Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Teknologi Informasi dan Komunikasi sebagai Media untuk Meningkatkan Literasi Membaca dan Menulis Rosy Febriani Daud; Siti Rohmah; Meli Firdausi Nazila
Jurnal Ilmiah Literasi Indonesia Vol. 1 No. 1 (2025): JUNI 2025
Publisher : Indo Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63822/gcjfr193

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk memahami bagaimana TIK dapat digunakan dalam meningkatkan literasi membaca dan menulis dan jenis TIK apa yang dapat digunakan dalam meningkatkan literasi membaca dan menulis?. Data yang diperoleh dari berbagai sumber dianalisis dan dibahas secara deskriptif eksploratif melalui metode penelitian atau studi pustaka. Menurut data yang diperoleh, peneliti memilik TIK yang dapat digunakan untuk meningkatkan literasi membaca dan menulis, yaitu internet dan e-book. Internet bisa digunakan dalam meningkatkan membaca dan menulis karena setiap orang selalu dapat menemukan apa yang mereka sukai dan dapat dengan mudah menulis dan mempublikasikan artikel mereka. E-book membuat orang untuk membaca dengan mudah, murah, dan kapan saja, di mana saja, tanpa bergantung pada Internet. Untuk e-book, ia mendorong penulis buku untuk menerbitkan karya sendiri tanpa penerbit. Terdapat beberapa jenis TIK yang dapat bisa digunakan dalam meningkatkan literasi membaca dan menulis dengan mengintegrasikan TIK ke dalam literasi membaca dan menulis.
Narasi dan Wacana Komunikasi Politik Prabowo–Gibran dalam Kontestasi Pemilu 2024 Siti Rohmah; Meriwijaya .
Jurnal DinamikA Vol 6, No 2 (2025): Jurnal DinamikA
Publisher : Universitas Islam Negeri (UIN) Salatiga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18326/dinamika.v6i2.183-202

Abstract

Social media has transformed into a primary arena for shaping public opinion and political image in the digital era. This study aims to examine the narrative construction and discourse of the Prabowo-Gibran political communication pair in the 2024 election contest. This study is based on political communication theory, which highlights how symbols, language, and representation shape public perception. The method used is a qualitative content analysis approach, through tracing messages and symbols that appear on Prabowo and Gibran's personal social media channels, such as TikTok, Instagram, and YouTube channels, accompanied by reading netizen responses and online media coverage. The results of the study show that the Prabowo-Gibran pair implemented a digital populism-based communication strategy by combining humor, emotional closeness, and digital technology. The "gemoy" image and popular symbols such as the "Samsul Jacket" and the Uzumaki Naruto character are not just gimmicks, but rather a form of cultural rebranding that adapts the campaign style to the digital culture of young people. The use of Artificial Intelligence (AI) technology in campaign materials also strengthens the narrative of modernity and efficiency. These findings emphasize the shift in political communication towards an entertainment format (politainment) that not only expands the reach of political messages but also strengthens the symbolic relationship between candidates and voters. Theoretically, this study enriches the study of digital political communication through an analysis of the role of narrative and discourse in the formation of political images in contemporary virtual spaces.