Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

P3 (Pendidikan, Pelatihan Dan Pembinaan) Melalui “GURAH” Gubuk Rempah Sebagai Upaya Peningkatan Keterampilan Pada Karang Taruna Shinta Mayasari; Ina Martina; Stivaniyanti Atmanegara; Rizki Fitrianingtyas; Ai Nur Zannah; Ayu Tri Agustin; Hendra Dwi Cahyono; Ririn Handayani; Budiana Anggun Yunitasari; Cahya Putri Jalil; Zulkarnaen Permana Putra
Prosiding Seminar Nasional Pengabdian Masyarakat Vol. 1 (2023): Prosiding Seminar Nasional Pengabdian Masyarakat
Publisher : CV. Dharma Samakta Edukhatulistiwa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61142/psnpm.v1.37

Abstract

RT 5/RW 12 di Kelurahan Gebang Jember dengan sebutan Linkungan New Puri Cempaka membawai kegiatan Karang Taruna vakum selama empat tahun tanpa ada kegiatan yang menunjang dan belum pernah mendapatkan edukasi,dan pelatihan secara eksternal. Observasi, wawancara dan survey dilakukan di lokasi pengabdian untuk menggali permasalahan yang terjadi di lingkungan tersebut. Beberapa permasalahan yang ditemukan diantaranya adalah vakumnya kegiatan mitra (karang taruna) selama tiga tahun. Permasalahan mitra diantaranya adalah tidak adanya penyuluh yang memberikan edukasi, dan keterlibatan dalam kegiatan di lingkungan tersebut. Mitra terdiri dari sekumpulan mahasiswa tingkat Sarjana, SMA, SMP dan mayoritas remaja yang putus sekolah. Remaja   yang   putus   sekolah   tidak   memiliki   minat   untuk menjadi produktif karena keterbatasan Sumber Daya Manusia Unggul di lingkungan tersebut. Remaja yang putus sekolah terjerumus dalam kegiatan yang kurang baik hingga masalah pidana   karena   perekonomian   yang   menurun.   Generasi penerus bangsa yang kurang baik dalam mitra ini membuat kami berusaha menuntaskan permasalahan tersebut. Tujuan kegiatan PMP ini adalah memberikan solusi kepada mitra dengan memberikan pendidikan/edukasi, memberikan pelatihan untuk meningkatkan keterampilan mitra. Pemateri memberikan dasar dan pelatihan terkait pembuatan produk dari  rempah,  urgensi  halal  produk rempah,  dan kewirausahaan.  Karang  Taruna  dibina  oleh  tim  PMP  untuk lebih terampil dalam membuat produk. Selanjutnya, karang taruna bersama warga RT 5/RW 12 menanam rempah dilahan fasum area GURAH (Gubuk Rempah). Gurah dibangun untuk menunjang kegiatan produksi rempah dalam pembuatan produk berkelanjutan. Mitra diberikan pre-test dan post-test terkait tema peningkatan keterampilan. Hasil dari kegiatan PMP ini adalah meningkatnya keterampilan karang taruna menjadi lebih terampil dari sebelumnya dengan nilai peningkatan menjadi 49,5%.
Pendidikan Dan Pelatihan Pembuatan Yogurt Dan Pijat Bayi Dan Balita Oleh Kader Kecamatan Sukorambi Rizki Fitrianingtyas; Zaida Mauludiyah; Dini Eka Tripuspitasari
Jurnal Pengabdian Masyarakat IPTEKS Vol. 10 No. 2 (2024): PENGABDIAN MASYARAKAT IPTEKS
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32528/jpmi.v10i2.2508

Abstract

Malnutrisi pada anak masih merupakan masalah kesehatan masyarakat yang krusial dan masih menjadi masalah secara global, terutama di negara-negara berkembang. Kekurangan gizi pada masa kanak-kanak secara langsung terkait dengan perkembangan kognitif dan pertumbuhan fisik masa kanak-kanak dan muncul sebagai salah satu faktor risiko tunggal terkuat untuk mortalitas dan morbiditas neonatal dini. Peran tenaga kesehatan masyarakat sebagai promotor dalam mempromosikan kesehatan sangat penting dalam upaya pemberian edukasi kepada masyarakat tentang upaya peningkatan asupan gizi anak dengan pengolahan bahan pangan , pijat bayi untuk penanggulangan stunting. Tujuan dari pengabdian ini adalah memperdayakan perempuan dalam hal ini kader untuk membantu mengurangi angka stunting dengan memberikan Pendidikan dan pelatihan untuk pemanfaatan susu menjadi yogurt sehingga lebih disukai oleh balita. Selain itu juga memberikan pelatihan pijat bayi dan balita sehingga bisa meningkatkan derajat Kesehatan bayi dan balita. Metode dalam pengabdian ini adalah Presentasi/Ceramah dan demontrasi. Hasil dalam pengabdian ini dalam pemberdayaan masyarakat dengan memberikan Pendidikan dan pelatihan terhadap kader dan masyarakat memberikan dampak yang baik untuk pengetahuan dan penerapan pijat bayi pada balita untuk menstimulasi perkembangan bayi dan balita. Selain itu juga pelatihan Pengolahan susu menjadi Yogurt bisa digunakan untuk makanan tambahan pada balita di Posyandu di Desa Sukorambi.
The Relationship Between Stress and Breast Milk Production in Lactating Mothers in the Kalisat Community Health Center Area: The Relationship Between Stress and Breast Milk Production in Lactating Mothers in the Kalisat Community Health Center Area Halimatus Sadiah; Rizki Fitrianingtyas
Fetus : Journal of Midwifery Vol. 3 No. 2 (2025): November
Publisher : LPPM Universitas dr. Soebandi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36858/fejom.v5i2.77

