Claim Missing Document
Check
Articles

Found 10 Documents
Search

Project-Based Learning sebagai Strategi Inovatif Pembelajaran Bahasa Indonesia di Perguruan Tinggi: Perspektif Mahasiswa Ekonomi Dioka Muhammad Akbar; Wahidah Halimahnur; Desi Qoriah; Umi Kulsum
Alusi: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol. 1 No. 2 (2025): Alusi: Kajian Bahasa dan Sastra serta Pembelajaran Bahasa Indonesia
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31980/alusi.v1i2.3228

Abstract

This article discusses the perceptions of students from the Faculty of Economics at Garut University regarding the implementation of the Project-Based Learning (PjBL) method in the Indonesian Language course. This quantitative study aims to measure the impact of the PjBL method on improving various aspects of students’ language skills, including critical thinking, oral and written communication, collaboration, relevance, and motivation. Data were collected through the distribution of questionnaires. The research population consisted of students from the Faculty of Economics at Garut University, with a sample of 41 students. The results indicate that students generally welcomed PjBL, considering it to make learning more relevant, interactive, and motivating. They reported significant improvements in their ability to organize ideas, analyze problems, and work collaboratively in teams. However, challenges such as time management and project complexity were also identified. These findings highlight the potential of PjBL as an innovative strategy to enrich the Indonesian Language learning experience in higher education, particularly for students from non-language backgrounds.
Studi Komparatif Kualitas Linguistik, Estetika, dan Kreativitas Puisi Siswa SMK dengan Puisi Generatif ChatGPT dalam Analisis Akademik Rachmani Syaefatul Huda Maryam; Agus Hamdani; Umi Kulsum
Alusi: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol. 1 No. 1 (2025): Alusi:Kajian Bahasa dan Sastra serta Pembelajaran Bahasa Indonesia
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31980/alusi.v1i1.3269

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh perkembangan teknologi kecerdasan buatan (AI) yang memengaruhi pembelajaran sastra, khususnya dalam penulisan puisi. Permasalahan yang diangkat adalah perbedaan kualitas antara puisi karya siswa yang ditulis secara manual dengan puisi hasil bantuan ChatGPT, baik dari segi teknis maupun kedalaman makna. Penelitian ini bertujuan membandingkan kualitas kedua jenis puisi tersebut serta mengidentifikasi kelebihan dan kekurangannya untuk pembelajaran sastra. Metode penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain paired sample t-test. Subjek penelitian adalah siswa SMK TPI Al-Ghoniyyah Selaawi Garut yang menulis dua puisi: satu secara manual dan satu menggunakan ChatGPT tanpa prompt khusus selain judul puisi sebelumnya. Penilaian dilakukan oleh dua penilai independen berdasarkan delapan indikator: diksi, rima, gaya bahasa, imaji, tipografi, unsur ideologis, nilai didaktis, dan kelayakan ide. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ChatGPT unggul pada aspek teknis seperti diksi, rima, gaya bahasa, imaji, dan tipografi, sedangkan puisi siswa lebih unggul pada unsur ideologis, nilai didaktis, dan kelayakan ide. Meskipun skor rata-rata puisi ChatGPT sedikit lebih tinggi, perbedaan keduanya tidak signifikan secara statistik. Temuan ini mengimplikasikan bahwa ChatGPT dapat dimanfaatkan sebagai media pembelajaran untuk memperkuat keterampilan teknis menulis puisi, sementara penulisan manual tetap penting untuk mempertahankan kedalaman makna, nilai budaya, dan orisinalitas karya. Integrasi kedua pendekatan berpotensi meningkatkan kualitas pembelajaran sastra secara menyeluruh.
Tinjauan Kritis terhadap Kembalinya Penggunaan Ejaan yang Disempurnakan (EYD) pada Tahun 2022 dalam Konteks Kebijakan Bahasa Indonesia Umi Kulsum; Iin Indriyani; Faradilla Intan Sari; Miftah
Alusi: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol. 1 No. 1 (2025): Alusi:Kajian Bahasa dan Sastra serta Pembelajaran Bahasa Indonesia
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31980/alusi.v1i1.3270

