Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

Sosialisasi Aplikasi ZISWAF sebagai Optimalisasi Pengelolaan Dana Zakat, Infak, Sedekah, dan Wakaf bagi Generasi Z di Kota Agung, Lampung Dedi Wahyudi; Ditha Alvira; Devy Septi Heryani; Nurheti Nurheti; Agus Salim; Meiria Nurphi
Jurnal Sinergi Bangsa Vol. 1 No. 1 (2025): Jurnal Sinergi Bangsa
Publisher : Madiha Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan literasi dan partisipasi Generasi Z di Kota Agung, Lampung, dalam pengelolaan Zakat, Infak, Sedekah, dan Wakaf (ZISWAF) melalui pengenalan dan sosialisasi aplikasi digital. Dengan metode edukasi interaktif dan praktik langsung di kampus STEBI Tanggamus pada Agustus 2024, kegiatan ini menargetkan 20 pemuda/i berusia 15-30 tahun. Hasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan signifikan dalam pemahaman peserta tentang ZISWAF dan minat tinggi mereka terhadap penggunaan aplikasi digital untuk berdonasi. Keberhasilan ini mengindikasikan bahwa digitalisasi ZISWAF adalah solusi efektif untuk memperluas jangkauan donatur dan mengoptimalkan pengelolaan dana, sejalan dengan karakteristik Generasi Z yang akrab teknologi. Saran meliputi kolaborasi lembaga amil dengan komunitas pemuda dan pengembangan fitur aplikasi yang lebih menarik.
Peran Guru PAI dalam Membangun Pemahaman Toleransi Antarumat Beragama di Lingkungan Sekolah Ditha Alvira; Nurheti Nurheti; Meiria Nurphi
Journal of Innovative and Creativity Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran guru Pendidikan Agama Islam (PAI) dalam membangun pemahaman toleransi antarumat beragama di lingkungan sekolah. Menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus, penelitian dilakukan di UPTD SDN 31 dan UPTD SDN 32 Negerikaton, melibatkan guru PAI dan kepala sekolah sebagai subjek. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan teknik reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan, dengan triangulasi sebagai upaya menjaga keabsahan data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru PAI memiliki pemahaman yang baik tentang toleransi sebagai ajaran Islam yang mengedepankan penghargaan terhadap perbedaan. Mereka menerapkan berbagai strategi, termasuk integrasi kurikulum, keteladanan, diskusi, dan proyek kolaboratif, yang secara positif memengaruhi pemahaman dan perilaku toleran siswa. Meskipun menghadapi kendala internal (kompetensi dan waktu) dan eksternal (pengaruh keluarga dan media sosial), peran guru PAI secara signifikan berkontribusi pada terciptanya iklim sekolah yang harmonis dan inklusif. Penelitian ini menyimpulkan bahwa guru PAI memegang peranan krusial dalam menanamkan nilai-nilai toleransi, menyoroti pentingnya dukungan berkelanjutan untuk optimalisasi peran mereka di sekolah multikultural
Eksploitasi Anak Berkedok Konten Keluarga: Menggugat Fenomena Sharenting dalam Perspektif Hukum Ketenagakerjaan dan Privasi Anak Meiria Nurphi; Nurheti Nurheti; Ditha Alvira
Journal of Innovative and Creativity Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini mengkaji fenomena sharenting komersial di Indonesia, di mana aktivitas anak dalam konten digital bertransformasi dari dokumentasi keluarga menjadi komodifikasi ekonomi. Melalui metode yuridis normatif dengan pendekatan perundang-undangan dan konseptual, studi ini menganalisis kekosongan hukum dalam perlindungan tenaga kerja anak digital (kidfluencers) dan pelanggaran hak privasi anak. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sharenting yang dimonetisasi memenuhi unsur hubungan kerja namun sering kali lolos dari jerat hukum ketenagakerjaan karena berlindung di bawah narasi "minat dan bakat", mengakibatkan eksploitasi ekonomi tanpa jaminan upah atau batasan jam kerja. Di sisi lain, praktik ini melanggar Undang-Undang Perlindungan Data Pribadi dan hak anak atas privasi karena data anak disebar secara permanen tanpa persetujuan yang valid (informed consent), menempatkan anak pada risiko jangka panjang. Penelitian ini merekomendasikan revisi regulasi ketenagakerjaan untuk mengakui child influencer sebagai pekerja anak dengan perlindungan khusus, serta penegakan hukum privasi yang lebih ketat terhadap orang tua dan platform digital.
Juridical Issues of Copyright on Generative AI Artworks and the Redefinition of Legal Subjects Meiria Nurphi; Nurheti Nurheti; Ditha Alvira
SocioSphere: Interdisciplinary Journal of Social Sciences and Humanities Vol. 2 No. 1 (2026): SocioSphere: Interdisciplinary Journal of Social Sciences and Humanities
Publisher : Madiha Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study analyzes the copyright ownership status of generative AI artworks under Law No. 28 of 2014 on Copyright and the urgency of redefining legal subjects in Indonesia. Using a normative juridical method with statutory and conceptual approaches, this study finds that Indonesia's copyright regime, which adheres to the principle of human authorship, creates a legal vacuum for works autonomously generated by artificial intelligence. This research examines three legal protection scenarios: works as public domain, user ownership, and the concept of computer-aided works. The analysis results indicate that granting independent legal subject status to AI (electronic personhood) is not yet urgent and risks disrupting the doctrine of civil liability. As a solution, the study recommends an approach of attributing rights to humans with dominant creative contributions or the formation of more adaptive sui generis regulations.
Integrasi Ekonomi Syariah pada Model Bisnis Teknologi Pendidikan: Tinjauan Pustaka Sistematis Dedi Wahyudi; Ditha Alvira; Wahyu Pramana
Jurnal Riset Ekonomi dan Manajemen Perbankan Vol. 3 No. 2 (2026): Jurnal Riset Ekonomi dan Manajemen Perbankan
Publisher : Madiha Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.67197/jremp.v3i2.286