Abstract

Exclusive breastfeeding is recommended for the first six months of an infant's life. Breast milk production is influenced by various factors, including psychological conditions such as stress. Stress can inhibit the function of oxytocin and prolactin, hormones that play an important role in breast milk production. The objective of this study was to determine the relationship between stress and breast milk production in breastfeeding mothers in the Kalisat Community Health Center area.This was an analytical observational study with a cross-sectional design. The population for this study was 21 breastfeeding mothers from postpartum days 14-30, and a sample of 14 people was obtained. The sampling technique used was purposive sampling. The research instruments were the PSS (Perceived Stress Scale) questionnaire to measure stress and a breast milk production questionnaire to assess breast milk production. Data analysis used bivariate and univariate analysis with a non-parametric test using the Spearman rank test.The results showed that respondents experienced mild stress (64.3%) and moderate stress (35.7%). Regarding breast milk production, half of the respondents had good breast milk production, sufficient breast milk production (42.9%), and low breast milk production (7.1%). The results of the non-parametric Spearman rank test showed a p-value of 0.013 (<α 0.05), so it can be concluded that the alternative hypothesis (Ha) is accepted, which indicates a relationship between stress and breast milk production in breastfeeding mothers in the Kalisat Community Health Center area.Breastfeeding mothers are expected to maintain positive emotions and thoughts. Stress can inhibit breast milk production, while calmness and positive thoughts will help breast milk hormones work optimally, allowing breast milk to flow more smoothly.
Relationship between Duration Of DMPA Use And Sexual Function in Women of Reproductive Age at Independent: Ainayya, Y., Priyatno, A. D., Gustina, E., Ekawati, D., Studi, P., Kesehatan, M., Stik, M., & Husada, B. (2024). ANALISIS KEPUASAN SEKSUAL WANITA USIA SUBUR YANG MENGGUNAKAN METODE KONTRASEPSI SUNTIK KB 3 BULAN. 9, 231–251. Andryani, Z. Y., Alkautzar, A. M. ah, Alza, N., Taherong, F., Firdayanti, Diarfah, A. D., Liantanty, F., Nontji, W., & Arifuddin, S. (2021). The relation of estradiol co Citra Ammora; Rizki Fitrianingtyas
Fetus : Journal of Midwifery Vol. 3 No. 2 (2025): November
Publisher : LPPM Universitas dr. Soebandi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTARCT Duration of DMPA Use in WUS > 2 years can interfere with sexual function. DMPA can disrupt the body's natural hormonal balance, including decreased estrogen levels that can cause decreased libido and decreased sexual desire. From the results of a preliminary study using a questionnaire to 10 DMPA acceptors who included WUS (aged 20-35 years) at TPMB "R", data was obtained that 60% of acceptors experienced sexual dysfunction after using DMPA > 2 years and 40% of DMPA acceptors did not experience sexual dysfunction after using DMPA ≤ 2 years.Sexual dysfunction can also affect household harmony. This study aims to determine the relationship between the duration of DMPA use and sexual function in women of childbearing age at TPMB "R". The design of this study is correlational with a Cross Sectional approach. The study population was all WUS DMPA acceptors totaling 60 people, a sample of 52 respondents, obtained using the Simple Random Sampling technique. Data collection using the FSFI (Female Sexual Function Index) questionnaire and data analysis using the Chi-Square test. The results of the study showed that most respondents had used DMPA for > 2 years, namely 38 respondents (73.1%), almost all respondents experienced sexual dysfunction as much asas many as 42 people (80.8%), and the Chi-Suqare test obtained p (0.000) < α (0.05) meaning H0 is rejected, the contingency coefficient value of 0.570 means a moderate relationship, and the Goodman and Kruskal Tau value of 0.481 means there is a very significant relationship. It can be concluded that there is a moderate and very significant relationship between the duration of DMPA use and the sexual function of WUS in TPMB "R". It is recommended for DMPA acceptors if they have used it for > 2 years to replace it with another contraceptive.