Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Analisis Penggunaan Gaya Bahasa Dalam Lirik Lagu “Monokrom” Oleh Tulus; Kajian Stilistika Maulida Habibah; Dwi Wahyu Chandra Dewi; Jumadi
ARIMA : Jurnal Sosial Dan Humaniora Vol. 2 No. 2 (2024): November
Publisher : Publikasi Inspirasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/arima.v2i2.2904

Abstract

Penelitian ini membahas analisis gaya bahasa yang terdapat dalam lirik lagu "Monokrom" karya Tulus, dengan menggunakan pendekatan stilistika. Tujuan dari studi ini adalah mengidentifikasi berbagai gaya kebahasaan yang digunakan dalam lirik lagu tersebut agar pendengar dapat memahami pesan yang ingin disampaikan oleh sang penyanyi. Penelitian ini dilakukan dengan metode kualitatif, menggunakan teknik pengumpulan data berupa membaca dan mencatat. Data utama berasal dari lirik lagu, penelitian-penelitian terkait, artikel, serta informasi dari media daring. Secara keseluruhan, lagu "Monokrom" menyampaikan pesan yang mendalam dan penuh keindahan, berupa ungkapan terima kasih serta penghargaan kepada individu-individu yang berperan penting dalam perjalanan hidup. Hasil analisis mengungkapkan bahwa lirik lagu ini mengandung beberapa jenis gaya bahasa, di antaranya: (a) majas perbandingan, seperti hiperbola, metafora, dan personifikasi; (b) majas penegasan, seperti repetisi dan aliterasi. Makna utama dari lagu ini adalah bentuk apresiasi dan rasa syukur Tulus kepada orang-orang yang telah memberikan pengaruh positif dalam hidupnya. Melalui penelitian ini, diharapkan pembaca dapat memperluas pengetahuan mereka tentang majas dan gaya bahasa dalam karya sastra.
Analisis Gaya Bahasa dalam Cerpen Gerimis Tengah Malam Karya Titin Zubaidatik Eliza Abelia; Jumadi; Dwi Wahyu Chandra Dewi
ARIMA : Jurnal Sosial Dan Humaniora Vol. 2 No. 2 (2024): November
Publisher : Publikasi Inspirasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/arima.v2i2.2905

Abstract

Gaya bahasa cerpen Gerimis Tengah malam karya Titin Zubaidatik kaya akan simbolisme dan metafora. Bahasa yang digunakan sangat hidup dan mampu membawa pembaca ikut merasakan emosi para karakter. Alasan pemilihan cerpen tersebut, setiap cerpennya berisi gaya bahasa yang dominan digunakan dalam cerpen Gerimis Tengah Malam Karya Titin Zubaidatik cerita ini tampak sederhana dengan tema cinta dan patah hati, adalah gaya bahasa dan majasnya. Tujuan untuk mendeskripsikan secara rinci penggunaan gaya bahasa dalam cerpen “Gerimis Tengah Malam” Karya “Titin Zubaidatik”. Penelitian ini mengunakan penelitian ini menggunakan metode yang menggambarkan secara rinci data-data yang ditemukan dalam cerpen, tanpa menggunakan angka-angka. Dengan kata lain, penelitian ini tidak hanya melihat bagian-bagian kecil (variabel) secara terpisah, melainkan melihat keseluruhan gambaran dari situasi yang sedang diteliti. Pembahasan hasil analisis gaya bahasa yang terdapat dalam kumpulan cerpen Gerimis Tengah Malam karya Titin Zubaidatik merujuk para penelitian ini akan meneliti berbagai jenis gaya bahasa dalam kumpulan cerpen dengan menggunakan teori klasifikasi gaya bahasa yang ditemukan oleh Tarigan. Kumpulan cerpen Titin Zubaidatik, “Gerimis Tengah Malam” difokuskan pada beberapa kategori meliputi gaya bahasa perbandingan, seperti simile, metafora, personifikasi. Gaya bahasa pertentangan, seperti Hiperbola, kontras, antitensis, gaya bahasa perulangan. Fokus penelitian ini adalah gaya bahasa yang digunakan dalam cerpen  “Gerimis Tengah Malam” karya Titin Zubaidatik. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif. Peneliti menganalisis cerpen secara mendalam, mengidentifikasi penggunaan gaya bahasa, dan kemudian mengklasifikasikan data yang diperoleh.
Analisis unsur intrinsik pada Novel The Prodigy karya Midnightstalks Hanifa Aisyah; Jumadi; Dwi Wahyu Chandra Dewi
ARIMA : Jurnal Sosial Dan Humaniora Vol. 2 No. 2 (2024): November
Publisher : Publikasi Inspirasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/arima.v2i2.2919