Abstract

Industri teknologi pendidikan (edtech) tumbuh dengan kecepatan yang melampaui kemampuan kajian akademis untuk mengikutinya, termasuk dari perspektif ekonomi syariah. Penelitian ini mensintesis model bisnis platform pendidikan digital dari berbagai negara dan mengevaluasi kesesuaiannya dengan prinsip ekonomi Islam, khususnya larangan riba, gharar, dan maysir, serta tuntutan transparansi dan keadilan distribusi nilai. Metode yang digunakan adalah tinjauan pustaka sistematis (SLR) dengan protokol PRISMA, melalui pencarian pada basis data Scopus, Web of Science, dan Google Scholar dalam rentang 2015–2024. Dari 487 artikel yang teridentifikasi, 42 memenuhi kriteria inklusi dan dianalisis secara tematik. Sintesis menunjukkan empat model bisnis dominan pada platform edtech, freemium, subscription, B2B enterprise, dan marketplace, dengan derajat kompatibilitas yang berbeda-beda. Model subscription menunjukkan kesesuaian paling kuat karena strukturnya mendekati akad ijarah, sedangkan model berbasis iklan dan monetisasi data mengandung unsur gharar yang memerlukan penanganan regulatif berbasis maqashid syariah. Penelitian ini merumuskan “Edtech Syariah Framework” sebagai panduan bagi operator platform dan regulator dalam membangun ekosistem edtech yang halal dan berkeadilan.
Edukasi Manajemen Keuangan Digital (Fintech) Syariah Dan Bahaya Pinjaman Online Ilegal Bagi Mahasiswa Stebi Tanggamus Dedi Wahyudi; Ditha Alvira; Nirmala Dewi; Agus Salim; Syiar Irmania Arida
Jurnal Sinergi Bangsa Vol. 2 No. 2 (2026): Jurnal Sinergi Bangsa
Publisher : Madiha Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.67197/jsb.v2i2.287

Abstract

Penetrasi teknologi keuangan (FinTech) di kalangan mahasiswa meningkat pesat, namun tanpa literasi yang memadai, mahasiswa rentan terjerat pinjaman online (pinjol) ilegal yang beroperasi di luar pengawasan Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Kondisi ini diperparah oleh terbatasnya pemahaman tentang produk keuangan yang sesuai prinsip syariah. Pengabdian masyarakat ini bertujuan meningkatkan literasi keuangan digital syariah mahasiswa STEBI Tanggamus melalui workshop interaktif yang dirancang menggunakan pendekatan Asset-Based Community Development (ABCD). Kegiatan berlangsung selama empat minggu dan melibatkan 120 mahasiswa aktif. Program mencakup empat modul: (1) pengenalan ekosistem FinTech syariah di Indonesia, (2) analisis risiko pinjol ilegal, (3) praktik penggunaan aplikasi keuangan digital halal, dan (4) perencanaan keuangan berbasis nilai Islam. Hasil pengukuran pre-test dan post-test menunjukkan peningkatan rata-rata skor literasi keuangan syariah sebesar 47 poin persentase, dari 33,2% menjadi 80,2%. Kemampuan mengidentifikasi platform halal mencatat peningkatan tertinggi, yakni 49 poin persentase. Temuan ini menunjukkan bahwa pendekatan ABCD yang berpijak pada kekuatan komunitas efektif mendorong transformasi literasi keuangan digital mahasiswa di perguruan tinggi keagamaan Islam. Artikel ini berkontribusi pada pengembangan model pengabdian berbasis literasi FinTech syariah untuk konteks mahasiswa PTKIN/PTKIS.