Rochmad Setiawan
Akademi Penerbang Indonesia Banyuwangi

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

The Influence of Social Learning on Flight Operation Officer Competency Mediated by Emotional Intelligence: A Study at the Akademi Penerbang Indonesia Banyuwangi Rochmad Setiawan; Dede Ardian
Education Policy and Development Vol. 3 No. 1 (2025): Education and Policy Development
Publisher : Research Synergy Foundation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31098/epd.v3i1.3012

Abstract

The aviation industry requires highly competent Flight Operations Officers (FOOs) for safe and efficient operations. This study explores the relationships between Social Learning, Emotional Intelligence (EI), and FOO competencies using Social Learning Theory (SLT) and emphasizing observation and experiential learning. Competencies include technical and non-technical skills, such as judgment and teamwork, which are vital for high-pressure aviation environments. This research examines SLT processes, EI levels, and FOO competencies among 72 students at the Akademi Penerbang Indonesia (API) Banyuwangi, determining the direct and indirect influences of Social Learning on competencies through EI. Data were collected using structured questionnaires and analyzed with Partial Least Squares Structural Equation Modeling (PLS-SEM). Results revealed that social learning significantly impacted EI and competencies (p < 0.05), with EI acting as both a direct and mediating factor. Students with higher EI demonstrated enhanced decision-making, problem-solving, and interpersonal collaboration, which are key to FOO roles. Findings suggest integrating EI-focused training, including simulations, role-playing, and feedback mechanisms, into FOO curricula to strengthen core competencies. This study contributes to aviation education by building on Bandura’s and Goleman’s theories, emphasizing how SLT and EI integration can better prepare students for real-world aviation challenges. By highlighting these elements’ importance, the research advocates for balanced technical and nontechnical training in future aviation education programs.
STRATEGI EFISIENSI BIAYA OPERASIONAL PADA PESAWAT LATIH CESSNA 172 SP: STUDI KASUS DI AKADEMI PENERBANG INDONESIA BANYUWANGI Rochmad Setiawan; Prasetyo Iswahyudi; Ahmad Mubarok; Imam Fadila
Manajemen: Jurnal Ekonomi Vol. 7 No. 3 (2025): Manajemen : Jurnal Ekonomi
Publisher : Fakultas Ekonomi Universitas Simalungun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36985/rf4xdf17

Abstract

Lembaga pendidikan penerbangan seperti Akademi Penerbang Indonesia Banyuwangi, yang berstatus Badan Layanan Umum (BLU), dihadapkan pada tantangan besar dalam mengelola biaya operasional. Salah satu faktor utama yang sangat memengaruhi kinerja keuangan mereka adalah tingginya biaya yang terkait dengan operasional pesawat latih bermesin piston seperti Cessna 172 SP. Biaya ini sangat sensitif terhadap fluktuasi harga bahan bakar aviasi, upah instruktur, dan biaya perawatan. Untuk mengatasi permasalahan tersebut, sebuah penelitian telah dilakukan dengan memanfaatkan data operasional dari Akademi Penerbang Indonesia Banyuwangi. Penelitian ini mengembangkan model optimasi biaya menggunakan analisis regresi linier dan simulasi, dengan mempertimbangkan variabel RPM, aliran bahan bakar (fuel flow), waktu terbang, serta harga bahan bakar dan upah instruktur. Hasilnya menunjukkan bahwa RPM 2400 merupakan profil operasional yang paling efisien, yang berpotensi menghasilkan penghematan biaya sebesar 5% hingga 12% per penerbangan. Analisis lebih lanjut menegaskan bahwa harga bahan bakar adalah faktor paling dominan yang memengaruhi biaya operasional, diikuti oleh upah instruktur. Sebaliknya, biaya perawatan pesawat ternyata relatif tidak memiliki pengaruh signifikan. Temuan ini sangat strategis bagi manajemen sekolah penerbangan. Dengan mengoptimalkan kecepatan jelajah berdasarkan model biaya ini, mereka dapat secara efektif menekan beban operasional dan meningkatkan profitabilitas jangka panjang. Selain itu, hasil penelitian ini juga dapat menjadi dasar penting untuk menyusun strategi manajemen armada dan perencanaan keuangan yang lebih efektif, membantu institusi BLU mencapai kinerja yang berkelanjutan di sektor pendidikan penerbangan. Singkatnya, penelitian ini tidak hanya memberikan kontribusi teoritis pada literatur manajemen biaya aviasi, tetapi juga menawarkan rekomendasi praktis yang dapat langsung diterapkan