This Author published in this journals
All Journal Jurnal Ekonomi
Stephen Hondro
Universitas Nias

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Strategi Talent Management Development dalam Meningkatkan Kapabilitas SDM melalui Program Reskilling dan Upskilling di Era Transformasi Digital Stephen Hondro; Forman Halawa; Eliyunus Waruwu
Jurnal Ekonomi (LIKUID) Vol. 1 No. 03 (2025): Desember
Publisher : Faatuatua Media Karya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70404/likuid.v1i03.566

Abstract

Transformasi digital telah memaksa organisasi untuk menyesuaikan kembali pendekatan mereka dalam mengelola talenta manusia, guna mempersiapkan tenaga kerja agar mampu beradaptasi dengan perubahan kompetensi yang cepat di tengah kemajuan teknologi. Pengembangan Manajemen Talenta muncul sebagai strategi utama yang mengintegrasikan proses penemuan, pelatihan, dan penguatan kemampuan karyawan melalui inisiatif seperti reskilling dan upskilling. Penelitian ini dirancang untuk mengkaji seberapa efektif strategi tersebut dalam meningkatkan kapabilitas sumber daya manusia melalui intervensi reskilling dan upskilling. Dengan menerapkan metode studi literatur terstruktur yang menganalisis jurnal internasional dan nasional yang terindeks, penelitian ini mengungkap bahwa perusahaan yang mengadopsi manajemen talenta berbasis pembelajaran digital, pelatihan berbasis kompetensi, dan analitik data manusia menunjukkan kemajuan yang nyata dalam hal produktivitas, kemampuan beradaptasi terhadap teknologi, serta kemampuan inovasi para karyawan. Temuan ini tidak hanya menyoroti pentingnya pendekatan ini, tetapi juga menggarisbawahi bagaimana transformasi digital telah mengubah lanskap kerja secara mendasar. Misalnya, dalam era di mana kecerdasan buatan dan otomasasi menjadi bagian integral dari operasi bisnis, karyawan yang tidak dilengkapi dengan keterampilan baru berisiko tertinggal. Reskilling, yang meliputi pelatihan ulang untuk peran baru, dan upskilling, yang fokus pada peningkatan keterampilan yang sudah ada, menjadi kunci untuk menjaga relevansi tenaga kerja. Penelitian ini menekankan bahwa integrasi antara strategi kebutuhan organisasi, kompetensi masa depan, dan sistem modern seperti platform pembelajaran e-learning interaktif dan analitik prediktif adalah penting untuk memaksimalkan hasil dari program-program tersebut. Lebih lanjut, penelitian ini mengungkap bahwa organisasi yang berhasil menerapkan strategi ini sering kali melibatkan kolaborasi lintas departemen, di mana pemimpin HR bekerja sama dengan tim teknologi untuk mengidentifikasi penurunan kompetensi. Hal ini tidak hanya meningkatkan efisiensi, tetapi juga membangun budaya pembelajaran berkelanjutan yang mendorong karyawan untuk terus berkembang. Dalam konteks global, di mana persaingan talenta semakin ketat, pendekatan ini membantu perusahaan mempertahankan keunggulan kompetitif. Namun, tantangan seperti resistensi budaya atau keterbatasan anggaran perlu diatasi melalui komunikasi yang efektif dan investasi jangka panjang. Secara keseluruhan, penelitian ini mendorong organisasi untuk melihat pengembangan bakat bukan sebagai biaya, melainkan sebagai strategi investasi yang menghasilkan pengembalian yang signifikan dalam bentuk inovasi dan ketahanan organisasi di era digital. Dengan demikian, integrasi yang holistik antara strategi visi, analisis kompetensi, dan teknologi pembelajaran modern menjadi landasan untuk keberhasilan jangka panjang.