David Agustinus Nguru
Program Studi Peternakan, Universitas Nusa Cendana

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PEMBERDAYAAN PEMUDA DESA MELALUI PENGGUNAAN AZOLLA SEBAGAI SUMBER PROTEIN MURAH BAGI AYAM KAMPUNG PETELUR Alberth N. Ndun; Simon E. Mulik; Marthen L. Mullik; David Agustinus Nguru; Morin M. Sol’uf; Rahmat Gusri
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 10, No 4 (2026): Agustus
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v10i4.40303

Abstract

Abstrak: Pemberdayaan pemuda desa merupakan langkah strategi yang mendesak dalam menghadapi tantangan ekonomi pedesaan, khususnya dalam upaya memperkuat ketahanan pangan dan meningkatkan kualitas gizi masyarakat melalui pengembangan usaha peternakan lokal yang berkelanjutan. Ayam kampung petelur dinilai sebagai komoditas yang menjanjikan karena mampu beradaptasi dengan kondisi lingkungan lokal dan memiliki permintaan pasar yang stabil, namun potensi ini sering terhambat oleh tingginya biaya pakan dan terbatasnya pengetahuan teknis di kalangan pemuda pedesaan. Program pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan kapasitas pemuda desa dalam budidaya ayam kampung petelur melalui pemanfaatan sumber daya lokal dan penerapan teknologi sederhana. Kegiatan dilaksanakan pada tanggal 28 November 2025 dengan melibatkan delapan pemuda desa melalui metode sosialisasi, pelatihan, dan praktik langsung, dengan target peningkatan hardskill maupun softskill peserta. Hardskill yang disasar meliputi keterampilan teknis pembuatan mesin tetas, budidaya azolla, dan formulasi ransum berbasis bahan lokal, sementara softskill yang dikembangkan mencakup kemandirian, inisiatif, dan kemampuan berwirausaha dalam pengelolaan usaha peternakan. Materi yang diberikan meliputi pembuatan mesin tetas sederhana berbahan bekas, pengenalan dan budidaya azolla sebagai pakan alternatif sumber protein, serta formulasi ransum ayam kampung petelur berbasis bahan lokal. Evaluasi dilakukan menggunakan pre-test dan post-test yang dijelaskan dengan skala Likert. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan signifikan pemahaman dan keterampilan peserta pada seluruh materi pelatihan. Program ini terbukti efektif dalam meningkatkan pengetahuan teknis pemuda desa, mendorong kemandirian produksi bibit dan pakan, serta berpotensi mendukung pengembangan ayam kampung petelur yang berkelanjutan dan berbiaya rendah di tingkat pedesaan.Abstract: Empowering village youth is an urgent strategic step in facing rural economic challenges, especially in efforts to strengthen food security and improve the quality of community nutrition through the development of sustainable local livestock businesses. Laying free-range chickens are considered a promising commodity because they are able to adapt to local environmental conditions and have stable market demand, but this potential is often hampered by high feed costs and limited technical knowledge among rural youth. This community service program aims to increase the capacity of village youth in the cultivation of laying hens through the use of local resources and the application of simple technology. The activity was carried out on November 28, 2025 by involving eight village youth through socialization, training, and direct practice methods, with the target of increasing participants' hard and soft skills. The targeted hard skills include technical skills in making hatching machines, azolla cultivation, and ration formulation based on local ingredients, while the soft skills developed include independence, initiative, and entrepreneurial ability in managing livestock businesses. The material provided included the manufacture of simple hatching machines made from used materials, the introduction and cultivation of azolla as an alternative feed source of protein, as well as the formulation of free-range chicken rations based on local ingredients. Evaluation was carried out using pre-test and post-test described on the Likert scale. The results of the activity showed a significant increase in participants' understanding and skills in all training materials. This program has proven to be effective in improving the technical knowledge of village youth, encouraging independent seed and feed production, and potentially supporting the development of sustainable and low-cost free-range laying hens at the rural level.
OPTIMALISASI LIMBAH PERTANIAN SEBAGAI PAKAN BERKELANJUTAN MELALUI PELATIHAN DAN PENDAMPINGAN PETERNAK DOMBA DI KABUPATEN ROTE NDAO Imanuel Benu; I Gusti Ngurah Jelantik; Marthen Luther Mullik; Simon Edison Mulik; David Agustinus Nguru; Alberth Nugrahadi Ndun; Welem Turupadang; Kirenius Uly
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 10, No 1 (2026): Februari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v10i1.37374

Abstract

Abstrak: Ketersediaan pakan berkualitas merupakan salah satu kendala utama dalam usaha penggemukan domba di Kelurahan Mokdale, Kabupaten Rote Ndao, terutama pada musim kemarau. Permasalahan ini diperparah oleh belum optimalnya pemanfaatan limbah pertanian sebagai sumber pakan alternatif. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan peternak dalam mengolah limbah pertanian menjadi pakan ternak melalui penerapan teknologi fermentasi, silase, dan amoniasi. Metode pelaksanaan kegiatan menggunakan pendekatan pendidikan dan pelatihan yang dilanjutkan dengan praktik langsung serta pendampingan berkelanjutan berbasis Participatory Rural Appraisal (PRA). Kegiatan ini melibatkan 15 orang peternak domba yang terdiri atas 10 laki-laki dan 5 perempuan. Evaluasi kegiatan dilakukan melalui pre-test dan post-test. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa sekitar 80% peserta mengalami peningkatan pemahaman terhadap teknik pengolahan limbah pertanian menjadi pakan ternak. Kegiatan ini diharapkan dapat mendorong pemanfaatan sumber daya lokal secara lebih efisien serta mendukung keberlanjutan usaha peternakan domba di wilayah Kelurahan Mokdale.Abstract: The availability of high-quality feed remains a major constraint in sheep fattening systems in Mokdale Village, Rote Ndao Regency, particularly during the dry season. This challenge is exacerbated by the underutilization of agricultural residues as alternative feed resources. This community service program aimed to enhance farmers’ knowledge and practical skills in processing agricultural waste into livestock feed through the application of fermentation, silage, and ammoniation technologies. The program was implemented using an education- and training-based approach, followed by hands-on practice and continuous mentoring within a Participatory Rural Appraisal (PRA) framework. A total of 15 sheep farmers (10 men and 5 women) participated in the activities. Activity evaluation was carried out through pre-test and post-test measurements. Evaluation results indicated that approximately 80% of participants demonstrated improved understanding of techniques for processing agricultural residues into sheep feed. Overall, the program contributed to promoting more efficient utilization of local resources and supporting the sustainability of sheep production systems in Mokdale Village.