Antung Cahaya Hildasari
Program Studi Agribisnis, Fakultas Pertanian, Universitas Lambung Mangkurat

Published : 4 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Analisis Pendapatan Usahatani Cabai Rawit Menggunakan Pupuk Batubara di Lahan Ultisol Antung Cahaya Hildasari; Joko Purnomo; M. Laily Qadry Sukmana; Ronny Mulyawan; Petrus Suse Kobesi
AGRIDES: Jurnal Agribisnis Perdesaan Vol 7, No 1 (2025)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/agrides.v7i1.22356

Abstract

Cabai rawit merupakan komoditas penting dalam ketahanan pangan dan ekonomi pedesaan di Indonesia, namun sektor ini menghadapi tantangan besar terkait fluktuasi harga pasar dan kondisi tanah yang sub-optimal, seperti Ultisol. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis biaya, penerimaan, pendapatan, dan efisiensi usahatani cabai rawit menggunakan pupuk batubara di lahan Ultisol. Metode penelitian menggunakan data primer yang diperoleh dari demplot budidaya cabai rawit di Desa Bitahan, Kalimantan Selatan, dengan analisis biaya tetap dan variabel, penerimaan, pendapatan, dan efisiensi menggunakan R/C rasio. Hasil penelitian menunjukkan bahwa biaya tetap sebesar Rp 47.800.000 per hektar, sementara biaya variabel mencapai Rp 66.000.000 per hektar. Total biaya produksi per hektar adalah Rp 113.800.000, dengan biaya tenaga kerja 36,91% menjadi komponen biaya terbesar. Penerimaan usahatani mencapai Rp 377.279.375 sehingga pendapatan bersih sebesar Rp 301.830.375 per hektar. R/C rasio sebesar 3,32 menunjukkan bahwa usahatani ini sangat efisien. Penelitian ini mengindikasikan bahwa penggunaan pupuk batubara efektif dalam meningkatkan profitabilitas dan efisiensi dalam budidaya cabai rawit di lahan Ultisol. Namun, fluktuasi harga pasar dan biaya input perlu dipertimbangkan dalam jangka panjang. Penelitian ini memberikan kontribusi pada pemahaman efisiensi ekonomi dalam penggunaan pupuk batubara dan menawarkan solusi berkelanjutan untuk pengelolaan lahan sub-optimal. Penelitian lebih lanjut disarankan untuk mengevaluasi dampak lingkungan dan membandingkan dengan pupuk lain untuk mengoptimalkan pertanian berkelanjutan di lahan serupa.
Analisis Pendapatan Usahatani Padi Sawah di Kecamatan Dadahup Kabupaten Kapuas Provinsi Kalimantan Tengah Ridayati Ridayati; Soraya Noormalasari; Antung Cahaya Hildasari; Petrus Suse Kobesi
AGRIDES: Jurnal Agribisnis Perdesaan Vol 6, No 1 (2024)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/agrides.v6i1.21578

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis biaya produksi, penerimaan, dan pendapatan usahatani padi sawah di Kecamatan Dadahup. Penelitian ini dilaksanakan di Kecamatan Dadahup, Kabupaten Kapuas, Provinsi Kalimantan Tengah pada bulan September 2024. Jenis data yang digunakan adalah data primer dan data sekunder. Data primer didapatkan secara langsung dari petani di Kecamatan Dadahup melalui proses wawancara dengan menggunakan kuesioner yang berisi daftar pertanyaan yang sudah disusun sebelumnya. Sementara data sekunder diperoleh dari artikel jurnal dan situs web Badan Pusat Statistik. Metode penentuan sampel menggunakan metode accidental sampling yaitu penentuan sampel secara kebetulan dengan total sampel sebanyak 20 petani. Analisis yang digunakan menggunakan analisis biaya, penerimaan dan pendapatan. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh hasil analisis sebesar Rp. 12.697.048/ha/musim tanam. Penerimaan petani padi sawah yang didapatkan pada satu musim tanam sebesar Rp. 16.900.000/ha, dan untuk pendapatan petani sebesar Rp. 4.202.952/ha/musim tanam.
ANALISIS KEBERHASILAN PELAKSANAAN TUGAS POKOK PENYULUHAN PERTANIAN DI KECAMATAN KARANG INTAN Fatah, Luthfi; Hildasari, Antung Cahaya; Noormalasari, Soraya; Ridayati, Ridayati
ZIRAA'AH MAJALAH ILMIAH PERTANIAN Vol 51, No 1 (2026)
Publisher : Pusat Publikasi Jurnal Universitas Islam Kalimantan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31602/zmip.v51i1.21264