Abstract

Novel adalah karya fiksi prosa yang berisi rangkaian cerita tentang kehidupan seseorang dan orang disekitarnya, dengan penekanan pada watak dan sifat tiap tokoh. Salah satu genre dalam novel adalah novel fantasi, novel fantasi kerap menyajikan dunia yang imajinatif sekaligus menggambarkan berbagai masalah sebenarnya dalam masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan unsur intrinsik yang terdapat dalam novel The Prodigy karya Midnightstalks.Penelitian ini menggunakan metode deskriptif-kualtitatif untuk mengetahui unsur intrinsik yang terdapat pada Novel The Prodigy karya Midnightstalks. Penelitian ini dimulai dengan mengumpulkan data dengan cara pembacaan secara mendalam terhadap teks cerpen dan mengelompokkan data berdasarkan unsur intrinstik cerpen. Teknik pengumpulan data artikel ini yaitu bersumber dari kata dan kutipan pada cerpen dan artikel, jurnal, dan buku yang relevan dengan penelitian. Novel "The Prodigy" karya Midnightstalks mengisahkan tentang pencarian jati diri Huang Rennath, dengan tokoh-tokoh yang beragam dan karakter unik. Alurnya menggunakan struktur campuran. Latar cerita berpusat di negara fiksi bernama Neostate, yang terbagi menjadi tujuh distrik dengan karakteristik dan budaya masing-masing. Pesan yang disampaikan dalam novel ini adalah bahwa dalam pencarian jati diri, dibutuhkan keberanian untuk menghadapi kenyataan. Novel ini menggunakan sudut pandang orang ketiga.
EKRANISASI NOVEL JENDELA SERIBU SUNGAI KARYA MIRANDA SEFTIANA DAN AVESINA SOEBLI: ECRANISATION FROM THE NOVEL JENDELA SERIBU SUNGAI BY MIRANDA SEFTIANA AND AVESINA SOEBLI Andre Hardianto; Dwi Wahyu Chandra Dewi; Dewi Alfianti
LOCANA Vol. 9 No. 1 (2026): JURNAL LOCANA
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jlc.v9i1.381

Abstract

Abstrak Penelitian ini membahas proses ekranisasi novel Jendela Seribu Sungai karya Miranda Seftiana dan Avesina Soebli ke dalam film garapan Jay Sukmo. Fokus penelitian adalah perbedaan dan persamaan antara novel dan film, khususnya mengenai teks sastra yang ditransformasi menjadi bentuk visual. Tujuannya untuk mengetahui elemen-elemen yang dipertahankan maupun dimodifikasi dalam adaptasi. Metode penelitian yang dipilih berupa kualitatif deskriptif melalui teknik baca, simak, dan catat. Data berupa kutipan novel serta tangkapan layar dan transkrip film, dianalisis secara komparatif. Hasil penelitian menunjukkan adanya penciutan sebanyak 116 data, penambahan 25 data, dan perubahan variasi 27 data, terutama pada tokoh, alur, serta latar. Penyesuaian ini dilakukan untuk memenuhi kebutuhan medium film. Adaptasi film berhasil mewakili inti cerita dengan menekankan budaya Banjar dan Dayak, nilai pendidikan, kesehatan, dan inklusivitas. Penelitian ini memberi gambaran mengenai kreativitas dalam adaptasi sekaligus kontribusi terhadap kajian sastra dan media.Abstract This study discusses the process of adapting the novel Jendela Seribu Sungai by Miranda Seftiana and Avesina Soebli into a film directed by Jay Sukmo. The focus of the study is the differences and similarities between the novel and the film, particularly how the literary text is transformed into a visual form. The aim is to identify the elements that are retained and modified in the adaptation. The research method used is descriptive qualitative with reading, listening, and note-taking techniques. The data, in the form of novel excerpts, screenshots, and film transcripts, are analyzed comparatively. The results show that there are 116 instances of reduction, 25 instances of addition, and 27 instances of variation, mainly in the characters, plot, and setting. These adjustments were made to meet the needs of the film medium. The film adaptation successfully represented the essence of the story by emphasizing Banjar and Dayak culture, educational values, health, and inclusivity. This study provides an overview of creativity in adaptation as well as contributing to literary and media studies.