Ridayati Ridayati
Program Studi Agribisnis, Fakultas Pertanian, Universitas Lambung Mangkurat

Published : 5 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

DEVELOPMENT OF PRICES AND MARKET INTEGRATION OF RED CHILLIES (Capsicum annuum L.) IN MALANG REGENCY, MALANG CITY, AND SURABAYA CITY Ridayati Ridayati; Sujarwo Sujarwo; Fahriyah Fahriyah
Agricultural Socio-Economics Journal Vol 22, No 2 (2022): APRIL
Publisher : Socio-Economics/Agribusiness Department

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.agrise.2022.022.2.3

Abstract

Red chilli (Capsicum annumm L.) is a commodity with high price fluctuations. Market participants use red chilli price fluctuations to manipulate price information and cause information asymmetry. So that, the price information is not transmitted properly and indicates the market is not integrated. This study aims to describe price developments and analyze the integration of the red chilli market in Malang Regency, Malang City, and Surabaya City. The analytical method used is descriptive statistics, Johansen cointegration, and Vector Error Correction Model (VECM). The results showed that the price of red chilli fluctuated. Red chilli price fluctuations occur because production is seasonal, causing the distribution of chillies to be uneven every month. Therefore, efforts are needed to regulate cropping patterns so that the supply of chilli is always available. The results of market integration show that all variables are cointegrated in the long run and not integrated into the short run. This indicates that price information is transmitted imperfectly. Therefore, it is necessary to improve the information system so that all market participants can access market information.
DEVELOPMENT OF PRICES AND MARKET INTEGRATION OF RED CHILLIES (Capsicum annuum L.) IN MALANG REGENCY, MALANG CITY, AND SURABAYA CITY Ridayati Ridayati; Sujarwo Sujarwo; Fahriyah Fahriyah
Agricultural Socio-Economics Journal Vol. 22 No. 2 (2022): APRIL
Publisher : Socio-Economics/Agribusiness Department

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.agrise.2022.022.2.3

Abstract

Red chilli (Capsicum annumm L.) is a commodity with high price fluctuations. Market participants use red chilli price fluctuations to manipulate price information and cause information asymmetry. So that, the price information is not transmitted properly and indicates the market is not integrated. This study aims to describe price developments and analyze the integration of the red chilli market in Malang Regency, Malang City, and Surabaya City. The analytical method used is descriptive statistics, Johansen cointegration, and Vector Error Correction Model (VECM). The results showed that the price of red chilli fluctuated. Red chilli price fluctuations occur because production is seasonal, causing the distribution of chillies to be uneven every month. Therefore, efforts are needed to regulate cropping patterns so that the supply of chilli is always available. The results of market integration show that all variables are cointegrated in the long run and not integrated into the short run. This indicates that price information is transmitted imperfectly. Therefore, it is necessary to improve the information system so that all market participants can access market information.
Analisis Pendapatan Usahatani Padi Sawah di Kecamatan Dadahup Kabupaten Kapuas Provinsi Kalimantan Tengah Ridayati Ridayati; Soraya Noormalasari; Antung Cahaya Hildasari; Petrus Suse Kobesi
AGRIDES: Jurnal Agribisnis Perdesaan Vol 6, No 1 (2024)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/agrides.v6i1.21578

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis biaya produksi, penerimaan, dan pendapatan usahatani padi sawah di Kecamatan Dadahup. Penelitian ini dilaksanakan di Kecamatan Dadahup, Kabupaten Kapuas, Provinsi Kalimantan Tengah pada bulan September 2024. Jenis data yang digunakan adalah data primer dan data sekunder. Data primer didapatkan secara langsung dari petani di Kecamatan Dadahup melalui proses wawancara dengan menggunakan kuesioner yang berisi daftar pertanyaan yang sudah disusun sebelumnya. Sementara data sekunder diperoleh dari artikel jurnal dan situs web Badan Pusat Statistik. Metode penentuan sampel menggunakan metode accidental sampling yaitu penentuan sampel secara kebetulan dengan total sampel sebanyak 20 petani. Analisis yang digunakan menggunakan analisis biaya, penerimaan dan pendapatan. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh hasil analisis sebesar Rp. 12.697.048/ha/musim tanam. Penerimaan petani padi sawah yang didapatkan pada satu musim tanam sebesar Rp. 16.900.000/ha, dan untuk pendapatan petani sebesar Rp. 4.202.952/ha/musim tanam.
Analisis Zona Fleksibilitas Harga Pada Produk Beras Lokal di Lahan Pasang Surut Kabupaten Barito Kuala (Studi Kasus Beras Berkemasan Cap Jembatan Barito) Hartoni Hartoni; Karimal Arum Shafriani; Yusuf Azis; Ridayati Ridayati; Soraya Noormalasari; Sarbaini Sarbaini
AGRIDES: Jurnal Agribisnis Perdesaan Vol 7, No 1 (2025)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/agrides.v7i1.22352

