Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Analisis unsur intrinsik pada Novel The Prodigy karya Midnightstalks Hanifa Aisyah; Jumadi; Dwi Wahyu Chandra Dewi
ARIMA : Jurnal Sosial Dan Humaniora Vol. 2 No. 2 (2024): November
Publisher : Publikasi Inspirasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/arima.v2i2.2919

Abstract

Novel adalah karya fiksi prosa yang berisi rangkaian cerita tentang kehidupan seseorang dan orang disekitarnya, dengan penekanan pada watak dan sifat tiap tokoh. Salah satu genre dalam novel adalah novel fantasi, novel fantasi kerap menyajikan dunia yang imajinatif sekaligus menggambarkan berbagai masalah sebenarnya dalam masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan unsur intrinsik yang terdapat dalam novel The Prodigy karya Midnightstalks.Penelitian ini menggunakan metode deskriptif-kualtitatif untuk mengetahui unsur intrinsik yang terdapat pada Novel The Prodigy karya Midnightstalks. Penelitian ini dimulai dengan mengumpulkan data dengan cara pembacaan secara mendalam terhadap teks cerpen dan mengelompokkan data berdasarkan unsur intrinstik cerpen. Teknik pengumpulan data artikel ini yaitu bersumber dari kata dan kutipan pada cerpen dan artikel, jurnal, dan buku yang relevan dengan penelitian. Novel "The Prodigy" karya Midnightstalks mengisahkan tentang pencarian jati diri Huang Rennath, dengan tokoh-tokoh yang beragam dan karakter unik. Alurnya menggunakan struktur campuran. Latar cerita berpusat di negara fiksi bernama Neostate, yang terbagi menjadi tujuh distrik dengan karakteristik dan budaya masing-masing. Pesan yang disampaikan dalam novel ini adalah bahwa dalam pencarian jati diri, dibutuhkan keberanian untuk menghadapi kenyataan. Novel ini menggunakan sudut pandang orang ketiga.
Analisis Literatur: Integrasi Media Canva dengan Model Pembelajaran Inovatif dalam Pengembangan Kreativitas Menulis Puisi Hanifa Aisyah
Educational Journal Vol. 1 No. 2 (2026): JANUARI
Publisher : Indo Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63822/0d0vzj26

Abstract

Artikel ini menganalisis integrasi media Canva dengan model-model pembelajaran inovatif dalam mengembangkan kreativitas menulis puisi melalui studi literatur sistematis terhadap 15 artikel penelitian empiris periode 2021-2025. Hasil analisis menunjukkan Canva dapat diintegrasikan secara efektif dengan Project-Based Learning, Discovery Learning, Problem-Based Learning, Self-Directed Learning, dan Think Pair Share untuk meningkatkan kreativitas siswa secara signifikan, dengan peningkatan orisinalitas dan kelancaran mencapai 36-52%, motivasi belajar 45-51%, serta pemahaman unsur puisi 33-40% dibandingkan pembelajaran tradisional. Strategi implementasi terbukti efektif meliputi pembelajaran berbasis potensi lokal, pembelajaran berdiferensiasi produk, pemanfaatan fitur kolaborasi Canva dalam Think Pair Share, integrasi Google Workspace for Education, pengembangan E-LKPD berbasis Canva, dan pelatihan guru komprehensif. Kendala teknis (akses internet, spesifikasi perangkat) dan pedagogis (alokasi waktu, penilaian) dapat diatasi melalui persiapan infrastruktur matang, desain RPP realistis, rubrik penilaian jelas, dan template Canva siap pakai. Integrasi ini tidak hanya meningkatkan kreativitas kognitif tetapi juga dimensi afektif siswa seperti motivasi, engagement, dan kepercayaan diri, menciptakan pembelajaran relevan bagi generasi Z. Penelitian ini menyediakan peta komprehensif berbasis bukti empiris bagi guru dan calon guru untuk mengoptimalkan pembelajaran puisi di era digital.
Pengaruh Bahasa Gaul terhadap Bahasa Indonesia dan Agama Islam Nadya D. Gumenggilung; Fitri Julianda; Hanifa Aisyah
Religion : Jurnal Agama, Sosial, dan Budaya Vol. 3 No. 3 (2024): Mei Religion : Jurnal Agama, Sosial, dan Budaya
Publisher : CV. Maryam Sejahtera

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.68352/religion.v3i3.1030

Abstract

. Language is the identity of a country or territory used as the primary means of communication. Everyone needs language when interacting, expressing ideas and opinions and other social relationships. As a country with a majority of Islamic believers, the Indonesian language contains politeness that does not violate the rules of Islam. In its development, the use of Indonesian language has begun to shift, replaced by the usage of teenage language called gaul. The use of gaul is not only used by teenagers, not rarely even educated people use this language, both in oral and written form, in both formal and non-formal time resulting in use of language becoming bad and wrong. Not a few gaul language that develops in Indonesia contains negative elements and is not worthy to be spoken and is of poor value in religion, not only Islam alone, other religions do not want to use such disrespectful language.