Abstract

Perubahan ejaan bahasa Indonesia merupakan konsekuensi dari dinamika perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi, dan seni yang mendorong perluasan fungsi bahasa Indonesia sebagai bahasa nasional dan negara. Salah satu unsur utama dalam sistem kebahasaan adalah ejaan, yang mencakup kaidah pelambangan bunyi, penulisan huruf, dan penggunaan tanda baca dalam aksara Latin. Artikel ini bertujuan untuk mengkaji secara kritis perubahan ejaan terbaru yang dituangkan dalam Ejaan Bahasa Indonesia yang Disempurnakan (EYD) edisi ke-V tahun 2022. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif analitis dengan pendekatan perundang-undangan dan perbandingan, berdasarkan studi pustaka dari regulasi resmi, jurnal akademik, serta sumber literatur relevan lainnya. Hasil kajian menunjukkan bahwa EYD edisi ke-V mencakup tujuh bentuk perubahan utama: (1) penambahan kaidah baru; (2) perubahan kaidah; (3) perubahan redaksi; (4) pemindahan kaidah; (5) penghapusan kaidah; (6) perubahan contoh; dan (7) perubahan tata penyajian isi. Selain dari sisi substansi, perubahan ini juga menyesuaikan dengan kebutuhan praktis pengguna bahasa dan perkembangan teknologi digital, salah satunya melalui peluncuran portal ejaan daring di https://ejaan.kemdikbud.go.id/. Implikasi dari kajian ini menunjukkan pentingnya sosialisasi ejaan terbaru kepada semua pengguna bahasa, khususnya pendidik dan praktisi kebahasaan agar mampu mengadaptasi perubahan dengan tepat dan konsisten.
Co-design Deep Assessment sebagai Inovasi Kolaboratif untuk Tingkatkan Kompetensi Guru Bahasa Indonesia Ari Kartini; Umi Kulsum; Didin Sahidin; Selvi Nurul Hidayati; Malika Nur Utami
Jurnal Medika: Medika Vol. 4 No. 4 (2025)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/k77pcb80

Abstract

Kesulitan dalam merancang dan mengimplementasikan penilaian mendalam yang autentik dan berorientasi pada keterampilan abad ke-21 masih dialami oleh sebagian besar guru Bahasa Indonesia SMA. Program Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) ini bertujuan meningkatkan kompetensi guru Bahasa Indonesia SMA dalam mengimplementasikan penilaian mendalam melalui model co-design yang menekankan inovasi kolaboratif antara dosen dan guru. Kegiatan melibatkan 80 guru anggota MGMP Bahasa Indonesia di Kabupaten Garut. Metode yang digunakan berupa lokakarya dan pendampingan, mencakup penguatan konsep, pengembangan instrumen, simulasi, dan refleksi. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan signifikan dalam pemahaman dan keterampilan guru merancang instrumen penilaian autentik seperti rubrik analitis, portofolio, dan proyek, yang dibuktikan dengan perbedaan hasil pre-test dan post-test. Guru juga menyatakan kepuasan tinggi terhadap pelatihan serta melaporkan pengalaman positif dalam perancangan kolaboratif. Inovasi ini membuktikan bahwa co-design penilaian mendalam dapat menjadi model berkelanjutan untuk memperkuat kompetensi guru serta menumbuhkan kemandirian dan berpikir kritis siswa.
Project-Based Learning sebagai Strategi Inovatif Pembelajaran Bahasa Indonesia di Perguruan Tinggi: Perspektif Mahasiswa Ekonomi Dioka Muhammad Akbar; Wahidah Halimahnur; Desi Qoriah; Umi Kulsum
Alusi: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol. 1 No. 2 (2025): Alusi: Kajian Bahasa dan Sastra serta Pembelajaran Bahasa Indonesia
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31980/alusi.v1i2.3228

Abstract

This article discusses the perceptions of students from the Faculty of Economics at Garut University regarding the implementation of the Project-Based Learning (PjBL) method in the Indonesian Language course. This quantitative study aims to measure the impact of the PjBL method on improving various aspects of students’ language skills, including critical thinking, oral and written communication, collaboration, relevance, and motivation. Data were collected through the distribution of questionnaires. The research population consisted of students from the Faculty of Economics at Garut University, with a sample of 41 students. The results indicate that students generally welcomed PjBL, considering it to make learning more relevant, interactive, and motivating. They reported significant improvements in their ability to organize ideas, analyze problems, and work collaboratively in teams. However, challenges such as time management and project complexity were also identified. These findings highlight the potential of PjBL as an innovative strategy to enrich the Indonesian Language learning experience in higher education, particularly for students from non-language backgrounds.
Studi Komparatif Kualitas Linguistik, Estetika, dan Kreativitas Puisi Siswa SMK dengan Puisi Generatif ChatGPT dalam Analisis Akademik Rachmani Syaefatul Huda Maryam; Agus Hamdani; Umi Kulsum
Alusi: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol. 1 No. 1 (2025): Alusi:Kajian Bahasa dan Sastra serta Pembelajaran Bahasa Indonesia
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31980/alusi.v1i1.3269

