Luthfi Fatah
Program Studi Agribisnis, Fakultas Pertanian, Universitas Lambung Mangkurat

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Faktor-faktor yang Mempengaruhi Permintaan Cabai Rawit di Provinsi Kalimantan Selatan Muhammad Naufal Ernandi; Luthfi Fatah; Yusuf Azis
AGRIDES: Jurnal Agribisnis Perdesaan Vol 6, No 1 (2024)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/agrides.v6i1.20466

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk memahami faktor-faktor yang berdampak terhadap permintaan cabai rawit di Kalimantan Selatan serta mempelajari elastisitas harga dan elastisitas silang, dari cabai rawit di wilayah yang sama. Kajian dilaksanakan di Kalimantan Selatan dengan memanfaatkan data Time Series selama dekade terakhir, yakni dari 2014 hingga 2023. Dalam penelitian ini, menerapkan Analisis Regresi Linier Berganda dengan mematuhi asumsi standar dan memproses data melalui aplikasi SPSS. Hasil menunjukkan bahwa koefisien determinasi (R2) berada pada angka 92,8%, dengan margin kesalahan sebesar 7,2% akibat dari beberapa faktor eksternal yang belum terakomodasi dalam model analitis ini. Hal ini mengindikasikan bahwa variabel independen berdampak signifikan terhadap tingkat permintaan cabai rawit di Kalimantan Selatan. Dari segi individu, harga cabai rawit dan cabai merah terbukti mempengaruhi permintaan cabai rawit secara signifikan. Namun, variabel seperti harga bawang merah, tingkat pendapatan, dan total populasi tidak menunjukkan pengaruh yang signifikan terhadap permintaan cabai rawit. Sementara itu, elastisitas harga cabai rawit terhadap permintaan adalah -31,659, yang menggambarkan karakteristik elastis karena Elastisitasnya melampaui nilai 1. Koefisien regresi X1 yang negatif menunjukkan adanya relasi terbalik antara harga cabai rawit dan permintaannya. Artinya, kenaikan harga cabai rawit akan menyebabkan penurunan pembelian yang signifikan oleh konsumen. Sementara itu, elastisitas silang dengan cabai merah besar menunjukkan bahwa mereka merupakan barang yang komplementer.
Analisis Pemanfaatan Ruang Terbuka Hijau Taman Pintar Oleh Masyarakat Kota Banjarbaru Hadina Aisyah; Luthfi Fatah
Frontier Agribisnis Vol 10, No 1 (2026)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/fag.v10i1.17417

Abstract

Pertumbuhan kota yang pesat sering kali mengurangi ruang terbuka hijau (RTH), padahal keberadaannya sangat penting bagi kualitas lingkungan dan kehidupan sosial masyarakat. Kota Banjarbaru dalam lima tahun terakhir mengalami penurunan luasan RTH, meskipun memiliki potensi besar untuk pengembangan ruang publik. Penelitian ini dilakukan di RTH Taman Pintar, Jalan Panglima Batur, dengan metode Accidental Sampling dan pendekatan kuantitatif melalui skala Likert serta analisis korelasi Spearman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat pemanfaatan RTH Taman Pintar tergolong tinggi dengan rata-rata 72,8%, terutama untuk rekreasi, bermain anak, dan interaksi sosial. Kesesuaian fasilitas dengan kebutuhan masyarakat juga tinggi, mencapai 89,9%, dengan kategori kualitas dan edukasi paling menonjol. Analisis korelasi menampilkan hubungan kuat antara pemanfaatan RTH dengan kondisi sosial (ρ = 0,579) dan hubungan cukup kuat dengan kondisi ekonomi (ρ = 0,482), keduanya signifikan pada tingkat kepercayaan 95%. Kesimpulannya , RTH Taman Pintar memiliki peran strategis dalam mendukung pembangunan sosial-ekonomi masyarakat perkotaan, sehingga diperlukan strategi berkelanjutan untuk memperkuat fungsi taman melalui peningkatan fasilitas fisik, partisipasi komunitas, dan dukungan kebijakan.