: pendidikan kesehatan keluarga (penyuluhan), kepatuhan diet, penderita diabetes mellitus tipe 2
HUBUNGAN DUKUNGAN KELUARGA DENGAN TINGKAT KEPATUHAN PADA PENDERITA DIABETES MELITUS TIPE II DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS MONTA KABUPATEN BIMA I. Gusti Ayu Mirah; Suryatno, Hadi; Yusrianti, Lusi; Wijaya, Alwan; Cahyono, Wahyu
PrimA: Jurnal Ilmiah Ilmu Kesehatan Vol. 11 No. 2 (2025): PrimA: Jurnal Ilmiah Ilmu Kesehatan
Publisher : LPPM STIKES Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47506/0m7ey206

Abstract

Latar belakang: Diabetes melitus (DM) adalah gangguan metabolisme kronis dengan ciri khas kadar gula darah tinggi akibat pankreas tidak mampu memproduksi insulin atau tidak efektif menggunakan insulin yang berpotensi menimbulkan komplikasi serius jika tidak dikelola dengan baik. Menurut WHO pada tahun 2022 sekitar 422 juta orang di dunia menderita Diabetes Melitus. Indonesia sendiri tercatat sekitar 10,7 juta pasien diabetes antara usia 20 dan 79 tahun. Tujuan: penelitian ini bertujuan mengetahui apakah ada hubungan dukungan keluarga dengan tingkat kepatuhan pada penderita diabetes melitus tipe II. Metode: Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan metode cross sectional. Jumlah sampel 80 orang yang diperoleh melalui purposive sampling dengan kriteria pasien yang tinggal serumah dengan keluarga. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner (dukungan keluarga dan tingkat kapatuhan), yang mana data dikumpulkan dengan teknik wawancara, lalu dianalisa menggunakan Chi Square. Hasil: penelitian menunjukkan responden, dominan perempuan dengan tingkat pendidikan dasar dan pekerjaan petani. Dukungan keluarga sebagian besar dalam kategori cukup pada semua item (informasi, instrumental,emosional, dan harga diri). Tingkat kepatuhan penderita DM tipe II sebagian besar berada dalam tingkat patuh pada item kunjungan ke layanan kesehatan, kepatuhan dosis dan obat, dan pemantauan gula darah sendiri. Sedangkan untuk pengelola aktifitas fisik dan pemeriksaan Hb dominan pada tingkat tidak patuh. Hasil uji Chi Square didapatkan hasil nilai p-value 0,000 yang artinya <0,05. Simpulan: ada hubungan dukungan keluarga dengan tingkat kepatuhan penderita diabetes melitus tipe II. Dengan demikian maka baiknya keluarga lebih meningkatkan dukungan terhadap anggota keluarga yang sedang menjalani pengobatan diabetes.
PENERAPAN STANDAR ASUHAN KEPERAWATAN  PADA KEPUASAN KERJA PERAWAT DI RUANG INTERNA, RUANG ANAK DAN RUANG HEMODIALISA RSUD dr. R. SOEDJONO SELONG KABUPATEN LOMBOK TIMUR Putra, Ageng Abdi; Kurniati; Wijaya, Alwan; Suryatno, Hadi
PrimA: Jurnal Ilmiah Ilmu Kesehatan Vol. 11 No. 2 (2025): PrimA: Jurnal Ilmiah Ilmu Kesehatan
Publisher : LPPM STIKES Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47506/6y0htr92

Abstract

Pendahuluan: Penerapan Standar Asuhan Keperawatan (SAK) yang tepat akan meningkatkan kepuasan kerja perawat karena memberikan pedoman yang jelas dalam menjalankan tugas dan tanggung jawabnya. Tujuan: Mengetahui Hubungan penerapan standar asuhan keperawatan dengan kepuasan kerja perawat di Ruang Interna, Ruang Anak Dan Ruang Hemodialisa RSUD dr.R. Soedjono Selong Kabupaten Lombok Timur Metode: Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan desain korelasional. Populasi penelitian ini yaitu 58 perawat pelaksana. Sampel pada penelitian ini yang sesuai dengan kriteria inklusi sebanyak 58 perawat pelaksana. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner dan analisis data dilakukan menggunakan metode korelasi Rank Spearman. Hasil: Hasil penelitian pada standar asuhan keperawatan, kategori yang paling banyak pada ruang interna yang berjumlah 29 perawat (50%) dengan kategori cukup. Sedangkan pada kepuasan kerja perawat, kategori yang paling banyak pada ruang interna yang berjumlah 20 perawat (34.4%) dengan kategori puas. Hasil penelitian ini menunjukkan ada hubungan penerapan standar asuhan keperawatan dengan kepuasan kerja perawat (p=0,000). Kesimpulan: Ada hubungan penerapan standar asuhan keperawatan dengan kepuasan kerja perawat di ruang interna, ruang anak dan ruang hemodialisa RSUD dr. R. soedjono selong kabupaten lombok timur.
HUBUNGAN DUKUNGAN KELUARGA DENGAN KEAKTIFAN DAN KEMANDIRIAN LANSIA DI POSYANDU KELUARGA DI DESA BENTEK KECAMATAN GANGGA Suryatno, Hadi; Hadi; Astuti, Febriati; Sukardin; Rohmiati
PrimA: Jurnal Ilmiah Ilmu Kesehatan Vol. 11 No. 2 (2025): PrimA: Jurnal Ilmiah Ilmu Kesehatan
Publisher : LPPM STIKES Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47506/gzndn043