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh perkembangan teknologi kecerdasan buatan (AI) yang memengaruhi pembelajaran sastra, khususnya dalam penulisan puisi. Permasalahan yang diangkat adalah perbedaan kualitas antara puisi karya siswa yang ditulis secara manual dengan puisi hasil bantuan ChatGPT, baik dari segi teknis maupun kedalaman makna. Penelitian ini bertujuan membandingkan kualitas kedua jenis puisi tersebut serta mengidentifikasi kelebihan dan kekurangannya untuk pembelajaran sastra. Metode penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain paired sample t-test. Subjek penelitian adalah siswa SMK TPI Al-Ghoniyyah Selaawi Garut yang menulis dua puisi: satu secara manual dan satu menggunakan ChatGPT tanpa prompt khusus selain judul puisi sebelumnya. Penilaian dilakukan oleh dua penilai independen berdasarkan delapan indikator: diksi, rima, gaya bahasa, imaji, tipografi, unsur ideologis, nilai didaktis, dan kelayakan ide. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ChatGPT unggul pada aspek teknis seperti diksi, rima, gaya bahasa, imaji, dan tipografi, sedangkan puisi siswa lebih unggul pada unsur ideologis, nilai didaktis, dan kelayakan ide. Meskipun skor rata-rata puisi ChatGPT sedikit lebih tinggi, perbedaan keduanya tidak signifikan secara statistik. Temuan ini mengimplikasikan bahwa ChatGPT dapat dimanfaatkan sebagai media pembelajaran untuk memperkuat keterampilan teknis menulis puisi, sementara penulisan manual tetap penting untuk mempertahankan kedalaman makna, nilai budaya, dan orisinalitas karya. Integrasi kedua pendekatan berpotensi meningkatkan kualitas pembelajaran sastra secara menyeluruh.
Tinjauan Kritis terhadap Kembalinya Penggunaan Ejaan yang Disempurnakan (EYD) pada Tahun 2022 dalam Konteks Kebijakan Bahasa Indonesia Umi Kulsum; Iin Indriyani; Faradilla Intan Sari; Miftah
Alusi: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol. 1 No. 1 (2025): Alusi:Kajian Bahasa dan Sastra serta Pembelajaran Bahasa Indonesia
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31980/alusi.v1i1.3270

Abstract

Perubahan ejaan bahasa Indonesia merupakan konsekuensi dari dinamika perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi, dan seni yang mendorong perluasan fungsi bahasa Indonesia sebagai bahasa nasional dan negara. Salah satu unsur utama dalam sistem kebahasaan adalah ejaan, yang mencakup kaidah pelambangan bunyi, penulisan huruf, dan penggunaan tanda baca dalam aksara Latin. Artikel ini bertujuan untuk mengkaji secara kritis perubahan ejaan terbaru yang dituangkan dalam Ejaan Bahasa Indonesia yang Disempurnakan (EYD) edisi ke-V tahun 2022. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif analitis dengan pendekatan perundang-undangan dan perbandingan, berdasarkan studi pustaka dari regulasi resmi, jurnal akademik, serta sumber literatur relevan lainnya. Hasil kajian menunjukkan bahwa EYD edisi ke-V mencakup tujuh bentuk perubahan utama: (1) penambahan kaidah baru; (2) perubahan kaidah; (3) perubahan redaksi; (4) pemindahan kaidah; (5) penghapusan kaidah; (6) perubahan contoh; dan (7) perubahan tata penyajian isi. Selain dari sisi substansi, perubahan ini juga menyesuaikan dengan kebutuhan praktis pengguna bahasa dan perkembangan teknologi digital, salah satunya melalui peluncuran portal ejaan daring di https://ejaan.kemdikbud.go.id/. Implikasi dari kajian ini menunjukkan pentingnya sosialisasi ejaan terbaru kepada semua pengguna bahasa, khususnya pendidik dan praktisi kebahasaan agar mampu mengadaptasi perubahan dengan tepat dan konsisten.
INTEGRASI AI DALAM PENULISAN BERITA MAHASISWA:: DAMPAKNYA TERHADAP KREATIVITAS DAN ETIKA JURNALISTIK Umi Kulsum; Zainah Asmaniah; Syifa Purwati
Literasi: Jurnal Ilmiah Pendidikan Bahasa, Sastra Indonesia dan Daerah Vol. 16 No. 2 (2026): Literasi: Jurnal Ilmiah Pendidikan Bahasa, Sastra Indonesia dan Daerah
Publisher : Fakultas Keguruan Dan Ilmu Pendidikan Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/literasi.v16i2.44732

