Feliks Prasepta Sejahtera Surbakti
Program Studi Teknik Industri, Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya

Published : 4 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

PENINGKATAN LITERASI DIGITAL UNTUK PELESTARIAN BUDAYA INDONESIA Feliks Prasepta Sejahtera Surbakti
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 9, No 5 (2025): Oktober
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v9i5.34219

Abstract

Abstrak: Pelestarian budaya Indonesia menghadapi tantangan besar di era digital akibat derasnya arus informasi dan dominasi budaya global seperti Korean Wave. Rendahnya literasi digital masyarakat menyebabkan misinformasi dan berkurangnya apresiasi terhadap budaya lokal. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan soft skill kesadaran kritis (seperti kemampuan memverifikasi informasi dan memahami konteks budaya) serta hardskill teknis (seperti pengaturan privasi digital dan produksi konten kreatif) guna melestarikan identitas budaya Indonesia. Metode pelaksanaan meliputi observasi awal, pre-test, pelatihan literasi digital, webinar nasional, dan post-test. Webinar bertema “Menjaga Budaya Indonesia dengan Bijak di Era Digital” melibatkan akademisi, legislator, dan praktisi, dengan partisipasi 130 peserta. Hasil menunjukkan adanya peningkatan signifikan dalam pemahaman peserta mengenai pentingnya verifikasi informasi, konteks budaya, dan penghormatan nilai tradisional saat berbagi konten daring sebesar 70%. Kesimpulannya, pelestarian budaya Indonesia di era digital memerlukan literasi digital yang kuat, kolaborasi multipihak, serta optimalisasi media digital sebagai sarana edukasi budaya.Abstract: The preservation of Indonesian culture faces major challenges in the digital era due to the overwhelming flow of information and the dominance of global cultures such as the Korean Wave. The low level of digital literacy in society often leads to misinformation and a decline in appreciation for local culture. This community service program aims to enhance critical awareness soft skills (such as the ability to verify information and understand cultural context) as well as technical hard skills (such as managing digital privacy and producing creative content) in order to preserve Indonesia’s cultural identity. The implementation methods included initial observation, pre-test, digital literacy training, a national webinar, and post-test. The webinar, themed “Preserving Indonesian Culture Wisely in the Digital Era,” involved academics, legislators, and practitioners, with the participation of 130 attendees. The results showed a significant improvement in participants’ understanding of the importance of information verification, cultural context, and respect for traditional values when sharing online content, with an increase of 70%. In conclusion, preserving Indonesian culture in the digital era requires strong digital literacy, multi-stakeholder collaboration, and the optimization of digital media as a means of cultural education.
EDUKASI PEMILIHAN JURUSAN DAN PENEMUAN PASSION BAGI SISWA SMA UNTUK MENINGKATKAN LITERASI KARIER MELALUI WEBINAR NASIONAL UNLOCK YOUR FUTURE Feliks Prasepta Sejahtera Surbakti
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 10, No 2 (2026): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v10i2.38032