Abstract

Pendahuluan: Posyandu Keluarga adalah bentuk pelayanan kesehatan berbasis masyarakat yang dirancang untuk meningkatkan derajat kesehatan pada seluruh tahapan kehidupan, termasuk kelompok lansia. Keberhasilan kegiatan Posyandu Keluarga sangat ditentukan oleh tingkat keaktifan dan kemandirian lansia dalam berpartisipasi pada berbagai aktivitas yang disediakan, seperti pemeriksaan kesehatan berkala, senam lansia, dan kegiatan penyuluhan kesehatan. Lansia yang mampu berperan aktif dan mandiri umumnya memiliki kondisi kesehatan yang lebih optimal serta dapat mempertahankan peran sosialnya di lingkungan masyarakat. Tujuan: Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan dukungan keluarga dengan keaktifan dan kemandirian lansia posyandu keluarga di Desa Bentek. Metode: Metode penelitian kuantitatif dengan metode cross sectional, jumlah sampel dalam penelitian ini sebanyak 84 responden didapatkan dengan teknik Proportionate Stratified Random Sampling. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner dan wawancara. Hasil dari kuesioner dianalisis menggunakan uji Chi Square. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan Dukungan keluarga kategori kurang sebanyak 61 responden (72,6%) ditunjukkan dengan kurangnya penghargaan yang diberikan kepada lansia, keaktifan kategori tidak aktif sebanyak 40 responden (47,6%) ditunjukkan dengan lansia tidak mengikuti olahraga seperti senam lansia, tidak mengikuti pendidikan kesehatan, pemeriksaan secara berkala, kemandirian kategori tidak mandiri sebanyak 67 responden (79,8%) ditunjukkan dengan tidak dapat melakukan aktivitas berat seperti naik turun tangga. Uji analisa data menunjukkan p value 0,003< 0,05. Kesimpulan: Ada hubungan dukungan keluarga dengan keaktifan lansia datang ke posyandu keluarga dengan kemandirian lansia di Desa Bentek.
DAMPAK KOMUNIKASI SBAR (SITUATION, BACKGROUND, ASSESMENT, RECOMMENDATION) PADA KUALITAS HANDOVER DI RUANG HCU (HIGH CARE UNIT) RUMAH SAKIT UMUM DAERAH PROVINSI NUSA TENGGARA BARAT Ayu Sari, Nirma; Hadi; Astuti, Febriati; Abdi Putra, Ageng; Santi Tri Ulandari, Ni Nyoman; Suryatno, Hadi
PrimA: Jurnal Ilmiah Ilmu Kesehatan Vol. 11 No. 2 (2025): PrimA: Jurnal Ilmiah Ilmu Kesehatan
Publisher : LPPM STIKES Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47506/czz6a906

Abstract

Pendahuluan : Komunikasi efektif dalam proses handover sangat penting untuk memastikan keselamatan pasien dan kualitas pelayanan kesehatan. Metode SBAR (Situation, Background, Assesment, Recommendation) telah digunakan sebagai standar dalam berbagai bidang kesehatan. Tujuan : Penelitian bertujuan untuk untuk mengetahui pengaruh komunikasi SBAR (Situation, Background, Assesment, Recommendation) terhadap kualitas handover di Ruang HCU (High Care Unit) Rumah Sakit Umum Daerah Provinsi NTB. Metode : kuantitatif dengan desain cross sectional. Data dikumpulkan melalui kuisioner dan observasi. Populasi dalam penelitian ini sebanyak 69 orang, dengan perhitungan sampel didapatkan sebanyak 46 perawat sebagai responden. Teknik pengambilan sampel dengan purposive sampling. Analisa data menggunakan uji chi square. Hasil : Penelitian menunjukkan bahwa dari 46 responden terdapat 93,5% perawat dengan komunikasi efektif, dilihat dari kualitas handover pada tingkat baik sebanyak 44 perawat (95,7%) dengan uji analisa chi square didapatkan p value 0,000 < 0,05. Kesimpulan : dalam penelitian ini adalah ada pengaruh antara komunikasi SBAR (Situation, Background, Assesment, Recommendation) terhadap kualitas handover di Ruang HCU (High Care Unit) Rumah Sakit Umum Daerah Provinsi NTB. Karena penelitian ini diharapkan dapat meningkatkan kerangka pikir untuk pengembangan penelitian lainnya terkait pengaruh pelaksanaan komunikasi SBAR terhadap kualitas handover.