Abstract

This study was motivated by the increasing use of artificial intelligence (AI) in students’ news writing. While AI offers efficiency in generating texts quickly, it also raises concerns about creativity and journalistic ethics. The study aimed to describe the integration of AI in students’ news writing and to analyze its impact on creativity and journalistic ethics. A mixed-method approach with descriptive and associative design was employed. The participants were students of the Indonesian Language and Literature Education Program. Data were collected through a Likert-scale questionnaire, document analysis of students’ news texts, semi-structured interviews, and observation. Quantitative data were analyzed descriptively and correlationally, while qualitative data were analyzed through data reduction, data display, and conclusion drawing. The findings show that AI integration in news writing was in the high category. The use of AI helped students develop ideas, determine news angles, and organize texts more systematically. In addition, students’ journalistic ethics were categorized as good, particularly in terms of information verification, responsibility for content, and awareness of avoiding direct use of AI-generated output. This study concludes that AI integration can support students’ creativity and journalistic ethics when it is used critically, proportionally, and responsibly.
MANIFESTASI KOMUNIKASI PEDAGOGIS DALAM PRESENTASI ILMIAH MAHASISWA UNTUK PENGEMBANGAN MODEL EXPERIENTIAL LEARNING Umi Kulsum; Yeti Mulyati; Andoyo Sastromiharjo
Literasi: Jurnal Ilmiah Pendidikan Bahasa, Sastra Indonesia dan Daerah Vol. 16 No. 2 (2026): Literasi: Jurnal Ilmiah Pendidikan Bahasa, Sastra Indonesia dan Daerah
Publisher : Fakultas Keguruan Dan Ilmu Pendidikan Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/literasi.v16i2.45110

Abstract

This study aims to describe and analyze the manifestation of pedagogical communication in students’ scientific presentations as a basis for developing an experiential learning model. The study employed a descriptive qualitative design supported by simple quantitative data. The participants consisted of 90 students from three higher education institutions in West Java and lecturers responsible for the related courses. Data were collected through observation, semi-structured interviews, student perception questionnaires, and document analysis, and were analyzed thematically and descriptively. The findings revealed three main points. First, pedagogical communication was present in students’ scientific presentation practices, but it remained dominant in instructional aspects, particularly in clear instructions, activity management, and basic feedback. Second, students’ weaknesses in content elaboration, use of oral scientific language, nonverbal communication, slide design, and ability to answer questions argumentatively were closely related to the underdeveloped dialogic, empathic, and reflective dimensions of pedagogical communication. Third, the findings provide a basis for developing an experiential learning model grounded in pedagogical communication, which emphasizes concrete experience, guided reflection, conceptualization, constructive feedback, and repeated practice as the core of scientific presentation learning.
Revitalisasi Sastra Lisan sebagai Materi Pengayaan Literasi di Lingkungan PKBM Tentrem Berdaya Zainah Asmaniah; Winka Naida; Lina Siti Nurwahidah; Umi Kulsum; Puput Putri
Jurnal Pengabdian Masyarakat (ABDIRA) Vol 6, No 3 (2026): Abdira
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/abdira.v6i3.2237

Abstract

This community service activity was motivated by the low level of integration of local wisdom into the formal literacy curriculum at PKBM Tentrem Berdaya, which has led to the marginalization of regional oral literature. The primary objective of this program is to improve students' reading comprehension skills through the exploration and adaptation of oral literary values. The method employed is Participatory Action Research (PAR), implemented through intensive training, mentoring, and writing workshops. The results of the program demonstrate measurable improvements in students' cultural literacy and language skills. This revitalization effort has successfully bridged the gap in cultural literacy while providing contextual learning resources for students. This initiative is expected to serve as a strategic reference for non-formal educational institutions in integrating local wisdom to strengthen the foundation of community cultural literacy.