Abstract

Penyuluhan pertanian di Kecamatan Karang Intan memiliki peran penting dalam meningkatkan kapasitas petani dan mempercepat transfer teknologi. Namun, terdapat beberapa tantangan yang dihadapi dalam pelaksanaan tugas pokok penyuluhan. Penelitian ini bertujuan: (1) Untuk mengetahui tingkat keberhasilan pelaksanaan tugas pokok penyuluhan pertanian (2) Untuk mengetahui permasalahan utama yang dihadapi dalam melaksanakan tugas pokok penyuluh pertanian di Kecamatan Karang Intan. Berdasarkan analisis, kompetensi penyuluh masih bervariasi, dengan sebagian besar berada pada kategori rendah. Aspek evaluasi dan pelaporan menunjukkan hasil yang baik, namun aspek pengembangan penyuluhan, pengembangan profesi, dan penunjang penyuluhan sangat lemah. Hal ini menunjukkan bahwa penyuluh lebih berfokus pada pemenuhan kewajiban administratif daripada inovasi dan pengembangan diri. Beberapa hambatan utama yang dihadapi penyuluh ialah seperti jumlah penyuluh yang terbatas, pendanaan dan insentif yang belum stabil, serta minimnya sarana dan prasarana kerja. Selain itu, keterbatasan literasi digital dan infrastruktur ICT di pedesaan juga menjadi tantangan signifikan.
ANALISIS KEBERHASILAN PELAKSANAAN TUGAS POKOK PENYULUHAN PERTANIAN DI KECAMATAN KARANG INTAN Luthfi Fatah; Antung Cahaya Hildasari; Soraya Noormalasari; Ridayati Ridayati
ZIRAA'AH MAJALAH ILMIAH PERTANIAN Vol 51 No 1 (2026)
Publisher : Pusat Publikasi Jurnal Universitas Islam Kalimantan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31602/zmip.v51i1.21264

Abstract

Penyuluhan pertanian di Kecamatan Karang Intan memiliki peran penting dalam meningkatkan kapasitas petani dan mempercepat transfer teknologi. Namun, terdapat beberapa tantangan yang dihadapi dalam pelaksanaan tugas pokok penyuluhan. Penelitian ini bertujuan: (1) Untuk mengetahui tingkat keberhasilan pelaksanaan tugas pokok penyuluhan pertanian (2) Untuk mengetahui permasalahan utama yang dihadapi dalam melaksanakan tugas pokok penyuluh pertanian di Kecamatan Karang Intan. Berdasarkan analisis, kompetensi penyuluh masih bervariasi, dengan sebagian besar berada pada kategori rendah. Aspek evaluasi dan pelaporan menunjukkan hasil yang baik, namun aspek pengembangan penyuluhan, pengembangan profesi, dan penunjang penyuluhan sangat lemah. Hal ini menunjukkan bahwa penyuluh lebih berfokus pada pemenuhan kewajiban administratif daripada inovasi dan pengembangan diri. Beberapa hambatan utama yang dihadapi penyuluh ialah seperti jumlah penyuluh yang terbatas, pendanaan dan insentif yang belum stabil, serta minimnya sarana dan prasarana kerja. Selain itu, keterbatasan literasi digital dan infrastruktur ICT di pedesaan juga menjadi tantangan signifikan.