Simon Edison Mulik
Program Studi Peternakan, Universitas Nusa Cendana

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PELATIHAN PEMBUATAN PUPUK BOKASHI DARI LIMBAH KOTORAN SAPI-JERAMI PADI PADA JEMAAT GMIT IMANUEL TAUPKOLE Yori Raimona Menoh; Maria Karolina Deko; Cipta Kasih N Zebua; Simon Edison Mulik; Alberth Nugrahadi Ndun
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 9, No 3 (2025): Juni
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v9i3.31403

Abstract

Abstrak: Pentingnya pelatihan pembuatan bokashi dari limbah kotoran sapi karena bahan baku kotoran sapi dan limbah jerami padi banyak tersedia, jika tidak ditangani dengan baik dapat mencemari lingkungan. Pelatihan ini bertujuan untuk memberikan kemampuan soft skill mencakup kemampuan memahami, dan kemampuan problem solving dalam mengatasi tantangan selama proses pengolahan bokashi serta kemampuan hard skill meliputi pengetahuan teknis tentang proses fermentasi, penggunaan bahan baku, serta teknik pengolahan bokashi yang efektif. Sebanyak 42 orang peserta yang hadir, terdiri dari laki-laki 20 orang dan perempuan 22 orang, jenjang pendidikan SD-SMP (28 orang), SMA (14 orang), dan Sarjana (4 orang). Usia remaja (25 orang) dan dewasa (17 orang). Menggunakan metode ceramah/diskusi dan demonstrasi dan pada akhir kegiatan dilakukan evaluasi untuk mengetahui tingkat pemahaman peserta melalui pengisian kuesioner. Kegiatan ini sangat berdampak baik terhadap jemaat GMIT Imanuel Taupkole, peserta pelatihan sangat antusias dan menunjukkan hasil yang sangat signifikan dari segi pemahaman dan ketrampilan pembuatan bokashi. Hasil akhir menunjukkan bahwa tingkat pemahaman peserta mencapai 85%.Abstract: The importance of training in making bokashi from cow dung waste because the raw materials of cow dung and rice straw waste are widely available, if not handled properly can pollute the environment. This training aims to provide soft skills including the ability to understand, and problem solving skills in overcoming challenges during the bokashi processing process as well as hard skills including technical knowledge about the fermentation process, use of raw materials, and effective bokashi processing techniques. A total of 42 participants attended, consisting of 20 men and 22 women, elementary-junior high school education levels (28 people), high school (14 people), and bachelor's degree (4 people). Teenagers (25 people) and adults (17 people). Using lecture/discussion and demonstration methods and at the end of the activity an evaluation was carried out to determine the level of understanding of the participants by filling out a questionnaire. This activity had a very good impact on the GMIT Imanuel Taupkole congregation, the training participants were very enthusiastic and showed very significant results in terms of understanding and bokashi making skills. The final results showed that the level of understanding of the participants reached 85%.
OPTIMALISASI LIMBAH PERTANIAN SEBAGAI PAKAN BERKELANJUTAN MELALUI PELATIHAN DAN PENDAMPINGAN PETERNAK DOMBA DI KABUPATEN ROTE NDAO Imanuel Benu; I Gusti Ngurah Jelantik; Marthen Luther Mullik; Simon Edison Mulik; David Agustinus Nguru; Alberth Nugrahadi Ndun; Welem Turupadang; Kirenius Uly
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 10, No 1 (2026): Februari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v10i1.37374

Abstract

Abstrak: Ketersediaan pakan berkualitas merupakan salah satu kendala utama dalam usaha penggemukan domba di Kelurahan Mokdale, Kabupaten Rote Ndao, terutama pada musim kemarau. Permasalahan ini diperparah oleh belum optimalnya pemanfaatan limbah pertanian sebagai sumber pakan alternatif. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan peternak dalam mengolah limbah pertanian menjadi pakan ternak melalui penerapan teknologi fermentasi, silase, dan amoniasi. Metode pelaksanaan kegiatan menggunakan pendekatan pendidikan dan pelatihan yang dilanjutkan dengan praktik langsung serta pendampingan berkelanjutan berbasis Participatory Rural Appraisal (PRA). Kegiatan ini melibatkan 15 orang peternak domba yang terdiri atas 10 laki-laki dan 5 perempuan. Evaluasi kegiatan dilakukan melalui pre-test dan post-test. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa sekitar 80% peserta mengalami peningkatan pemahaman terhadap teknik pengolahan limbah pertanian menjadi pakan ternak. Kegiatan ini diharapkan dapat mendorong pemanfaatan sumber daya lokal secara lebih efisien serta mendukung keberlanjutan usaha peternakan domba di wilayah Kelurahan Mokdale.Abstract: The availability of high-quality feed remains a major constraint in sheep fattening systems in Mokdale Village, Rote Ndao Regency, particularly during the dry season. This challenge is exacerbated by the underutilization of agricultural residues as alternative feed resources. This community service program aimed to enhance farmers’ knowledge and practical skills in processing agricultural waste into livestock feed through the application of fermentation, silage, and ammoniation technologies. The program was implemented using an education- and training-based approach, followed by hands-on practice and continuous mentoring within a Participatory Rural Appraisal (PRA) framework. A total of 15 sheep farmers (10 men and 5 women) participated in the activities. Activity evaluation was carried out through pre-test and post-test measurements. Evaluation results indicated that approximately 80% of participants demonstrated improved understanding of techniques for processing agricultural residues into sheep feed. Overall, the program contributed to promoting more efficient utilization of local resources and supporting the sustainability of sheep production systems in Mokdale Village.