Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Pelatihan Teknik Budidaya Tanaman Pakan dan Pengolahan Pakan Sapi Potong di Kabupaten Bone Putra Astaman; Aulia Nurul Hikmah; Dita Rosyita; Nur Meili Zakiyah
Sinergi Aksi Nyata Cendekia Vol 1, No 1 (2025): Agustus
Publisher : Lembaga Penelitian, Pengembangan, Pemberdayaan Potensi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.6131/sancaka.v1i1.172

Abstract

Ketersediaan pakan ternak yang berkualitas dan berkelanjutan menjadi kendala utama dalam usaha peternakan sapi di CV. Mapan Tujuh Dua Dua Farm, Kabupaten Bone. Kendala yang dihadapi meliputi jarak tempuh sumber pakan yang jauh, ketergantungan pada pakan alami tanpa budidaya, dan kurangnya tenaga terampil dalam pengolahan pakan. Hal ini berdampak pada efisiensi biaya dan produktivitas ternak. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas masyarakat dan karyawan peternakan dalam teknik budidaya tanaman pakan serta pengolahan pakan yang efisien. Metode yang digunakan adalah pelatihan partisipatif yang terdiri dari (1) penyuluhan mengenai pentingnya budidaya tanaman pakan secara mandiri, (2) demonstrasi teknik pembukaan lahan, penanaman, dan perawatan tanaman pakan, (3) praktik pengolahan pakan sederhana untuk meningkatkan nilai gizi, dan (4) pendampingan dalam pembuatan pagar lahan pakan untuk melindungi dari gangguan hewan liar. Peserta pelatihan, yang terdiri dari karyawan peternakan dan masyarakat sekitar, menunjukkan peningkatan pemahaman dan keterampilan yang signifikan. Terbukti dengan terbukanya lahan pakan baru seluas ±0,5 hektar, terpasangnya pagar pelindung, dan peserta mampu mempraktikkan teknik pengambilan serta pengolahan pakan yang lebih efisien. Evaluasi respons peserta menunjukkan tingkat kepuasan di atas 85%. Program pelatihan ini efektif dalam membekali peserta dengan kompetensi budidaya dan pengolahan pakan. Dampak jangka panjang yang diharapkan adalah berkurangnya biaya transportasi pakan, meningkatnya kualitas pakan, dan tercapainya kemandirian pakan ternak yang berkelanjutan.
KERAGAMAN PERTUMBUHAN VEGETATIF SEMBILAN JENIS PADI HITAM SEBAGAI SUMBER PLASMA NUTFAH POTENSIAL Zainal Abidin; Tri Handoyo; Ummi Sholikhah; Ida Maratul Khamidah; Nur Meili Zakiyah; Roby
BIOLOVA Vol. 7 No. 1 (2026): Volume 7 Nomor 1 Maret Tahun 2026
Publisher : Universitas Muhammadiyah Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24127/biolova.v7i1.11071

Abstract

Abstrak: Karakter pertumbuhan vegetatif tanaman padi merupakan indikator awal yang penting dalam mengevaluasi potensi genotipe sebagai sumber daya genetik tanaman. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis keragaman karakter vegetatif pada sembilan genotipe padi hitam lokal, yang meliputi tinggi tanaman, diameter batang, jumlah anakan, serta panjang dan lebar daun. Pengamatan dilakukan pada fase vegetatif dengan menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK). Hasil penelitian menunjukkan bahwa perbedaan genotipe berpengaruh sangat nyata terhadap seluruh parameter vegetatif yang diamati (p < 0,05). Genotipe Hitam Purwokerto menunjukkan tinggi tanaman dan jumlah anakan tertinggi, sedangkan genotipe Hitam Melik memiliki diameter batang terbesar, dan genotipe Pari Ireng memperlihatkan panjang daun terpanjang. Variasi karakter tersebut mencerminkan adanya perbedaan genetik serta potensi adaptasi genotipe terhadap lingkungan tumbuh. Hasil penelitian menegaskan pentingnya karakter vegetatif sebagai dasar dalam seleksi genotipe unggul untuk kegiatan konservasi dan pemuliaan padi hitam lokal, khususnya dalam pengembangan varietas dengan kombinasi sifat optimal yang tahan rebah dan efisien dalam proses fotosintesis. Kata kunci: Karakter morfologi, genotipe, seleksi Abstrack: Vegetative growth characteristics of rice plants are important early indicators in evaluating the potential of a genotype as a plant genetic resource. This study aimed to analyze the diversity of vegetative characteristics in nine local black rice genotypes, including plant height, stem diameter, number of tillers, and leaf length and width. Observations were conducted during the vegetative phase using a Randomized Block Design (RBD). The results showed that genotype differences significantly affected all observed vegetative parameters (p < 0.05). The Black Purwokerto genotype showed the highest plant height and number of tillers, while the Black Melik genotype had the largest stem diameter, and the Pari Ireng genotype showed the longest leaf length. These character variations reflect genetic differences and the potential adaptation of genotypes to the growing environment. The results of this study emphasize the importance of vegetative characteristics as a basis for selecting superior genotypes for conservation and breeding activities of local black rice, especially in developing varieties with optimal combinations of traits that are resistant to lodging and efficient in the process of photosynthesis. Key word: Morphological characters, genotype, selection
Phenological Stage Application of Gibberellin to Enhance Fruit Quality of Melon (Cucumis melo ‘Fujisawa’) under NFT Hydroponic System Hidayat, Ramdan; Fasya, Elfira Rizki Oktaviana; Nugrahani, Pangesti; Zakiyah, Nur Meili
AGRIVITA Journal of Agricultural Science Vol 48, No 2 (2026)
Publisher : Faculty of Agriculture University of Brawijaya in collaboration with PERAGI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17503/agrivita.v41i0.5140

