Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Penilaian Ranah Kognitif dalam Pembelajaran Bahasa Arab: Konsep, Praktik, dan Tantangannya Keysa Tamami; Maria Andieni Juniyati; Sulaeman Sulaeman; Ubaid Ridlo; Raswan Raswan
Qawa’id: Jurnal Bahasa dan Sastra Arab Vol 1 No 02 (2025): Qawa’id: Jurnal Bahasa dan Sastra Arab
Publisher : Qawa’id: Jurnal Bahasa dan Sastra Arab

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penilaian ranah kognitif merupakan aspek penting dalam pembelajaran bahasa Arab karena berfungsi mengukur kemampuan berpikir peserta didik mulai dari tingkat rendah hingga tinggi sesuai klasifikasi Taksonomi Bloom. Namun, praktik di lapangan menunjukkan dominasi pada pengukuran kemampuan mengingat dan memahami, sedangkan kemampuan berpikir tingkat tinggi seperti menganalisis, mengevaluasi, dan mencipta masih kurang mendapat perhatian. Penelitian ini bertujuan mengkaji konsep, bentuk, serta tantangan pelaksanaan penilaian ranah kognitif dalam pembelajaran bahasa Arab. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan jenis penelitian kepustakaan (library research), melalui analisis isi terhadap buku, artikel jurnal, dan dokumen akademik terkait. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar instrumen penilaian guru bahasa Arab berupa tes objektif, seperti pilihan ganda dan isian singkat, yang hanya mengukur kemampuan kognitif tingkat rendah, sementara instrumen untuk kemampuan analisis, evaluasi, dan kreasi masih terbatas dan sering tanpa rubrik penilaian yang jelas, sehingga menimbulkan potensi subjektivitas. Temuan ini mengungkap bahwa keterbatasan waktu, kurangnya pelatihan guru, dan minimnya pemanfaatan teknologi menjadi faktor utama yang menghambat penerapan penilaian kognitif secara komprehensif. Berdasarkan hasil tersebut, penelitian ini merekomendasikan pengembangan instrumen penilaian berbasis Taksonomi Bloom, penggunaan rubrik analitis, serta integrasi teknologi digital untuk meningkatkan validitas, reliabilitas, dan objektivitas penilaian ranah kognitif dalam pembelajaran bahasa Arab.
Dinamika Perubahan Makna dalam Kajian Semantik Bahasa Arab dan Indonesia Keysa Tamami; Fatimah Azzahra Putri; Imroatus Solihah; Nurhalimah Sibar
An-Nuriyah: Journal Of Islamic Technology And Informatics Education Vol 2 No 01 (2026): An-Nuriyah: Journal Of Islamic Technology And Informatics Education
Publisher : An-Nuriyah: Journal Of Islamic Technology And Informatics Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perubahan makna (semantic change atau al-taghayyur al-dilālī) merupakan fenomena linguistik yang tidak terelakkan karena bahasa bersifat dinamis dan terus berkembang mengikuti perubahan sosial, budaya, dan intelektual masyarakat penuturnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji konsep, jenis, faktor penyebab, serta implikasi perubahan makna dalam perspektif ilmu semantik dan linguistik historis dengan fokus pada bahasa Arab dan bahasa Indonesia. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi pustaka, melalui analisis terhadap buku-buku linguistik, artikel jurnal, serta sumber-sumber klasik dan modern yang relevan. Landasan teori yang digunakan meliputi Teori Semantik Struktural Ferdinand de Saussure, Teori Medan Makna Jost Trier, serta pendekatan relevansi sosial-kultural yang menekankan hubungan antara bahasa dan konteks masyarakat penuturnya. Hasil kajian menunjukkan bahwa perubahan makna dalam bahasa Arab dapat diklasifikasikan ke dalam tujuh bentuk utama, yaitu penyempitan makna (takhṣīṣ), perluasan makna (taʿmīm), pergeseran makna (naql), peningkatan nilai makna (ameliorasi), penurunan nilai makna (peyorasi), perubahan figuratif (majāz dan istiʿārah), serta ambiguitas semantik (polisemi). Faktor penyebab perubahan makna meliputi perkembangan budaya dan peradaban, kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi, pengaruh bahasa asing, serta perbedaan interpretasi dan nilai rasa masyarakat. Kajian ini menegaskan bahwa perubahan makna tidak hanya merupakan proses linguistik internal, tetapi juga refleksi perubahan sosial dan budaya. Oleh karena itu, pemahaman terhadap perubahan makna memiliki implikasi penting dalam kajian semantik, pragmatik, sosiolinguistik, serta pembelajaran bahasa Arab dan Indonesia secara kontekstual dan historis.