Rika Fatmadona
Departemen Keperawatan Medikal Bedah, Universitas Andalas

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PENGUATAN PERILAKU HIDUP BERSIH DAN SEHAT (PHBS) MELALUI EDUKASI, GOTONG ROYONG, DAN DIGITALISASI DI MASYARAKAT Esi Afriyanti; Rika Fatmadona; Ayulia Fardila Sari ZA; Shelvy Haria Roza; Jefril Rahmadoni
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 9, No 6 (2025): Desember
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v9i6.34949

Abstract

Abstrak: Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) masih menjadi tantangan di masyarakat pedesaan karena rendahnya konsistensi dalam praktik sehari-hari. Tujuan pengabdian ini adalah meningkatkan pengetahuan dan keterampilan PHBS melalui kegiatan penyuluhan, sosialisasi, gotong royong, pembagian abate, serta pendampingan digital di Kenagarian Tanjung Bingkung dengan melibatkan sekitar 70 peserta dari berbagai kelompok masyarakat. Evaluasi dilakukan melalui observasi, pretest tentang PHS yang berisi 20 pertanyaan, dan wawancara. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan signifikan pada keterampilan mencuci tangan enam langkah, dari 42% sebelum intervensi menjadi 95% setelah penyuluhan. Selain itu, indikator penggunaan jamban sehat, ASI eksklusif, dan pengelolaan sampah mencapai lebih dari 80%. Program ini juga meningkatkan softskill berupa partisipasi aktif dan gotong royong warga sekitar 40–50%. Temuan ini membuktikan bahwa intervensi berbasis edukasi dan pemberdayaan mampu meningkatkan praktik PHBS secara nyata di masyarakat. Abstract: Clean and Healthy Living Behavior (CHLB) remains a challenge in rural communities due to the lack of consistency in daily practices. This community service aimed to improve knowledge and skills related to CHLB through counseling, socialization, community clean-up, abate distribution, and digital assistance in Tanjung Bingkung Village, involving around 70 participants from various community groups. Evaluation was carried out using observation, a 20-question pre-test on PHBS, and interviews. The results showed a significant increase in handwashing skills, from 42% before the intervention to 95% afterward. Other indicators such as healthy latrine use, exclusive breastfeeding, and waste management reached more than 80%. The program also enhanced soft skills, including active participation and community cooperation, by around 40–50%. These findings demonstrate that education and empowerment-based interventions can effectively improve CHLB practices in rural communities.
PENGUATAN PENCEGAHAN PENYAKIT GINJAL KRONIK MELALUI SKRINING FAKTOR RISIKO DAN EDUKASI KOMPREHENSIF PADA WANITA DEWASA Esi Afriyanti; Rika Fatmadona; Devia Putri Lenggogeni; Leni Merdawati; Elvi Oktarina
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 10, No 1 (2026): Februari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v10i1.36551

Abstract

Abstrak: Permasalahan utama wanita dewasa di Kelurahan Alai Parak Kopi adalah tingginya faktor risiko penyakit ginjal kronik (PGK) serta rendahnya pengetahuan mengenai pencegahannya. Pengabdian ini bertujuan meningkatkan deteksi dini dan pemahaman masyarakat melalui skrining kesehatan dan edukasi komprehensif. Kegiatan melibatkan 53 wanita dewasa sebagai mitra, mencakup penyuluhan, pemeriksaan tekanan darah, gula darah, kolesterol, asam urat, indeks massa tubuh, serta senam kesehatan. Evaluasi dilakukan menggunakan pre-test pengetahuan dan observasi keterlibatan peserta. Hasil menunjukkan tingginya proporsi risiko PGK, yaitu IMT tinggi (45,3%), hipertensi (41,5%), hiperglikemia (24,5%), dislipidemia (39,6%), dan hiperurisemia (37,7%). Selain itu, pengetahuan peserta sebesar 18–32% pada aspek PGK, hipertensi, diabetes, asam urat, dan hiperkolesterolemia. Intervensi ini membuktikan bahwa skrining dan edukasi terstruktur efektif meningkatkan literasi kesehatan dan kesadaran pencegahan PGK. Program lanjutan berbasis komunitas direkomendasikan untuk menjaga keberlanjutan perubahan perilaku.Abstract: The major health concern among adult women in Alai Parak Kopi is the high prevalence of chronic kidney disease (CKD) risk factors and limited knowledge regarding its prevention. This community program aimed to enhance early detection and health literacy through structured screening and educational interventions. A total of 53 adult women participated in health education, screening of blood pressure, glucose, cholesterol, uric acid, body mass index, and group exercise sessions. Evaluation was conducted using a pre-test and behavioral observation. Results showed substantial CKD risk: high BMI (45.3%), hypertension (41.5%), hyperglycemia (24.5%), dyslipidemia (39.6%), and hyperuricemia (37.7%). Knowledge scores increased by 18–32% across CKD, hypertension, diabetes, uric acid, and hypercholesterolemia domains. These findings demonstrate that structured screening and education effectively improve health awareness and early prevention of CKD. Continued community-based programs are recommended to sustain behavioral change.