Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Inheritance of illegitimate children who are recognized as legitimate and which are not recognized as legitimate Nayla Nazmi Fazira; Nikmatul Husna; Fauzan Habib Harianja; Muhammad Fahmi Aulia Saragih Turnip; Muhammad Rafly Lubis
ISNU Nine-Star Multidisciplinary Journal Vol. 2 No. 2 (2025): ISNU Nine Star September 2025
Publisher : ISNU Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70826/ins9mj.v2i2.802

Abstract

Through marriage, it is hoped that offspring, namely children, will be born. However, children are not always born from a legal marriage; many phenomena occur in society where children are born outside of marriage. This study examines the position of children outside of marriage in inheritance according to the Civil Code. The research method used is normative juridical, namely reviewing laws and regulations and literature studies. The results of the discussion in this study are that illegitimate children who are recognized according to the Law can inherit from their parents who acknowledge them and also from their parents' blood relatives, however, in terms of inheriting from their parents' blood relatives, the possibility for these illegitimate children is very small. The Constitutional Court Decision Number 46/PUU-VIII/2010, which is also part of legal reform, so that the child also has a legal relationship with his biological father if it can be proven based on scientific knowledge, technology and/or other evidence according to law. Recognition of an illegitimate child is very important for a father to do in order to create a civil relationship between the child and his father, while for the mother, according to Article 282 paragraph 2 of the Civil Code, which states that even a daughter who is not yet an adult is allowed to acknowledge her illegitimate child.
Mengenal Perlindungan Varietas Tanaman Dalam Hak Kekayaan Intelektual Mhd Rafly Lubis; Nur Anisa; Anzlika Putri Ramadani; Ari Afandi Sagala; Fauzan Habib Harianja
Jurnal Sahabat ISNU SU Vol. 2 No. 1 (2025): Vol.2 No.1 2025: Sahabat ISNU Mei
Publisher : ISNU Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan dari dilakukannya penelitian ini adalah untuk mengenal lebih dalam tentang Perlindungan Varietas Tanaman(PVT),perlindungan hukumnya bagi para pemulia tanaman untuk meminimalisir terjadinya penjiplakan atau plagiat oleh orang lain tanpa izin oleh orang yang memegang hak , bagaimana peraturan dan undang –undang serta hal hal yang berhubungan dengan Perlindungan Varietas Tanaman. Penelitian ini menggunakan Metode penelitian yuridis normative yang dapat disimpulkan yaitu: 1. Perlindungan varietas tanaman merupakan perlindungan khusus yang diberikan oleh negara dan diwakili oleh pemerintah.untuk mendapatkan perlindungan khusus tersebut yang diberikan oleh negara harus melakukan pendaftaran ke kantor Perlindungan Varietas Tanaman (PVT). Dalam hal ini perlindungannya di lakukan dengan sistem first to file yaitu siapa yang terlebih dahulu mendaftarkannya dan diterima oleh Departemen Pertanian maka akan mendapatkan sertifikat Perlindungan Varietas Tanaman yaitu sebuah jaminan yang diberikan agar orang lain tidak bisa menggunakan karya-nya dan mendaptakan keutungan tanpa izin dari Pemulia tanaman. 2. UU no 29 Tahun 2000 Pasal 1 Ayat 1 dan 2 yaitu: “Perlindungan Varietas Tanaman yang selanjutnya disingkat PVT, adalah perlindungan khusus yang diberikan negara yang dalam hal ini diwakili oleh Pemerintah dan pelaksanaannya dilakukan oleh Kantor Perlindungan Varietas Tanaman, terhadap varietas tanaman yang dihasilkan oleh pemulia tanaman melalui kegiatan pemuliaan tanaman”.“Hak Perlindungan Varietas Tanaman adalah hak khusus yang diberikan negara kepada pemulia dan/atau pemegang hak Perlindungan Varietas Tanaman untuk menggunakan sendiri varietas hasil pemuliaannya atau memberi persetujuan kepada orang atau badan hukum lain untuk menggunakannya selama waktu tertentu.”