Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Kebijakan Penjualan Makanan di Lingkungan Dalam Madrasah Aliyah Al-Huda Kota Gorontalo Ratih Arifin; Andi Ayla Azzorayya Katili
Jurnal Kebijakan Publik, Ilmu Administrasi Vol. 1 No. 2 (2025): Jurnal Kebijakan Publik, Ilmu Administrasi
Publisher : CV. Dalle' Deceng Abeeayla

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69623/j-kpia.v1i2.172

Abstract

Kebijakan penjualan makanan di lingkungan sekolah menjadi bagian penting dalam mewujudkan madrasah yang sehat dan mendukung tumbuh kembang siswa secara optimal. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi kebijakan penjualan makanan di lingkungan Madrasah Aliyah Al-Huda Kota Gorontalo, meninjau kendala yang dihadapi, serta merumuskan upaya perbaikannya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data berupa wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi. Informan terdiri dari kepala madrasah, guru, pedagang kantin, serta siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun madrasah telah memiliki aturan tertulis terkait makanan yang boleh dijual, namun pelaksanaan di lapangan belum sepenuhnya efektif. Masih banyak ditemukan makanan tinggi gula, garam, dan pengawet dijual bebas di kantin sekolah. Lemahnya pengawasan, kurangnya edukasi gizi, serta minimnya keterlibatan siswa dan pedagang menjadi hambatan utama. Penelitian ini merekomendasikan perlunya pembaruan kebijakan berbasis partisipatif, pelatihan bagi pedagang, edukasi konsumsi sehat bagi siswa, serta pengawasan yang berkelanjutan. Kebijakan kantin sehat harus terintegrasi dengan nilai-nilai Islami dan melibatkan seluruh pemangku kepentingan untuk menciptakan lingkungan konsumsi yang aman, bergizi, dan mendidik.
The Dynamics of Women's Political Participation and an Evaluation of Gender Representation in the Provincial Parliament of Gorontalo Andi Yusuf Katili; Ratih Arifin; Agus Pariono
Publik : (Jurnal Ilmu Administrasi) Vol 14, No 2 (2025): December 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31314/pjia.14.2.%p.2025

Abstract

This study aims to analyze the dynamics of women’s political participation and evaluate gender representation in the Provincial Parliament of Gorontalo. Using a qualitative approach, data were collected through in-depth interviews with female politicians, election organizers, and voters from various community groups, complemented by documentation and observation. The findings reveal that women’s representation in the Gorontalo parliament has increased quantitatively, largely due to affirmative policies such as the 30% quota. However, this representation does not yet fully reflect substantive involvement in legislation and decision-making processes. Structural barriers, including political party dominance and high political costs, alongside cultural obstacles such as patriarchal norms and the double burden faced by women, remain significant challenges. Nevertheless, a positive trend emerges among young voters and parts of society who consider women’s participation essential for producing more inclusive policies. These findings highlight the need for synergy between internal party reforms, capacity-building for women, and civic political education to ensure that women’s representation is not merely symbolic but also meaningful. Thus, this research contributes to a deeper understanding of women’s political representation at the regional level and offers strategic recommendations for fostering a more inclusive and gender-equitable democracy.
Desa Hulawa Menuju Lingkungan Ramah Anak: Penguatan Keluarga Dan Komunitas Untuk Mencegah Kekerasan Ratih Arifin; Albert Oktavian Kiraman; Wirta Igirisa; Indra Sakti Poiyo; Risna Sunge
Prioritas: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 7 No. 02 (2025): EDISI SEPTEMBER 2025
Publisher : Universitas Harapan Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kekerasan terhadap anak masih menjadi persoalan serius di Indonesia, termasuk di wilayah pedesaan yang dianggap relatif aman. Data Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KemenPPPA) mencatat lebih dari 28.000 kasus kekerasan anak pada tahun 2024, dengan prevalensi yang meningkat setiap tahunnya. Desa Hulawa sebagai salah satu desa di Kabupaten Gorontalo juga menghadapi tantangan serupa, di mana rendahnya kesadaran masyarakat terhadap pola asuh tanpa kekerasan serta kuatnya budaya diam menjadikan anak rentan mengalami kekerasan fisik maupun psikis. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman warga mengenai bentuk kekerasan anak, membangun kapasitas keluarga dalam menerapkan pola asuh positif, serta mendorong terbentuknya jejaring perlindungan anak berbasis desa. Metode yang digunakan meliputi sosialisasi, diskusi kelompok, pelatihan, serta pendampingan masyarakat dengan pendekatan partisipatif. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan kesadaran masyarakat mengenai dampak kekerasan terhadap anak, keterlibatan aktif tokoh agama, kader PKK, dan pemuda dalam merancang langkah pencegahan, serta komitmen pemerintah desa untuk mengintegrasikan isu perlindungan anak dalam kebijakan pembangunan desa. Kesimpulannya, kegiatan ini berhasil memperkuat kesadaran kolektif warga dan membangun dasar bagi terwujudnya Desa Hulawa sebagai desa ramah anak. Keberhasilan ini menegaskan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam menciptakan lingkungan yang aman, inklusif, dan mendukung tumbuh kembang anak secara optimal.