Abstract

Abstrak: Latar belakang kegiatan ini berangkat dari tingginya kebingungan siswa dalam memilih jurusan, dipengaruhi keterbatasan informasi mengenai minat, bakat, dan prospek masa depan. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan membantu siswa SMA menemukan passion dan menentukan jurusan kuliah yang sesuai sekaligus meningkatkan soft skill (refleksi diri, pengambilan keputusan, dan perencanaan karier) serta hard skill (pemahaman program studi, prospek karier, dan kebutuhan kompetensi dunia kerja) melalui edukasi terstruktur berbasis psikologi, eksplorasi karier, dan pengembangan diri. Kegiatan ini dilakukan dalam bentuk webinar nasional “Unlock Your Future” yang menghadirkan empat narasumber dari bidang psikologi, pendidikan, praktisi industri, dan akademisi. Sebanyak 89 peserta mengikuti kegiatan serta menjalani pre-test dan post-test yang masing-masing terdiri dari 8 soal untuk menilai peningkatan pemahaman peserta. Hasil post-test menunjukkan peningkatan rata-rata 42% dalam pemahaman peserta terkait penemuan passion, pemilihan jurusan, dan konsep ikigai. Evaluasi kepuasan menunjukkan bahwa 92% peserta merasa kegiatan ini membantu mereka mengenali potensi diri. Dengan demikian, webinar ini berkontribusi dalam meningkatkan literasi karier siswa SMA melalui pendekatan psikologis, praktis, dan inspiratif.Abstract: The background of this activity stems from the high level of confusion among students in choosing their university majors, which is influenced by limited information regarding their interests, talents, and future career prospects. This community service activity aims to help high school students discover their passion and determine suitable university majors while simultaneously improving soft skills (self-reflection, decision-making, and career planning) and hard skills (understanding of study programs, career prospects, and workforce competency requirements) through structured education based on psychology, career exploration, and self-development. This activity was conducted in the form of a national webinar titled “Unlock Your Future,” featuring four speakers from psychology, education, industry practice, and academia. A total of 89 participants attended the activity and completed pre-tests and post-tests, each consisting of 8 questions, to assess the improvement in participants’ understanding. The post-test results showed an average improvement of 42% in participants’ understanding of passion discovery, major selection, and the concept of ikigai. Satisfaction evaluation indicated that 92% of participants felt that the activity helped them better recognize their potential. Therefore, this webinar contributes to improving high school students’ career literacy through psychological, practical, and inspirational approaches.
PENINGKATAN LITERASI SUSTAINABILITY MANAGEMENT DAN ESG PADA MAHASISWA DAN AKADEMISI MELALUI EDUKASI BERBASIS KOLABORASI INTERNASIONAL Feliks Prasepta Sejahtera Surbakti
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 10, No 3 (2026): Juni
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v10i3.39623

Abstract

Abstrak: Sustainability management menjadi salah satu isu strategis dalam organisasi modern akibat meningkatnya tantangan perubahan iklim, transformasi industri, tuntutan Environmental, Social, and Governance (ESG), serta kebutuhan pembangunan berkelanjutan. Dalam konteks pendidikan tinggi, penguatan literasi sustainability management diperlukan agar mahasiswa dan masyarakat akademik memahami integrasi aspek keberlanjutan dalam tata kelola organisasi dan pengambilan keputusan strategis. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini melibatkan 87 peserta yang terdiri atas mahasiswa, dosen, akademisi, dan peserta umum dari berbagai institusi pendidikan tinggi melalui webinar internasional “Sustainability Management” untuk meningkatkan pemahaman peserta mengenai sustainability management, ESG, dan implementasi keberlanjutan dalam organisasi modern. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan edukatif partisipatif melalui ceramah interaktif, diskusi reflektif. Evaluasi kegiatan dilakukan melalui mekanisme pre-test dan post-test yang masing-masing terdiri atas lima pertanyaan terkait sustainability management, ESG, sustainability strategy, dan sustainable organization untuk mengukur perubahan pemahaman peserta sebelum dan sesudah webinar. Hasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan rata-rata pemahaman peserta sebesar 38%, yang dihitung berdasarkan selisih persentase rata-rata skor pre-test dan post-test pada seluruh indikator pemahaman. Peningkatan terbesar terjadi pada pemahaman konsep ESG, sustainability strategy, dan implementasi sustainability dalam organisasi modern. Selain itu, hasil survei kepuasan menunjukkan bahwa 91% peserta merasa webinar membantu mereka memahami pentingnya sustainability management dalam organisasi dan pendidikan tinggi. Dengan demikian, kegiatan ini berkontribusi dalam meningkatkan literasi sustainability serta memperkuat kesadaran akademik mengenai pengelolaan organisasi yang berkelanjutan.Abstract: Sustainability management has become one of the strategic issues in modern organizations due to the increasing challenges of climate change, industrial transformation, Environmental, Social, and Governance (ESG) demands, and the need for sustainable development. In the context of higher education, strengthening sustainability management literacy is essential to enable students and academic communities to understand the integration of sustainability aspects into organizational governance and strategic decision-making. This community engagement activity involved 87 participants, consisting of students, lecturers, academics, and members of the general public from various higher education institutions, through an international webinar entitled “Sustainability Management” aimed at enhancing participants’ understanding of sustainability management, ESG, and sustainability implementation in modern organizations. The implementation method employed a participatory educational approach through interactive lectures and reflective discussions. The evaluation was conducted using pre-test and post-test mechanisms, each consisting of five questions related to sustainability management, ESG, sustainability strategy, and sustainable organizations to measure changes in participants’ understanding before and after the webinar. The evaluation results showed an average increase of 38% in participants’ understanding, calculated based on the difference in the average percentage scores between the pre-test and post-test across all learning indicators. The highest improvement was observed in participants’ understanding of ESG concepts, sustainability strategy, and sustainability implementation in modern organizations. In addition, the satisfaction survey results indicated that 91% of participants perceived the webinar as helpful in understanding the importance of sustainability management in organizations and higher education. Therefore, this activity contributes to enhancing sustainability literacy and strengthening academic awareness regarding sustainable organizational management.
PENINGKATAN LITERASI ARTIFICIAL INTELLIGENCE DAN GREEN CONSUMER BEHAVIOR MELALUI NUNI IT ONLINE SEMINAR 2026 Feliks Prasepta Sejahtera Surbakti
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 10, No 4 (2026): Agustus
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v10i4.40380

