Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Determinant Influence on the Incident of Stunting Toddlers in the Working Area of the Johan Pahlawan Health Center, Johan Pahlawan District, West Aceh Regency Finda Widya; Marniati Marniati; Rismawati Rismawati; Darmawan Darmawan; Firman Firdaus Saputra; Kevin Diniandra Putra
J-Kesmas: Jurnal Fakultas Kesehatan Masyarakat (The Indonesian Journal of Public Health) Vol 1, No 1 (2026): APRIL 2026
Publisher : Universitas Teuku Umar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35308/j-kesmas.v1i1.15046

Abstract

Human resources (HR) may be impacted by nutrient shortages, which may lead to stunting or short height (shortnes). Some 33.4% of West Aceh's population will experience stunting in the year 2023. In 2023, 42 instances of stunting were documented in the subdistrict by the Johan Pahlawan Health Centre UPTD. Toddler stunting in the Johan Pahlawan Health Centre working area, District, West Aceh Regency is investigated in this study. Factors such as economic level, parenting styles, nursing practices, knowledge of the mother, and full basic immunisation are considered. An empirical investigation is used in this situation. Included in the research were 84 individuals, 42 of whom served as case and 42 as control. Factors linked to the research included economic status, parenting style, nursing exclusively, complete basic vaccination, and maternal awareness. In 2023, the prevalence of stunted toddlers in the Johan Pahalawan Community Health Centre operating area, Johan Pahlawan District, West Aceh Regency was impacted by many factors. The most important of them was the presence or absence of exclusive breastfeeding, which had the biggest effect (OR= 12.105). The significance of exclusive breastfeeding and the prevention of stunting should be emphasised to pregnant women and mothers with toddlers via the continued education, intervention, counselling, and provision of films, brochures, and other brief messages by community health centres.
Membangun Generasi Peduli Lingkungan: Literasi Ekologi untuk Anak Sekolah Dasar di Aceh Barat Cut Nabilla Kesha; Rismawati Rismawati; Siti Jahria Sitompul; Syafrizal Syafrizal; Nurasma Aripin
Jurnal Pengabdian Masyarakat: Darma Bakti Teuku Umar Vol 7, No 1 (2025): Januari-Juni
Publisher : Universitas Teuku Umar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35308/baktiku.v7i1.10464

Abstract

Pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran dan sikap peduli lingkungan pada siswa sekolah dasar di Aceh Barat melalui program literasi ekologi yang kontekstual. Aceh Barat merupakan wilayah dengan keanekaragaman hayati yang tinggi namun rentan terhadap kerusakan lingkungan akibat deforestasi, pengelolaan sampah yang buruk, dan dampak perubahan iklim. Program ini dirancang untuk membentuk generasi muda yang memiliki pemahaman ekologi, perilkau ramah lingkungan, dan kemampuan menjadi agen perubahan di komunitasnya. Metode pelaksanaan yang digunakan meliputi pendekatan partisipatif berbasis komunitas, pendidikan berbasis pengalaman, dan pembelajaran berbasis proyek yang melibatkan siswa, guru, orang tua, dan masyarakat. Kegiatan pengabdian simulasi edukatif, proyek daur ulang, kampanye lingkungan, serta pelatihan guru. Hasil pelaksanaan menunjukkan peningkatan signifikan dalam pengetahuan lingkungan siswa dan keterampilan guru dalam mengintegrasikan pendidikan lingkungan ke dalam pembelajaran. Program iini juga mendorong pembentukan klub lingkungan di sekolah dan potensi adopsi kurikulum berbasis ekologi secara berkelanjutan. Dengan dukungan stakeholder dan pendekatan yang disesuaikan dengan konteks lokal, pengabdian ini berkontribusi nyata terhadap pelestarian lingkungan dan pencapaian tujuan pembangunan berkelanjutan (SDGs), khususnya dalam bidang pendidikan ekologi.