Rini Fitriani
Fakultas Hukum, Universitas Samudra

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

EFEKTIVITAS DIGITAL PARENTING BERBASIS ROLE MODELLING DALAM PENGASUHAN ANAK PENGGUNA GADGET DI ERA DIGITAL Rini Fitriani; Zaki Ulya
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 9, No 5 (2025): Oktober
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v9i5.34393

Abstract

Abstrak: Perkembangan teknologi digital telah membawa dampak besar terhadap pola pengasuhan anak, khususnya dalam mengatasi risiko kecanduan gawai, cyberbullying, hingga paparan konten negatif. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan keterampilan orang tua dalam menerapkan digital parenting sebagai pendekatan strategis dalam pengasuhan anak di era digital. Kegiatan dilaksanakan dengan melibatkan 50 orang tua dan mahasiswa KKN melalui metode penyuluhan, diskusi kelompok terarah, serta simulasi kasus. Sistem evaluasi dilakukan menggunakan kuesioner pra–pasca kegiatan dan refleksi diri peserta untuk menilai peningkatan pengetahuan serta internalisasi peran orang tua sebagai role model digital. Indikator keberhasilan kegiatan meliputi peningkatan pemahaman peserta terhadap strategi digital parenting, keterlibatan aktif dalam diskusi dan simulasi, serta komitmen menyusun rencana tindak lanjut pengasuhan digital di rumah. Hasil menunjukkan bahwa 76% peserta memahami konsep dan strategi digital parenting seperti mediasi aktif, role modelling digital, serta penggunaan aplikasi kontrol orang tua. Temuan ini menegaskan bahwa pendekatan edukatif-partisipatoris efektif dalam membentuk perilaku digital anak yang sehat dan bertanggung jawab serta menciptakan lingkungan pengasuhan yang adaptif dan suportif.Abstract: The advancement of digital technology has significantly influenced parenting patterns, particularly in addressing gadget addiction, cyberbullying, and exposure to harmful content. This community service program aimed to enhance parents’ understanding and skills in implementing digital parenting as a strategic approach to child-rearing in the digital era. Conducted in collaboration with 50 parents and university students, the program employed counseling sessions, focus group discussions, and case simulations. The evaluation system applied pre–post questionnaires and self-reflection to assess changes in participants’ knowledge and awareness, as well as their ability to internalize their role as digital role models. Success indicators included improved understanding of digital parenting strategies, active engagement in discussions and simulations, and the formulation of follow-up parenting plans at home. Results showed that 76% of participants demonstrated good comprehension of digital parenting concepts and strategies, such as active mediation, digital role modeling, and the use of parental control applications. These findings confirm that an educative-participatory approach is effective in fostering healthy and responsible digital behavior in children while creating a supportive and adaptive parenting environment.
Tinjauan Kepastian Hukum Terhadap Hasil Kesepakatan Perdamaian dalam Mediasi di Luar Pengadilan Rini Fitriani; M. Iqbal Asnawi; Arman Muis; Fatimah; Enny Mirfa
Recht Studiosum Law Review Vol. 3 No. 1 (2024): Volume 3 Nomor 1 (Mei-2024)
Publisher : Talenta Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32734/rslr.v3i1.15935

Abstract

Sengketa merupakan bentuk aktualisasi atas perbedaan kepentingan diantara kedua belah pihak atau lebih. Munculnya sengketa apabila pihak yang merasa dirugikan menuntut haknya untuk menyelesaikan masalahnya dengan pihak yang menimbulkan kerugian. Penyelesaian sengketa para pihak mencari jalan penyelesaian yang mudah, cepat dan adil, dimana kedua belah pihak tidak merasa dirugikan (win-win solution) yaitu melalui alternatif penyelesaian di luar Pengadilan. Salah satu bentuk penyelesaian sengketa di luar pengadilan adalah Mediasi. Mediasi merupakan penyelesaian sengketa melalui perundingan dengan bantuan pihak ketiga netral (mediator) guna mencari bentuk penyelesaian yang dapat disepakati para pihak. Mediasi pada dasarnya adalah musyawarah dan mufakat. Jika secara mediasi terdapat kata sepakat, maka akan dituangkan dalam suatu kesepakatan perdamaian. Namun ketika salah satu pihak tidak  melaksanakan kesepakatan perdamaian dengan itikad tidak baik maka akibatnya  membuat pihak yang dirugikan tidak mendapatkan kepastian hukum  karena tidak dapat mengajukan permohonan eksekusi ke Pengadilan atau tidak memiliki kekuatan eksekutorial. Timbul permasalahan 1) upaya yang dapat ditempuh bagi para pihak dalam menyelesaikan sengketa perdata melalui proses mediasi dan 2) proses mediasi yang memberikan jaminan kepastian hukum dalam mengeksekusi hasil kesepakatan para pihak. Penelitian ini adlah penelitian normatif bersifat kualitatif dan perspektif, pada penelitian hukum  normatif akan menginterpretasi secara preskriptif tentang hukum sebagai suatu system nilai ideal, hukum sebagai sistem konseptual, dan hukum sebagai sistem hukum positif. Hasil penelitian 1) Upaya penyelesaian sengketa melalui mediasi dilakukan melalui tahan-tahap yang dilaksanakan dengan bantuan mediator yang netral sampai menghasilkan kesepakatan perdamaian. 2) Untuk memperoleh kepastian hukum para pihak harus sepakat untuk mengukuhkannya menjadi akta perdamaian, sehingga kesepakatan perdamaian   tersebut   memiliki kekuatan hukum.