Abstract

National melon production remains suboptimal due to the crop’s sensitivity to the environment and lack of management practices. This study analyzed the interaction between GA₃ concentration (0, 50, 100, 150 ppm) and application timing (pre-anthesis, anthesis, post-anthesis) on growth, yield, and fruit quality of Fujisawa melon in an NFT hydroponic system. Significant concentration × timing interactions (p<0.05) optimized fruit traits at 100 ppm + anthesis: weight increased by 0.49 kg (24.1%) to 2.03 kg, flesh thickness by 1.33 cm (25.7%) to 5.17 cm, diameter by 1.79 cm (10.9%) to 16.38 cm, and volume by 413 cm³ (21.2%) to 1,950 cm³ vs. control. Regardless of timing, 100 ppm GA₃ accelerated flowering (2.71 days) and harvest (3.87 days) vs. control and increased total soluble solids by 2.33 to 16.33ºBrix. Pre-anthesis application enhanced plant length by 8.57–9.41 cm and hastened flowering by 0.87–0.99 days compared to other timings. Leaf number and fruit cavity were unaffected by either treatment (p>0.05). The regression for fruit traits at anthesis (R²=0.74–0.85) confirmed optimum concentrations of 67.50–138.50 ppm; ≥150 ppm diminished benefits. These findings provide recommendations: 100 ppm GA₃ at anthesis maximizes yield components, 75 ppm at flexible times increases sweetness levels.
Mapping Plant Biotechnology Research for Low Heavy Metal Accumulation and Crop Safety: A Bibliometric–SLR Study Highlighting CRISPR-Cas9 Nur Meili Zakiyah; Bella Rhea Lavifa Sanjaya; Sutini Sutini
G-Tech: Jurnal Teknologi Terapan Vol 10 No 1 (2026): G-Tech, Vol. 10 No. 1 January 2026
Publisher : Universitas Islam Raden Rahmat, Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70609/g-tech.v10i1.8732

Abstract

Heavy metal contamination in agriculture presents a growing risk to food security, underscoring the need for precise and scalable biotechnological solutions. This study maps the research landscape of plant biotechnology for reducing heavy metal accumulation using an integrated bibliometric analysis (Bibliometrix/Biblioshiny and VOSviewer) combined with a PRISMA-based SLR of 43 English-language empirical articles published between 1997 and 2025. The analysis identifies four major thematic clusters: tolerance mechanisms, field applications, multi-omics, and genome editing that indicating a shift from early physiological studies toward precision biotechnology. The focused SLR reveals that CRISPR-Cas9, although still limited in publication volume, has emerged as a strategically positioned research front, particularly in recent crop-focused genome-editing studies involving agriculturally relevant species. Geographical patterns show strong research productivity in Asia and high scientific influence in Western countries. Despite the modest dataset, this study provides a strategic roadmap for prioritizing CRISPR applications, strengthening interdisciplinary integration, and accelerating biotechnology-based solutions for food safety and sustainable agriculture.