Abstract

Produksi padi di Kabupaten Barito Kuala sebesar 219.962,68 ton atau 21,36 persen dari total produksi padi di Kalimantan Selatan. Besarnya produksi padi di Kabupaten Barito Kuala didukung dengan potensi lahan sawah yang sangat luas, berupa lahan pasang surut. Potensi besar produksi padi lokal di Kabupaten Barito Kuala ini menjadi peluang yang dimanfaatkan oleh Kelompok Mayang Maurai di Kabupaten Barito Kuala untuk memberikan nilai tambah pada produk padi, menjadi beras berkemasan, yaitu Beras Cap Jembatan Barito. Selama ini, sistem penetapan harga penjualan Beras Cap Jembatan Barito hanya dengan melalui perhitungan biaya produksi yang dilihat dari harga pokok produksi dengan penambahan keuntungan. Tujuan penelitian untuk menghitung harga pokok produksi, menganalisis kisaran harga yang dapat diterima konsumen, serta menganalisis rentang harga optimum (zona fleksibilitas harga. Responden dari pihak produsen yaitu 3 orang anggota kelompok dan sampel yang diambil dari konsumen dilaksanakan dengan metode convenience sampling sebanyak 30 responden. Analisis data yang digunakan yakni Optimal Price Minimum, Customer Price Maximum dan analisis zona fleksibilitas harga. Hasil perhitungan harga pokok produksi Beras Berkemasan Cap Jembatan Barito dengan pendekatan metode full costing menghasilkan nilai yang lebih besar dibandingkan dengan kondisi aktual. Range of Acceptable Prices (RAP) yang diterima konsumen terhadap Beras Berkemasan Cap Jembatan Barito yakni berkisar antara Rp16.857/kg sampai dengan Rp18.837/kg. Zona fleksibiltas harga pada produk Beras Berkemasan Cap Jembatan Barito sangat kecil yakni terletak pada rentang Rp18.037/kg sampai dengan Rp18.837/kg. Kecilnya zona fleksibilitas, salah satu penyebabnya adalah pengambilan data penelitian dilaksanakan pada saat harga gabah kering giling yang diproduksi berada pada kondisi yang cukup tinggi, sebagai akibat belum adanya panen raya.
ANALISIS KEBERHASILAN PELAKSANAAN TUGAS POKOK PENYULUHAN PERTANIAN DI KECAMATAN KARANG INTAN Luthfi Fatah; Antung Cahaya Hildasari; Soraya Noormalasari; Ridayati Ridayati
ZIRAA'AH MAJALAH ILMIAH PERTANIAN Vol 51 No 1 (2026)
Publisher : Pusat Publikasi Jurnal Universitas Islam Kalimantan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31602/zmip.v51i1.21264

Abstract

Penyuluhan pertanian di Kecamatan Karang Intan memiliki peran penting dalam meningkatkan kapasitas petani dan mempercepat transfer teknologi. Namun, terdapat beberapa tantangan yang dihadapi dalam pelaksanaan tugas pokok penyuluhan. Penelitian ini bertujuan: (1) Untuk mengetahui tingkat keberhasilan pelaksanaan tugas pokok penyuluhan pertanian (2) Untuk mengetahui permasalahan utama yang dihadapi dalam melaksanakan tugas pokok penyuluh pertanian di Kecamatan Karang Intan. Berdasarkan analisis, kompetensi penyuluh masih bervariasi, dengan sebagian besar berada pada kategori rendah. Aspek evaluasi dan pelaporan menunjukkan hasil yang baik, namun aspek pengembangan penyuluhan, pengembangan profesi, dan penunjang penyuluhan sangat lemah. Hal ini menunjukkan bahwa penyuluh lebih berfokus pada pemenuhan kewajiban administratif daripada inovasi dan pengembangan diri. Beberapa hambatan utama yang dihadapi penyuluh ialah seperti jumlah penyuluh yang terbatas, pendanaan dan insentif yang belum stabil, serta minimnya sarana dan prasarana kerja. Selain itu, keterbatasan literasi digital dan infrastruktur ICT di pedesaan juga menjadi tantangan signifikan.