Abstract

Abstrak: Pesatnya perkembangan Artificial Intelligence (AI) menuntut masyarakat akademik memiliki pemahaman yang memadai mengenai pemanfaatannya dalam mendukung pembangunan berkelanjutan. Namun, hasil observasi pada peserta NUNI IT Online Seminar 2026 menunjukkan bahwa pemahaman mengenai keterkaitan AI dengan Green Consumer Behavior masih terbatas dan umumnya AI hanya dipahami sebagai teknologi otomatisasi tanpa dikaitkan dengan perilaku konsumsi yang ramah lingkungan. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan literasi dan kapasitas peserta dalam memahami peran AI sebagai pendukung (enabler) perilaku konsumsi berkelanjutan. Intervensi dilakukan melalui seminar daring berbasis edukasi partisipatif yang mencakup penyampaian materi, diskusi interaktif, studi kasus, sesi tanya jawab, serta evaluasi menggunakan pre-test, post-test, dan survei kepuasan peserta. Materi yang disampaikan mengacu pada model Extended Theory of Planned Behavior yang mengintegrasikan variabel Environmental Knowledge, Environmental Attitude, AI Personalization, Green Purchase Intention, dan Green Purchase Behavior. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa peserta memiliki antusiasme yang tinggi terhadap topik yang dibahas. Evaluasi kegiatan menunjukkan tingkat kepuasan peserta sebesar 93,5%, sementara hasil pre-test dan post-test menunjukkan peningkatan rata-rata pemahaman sebesar 30%. Temuan ini mengindikasikan bahwa seminar daring efektif sebagai media diseminasi hasil penelitian sekaligus sarana peningkatan literasi mengenai pemanfaatan AI dalam mendukung perilaku konsumsi berkelanjutan. Kegiatan ini juga memperkuat pemahaman bahwa AI berperan sebagai enabler yang mendukung pengambilan keputusan yang lebih bertanggung jawab terhadap lingkungan dan berkontribusi pada pencapaian tujuan pembangunan berkelanjutan.Abstract: The rapid advancement of Artificial Intelligence (AI) requires the academic community to develop an adequate understanding of its potential to support sustainable development. However, initial observations of participants in the NUNI IT Online Seminar 2026 revealed that their understanding of the relationship between AI and Green Consumer Behavior was still limited, with AI generally perceived only as an automation technology rather than as a tool that can promote environmentally responsible consumption. This community engagement program aimed to enhance participants' literacy and capacity to understand the role of AI as an enabler of sustainable consumption behavior. The intervention was implemented through a participatory educational online seminar consisting of knowledge-sharing sessions, interactive discussions, case studies, question-and-answer sessions, and evaluations using pre-tests, post-tests, and participant satisfaction surveys. The presented material was based on an Extended Theory of Planned Behavior model integrating Environmental Knowledge, Environmental Attitude, AI Personalization, Green Purchase Intention, and Green Purchase Behavior. The evaluation results indicated a participant satisfaction rate of 93.5%, while the comparison between pre-test and post-test scores revealed an average increase of 30% in participants’ understanding of the topic. The findings demonstrate that online seminars can serve as an effective medium for disseminating research outcomes and improving public literacy regarding the role of AI in promoting sustainable consumption behavior. Furthermore, the activity strengthened participants’ understanding that AI functions as an enabler that supports more environmentally responsible decision-making and contributes to sustainable development goals.