Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Muhammad Qaddur: Biografi Intelektual, Karya-Karyanya, Pemikiran Kebahasaaraban, dan Pengaruhnya terhadap Pengembangan Linguistik Arab Fatimah Azzahra Putri; Muhbib Abdul Wahab; Erta Mahyudin; Azkia Muharom Albantani
SciNusa: Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora Vol 2 No 01 (2026): SciNusa: Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora
Publisher : SciNusa: Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Makalah ini mengkaji pemikiran kebahasaaraban Ahmad Muhammad Qaddur sebagai salah satu tokoh penting dalam studi linguistik Arab modern. Penelitian ini bertujuan untuk memetakan biografi intelektual Qaddur, mengidentifikasi karya-karya utamanya, menganalisis karakter pemikirannya, serta menelusuri pengaruhnya terhadap pengembangan linguistik Arab di dunia Arab dan non-Arab. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif-deskriptif dengan pendekatan studi pustaka terhadap karya-karya Qaddur, artikel ilmiah, dan penelitian akademik yang relevan. Hasil kajian menunjukkan bahwa Qaddur memiliki kontribusi signifikan dalam menjembatani warisan linguistik Arab klasik dengan teori linguistik modern, khususnya dalam bidang fiqh al-lughah, ilmu al-aṣwāt, dan pembinaan terminologi linguistik Arab. Pemikirannya bercorak integratif, historis, dan deskriptif, namun tetap berpijak pada komitmen normatif terhadap pelestarian bahasa Arab fuṣḥā. Selain itu, keterlibatannya dalam Majma‘ al-Lughah al-‘Arabiyyah Damaskus memperkuat perannya dalam perumusan kebijakan bahasa dan standardisasi istilah kebahasaan. Pengaruh pemikiran Qaddur juga terlihat dalam dunia akademik non-Arab, termasuk Indonesia, terutama dalam kajian semantik, analisis kesalahan berbahasa, dan pendidikan bahasa Arab. Dengan demikian, Qaddur dapat diposisikan sebagai figur sentral dalam upaya modernisasi linguistik Arab tanpa memutus keterkaitannya dengan tradisi keilmuan klasik.
الإطناب : ذكر الخاص بعد العام وبالعكس، والإيضاح بعد العام والتكرار، والاعتراض في القرآن Fatimah Azzahra Putri; Hidayat Hidayat; Zainal Muttaqin
Qawa’id: Jurnal Bahasa dan Sastra Arab Vol. 2 No. 01 (2026): Qawaid: Jurnal Bahasa dan Sastra Arab
Publisher : Qawa’id: Jurnal Bahasa dan Sastra Arab

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This paper explores the rhetorical concept of al-Iṭnâb (overstatement) in the Qur’an, a significant stylistic feature within the field of Arabic rhetoric (balāghah). Al-Iṭnâb is discussed as a linguistic strategy that involves extending expressions without altering their core meaning, enhancing clarity, emphasis, and aesthetic appeal. Specifically, the study examines four primary forms of al-Iṭnâb found in the Qur’anic text: (1) the specification of a general statement with a particular one, (2) the explanation following a general statement, (3) repetition, and (4) interruption or interjection within sentences. Using a qualitative descriptive approach, this study analyzes Qur’anic verses that illustrate these forms, employing content analysis based on classical balāghah theories. The findings demonstrate that al-Iṭnâb is not merely an embellishment but serves profound communicative purposes: reinforcing meanings, emphasizing divine messages, and beautifying the language. The research underscores the importance of understanding the Qur’anic rhetorical system for interpreting its deeper spiritual and aesthetic meanings.