Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Directive Speech Acts in Teacher-Student Interaction and Implicit Meanings in Social Media Discourse: A Pragmatic and Discourse Study Sitti Suwadah Rimang; Dewi Sartika; Anas Anas; Andi Sri Rahayu
Edumaspul: Jurnal Pendidikan Vol 9 No 1 (2025): Edumaspul: Jurnal Pendidikan
Publisher : Universitas Muhammadiyah Enrekang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33487/edumaspul.v9i1.8977

Abstract

This study examines the phenomenon of directive speech acts in two distinct contexts: face-to-face interaction between teachers and students in senior high schools (SMA), and implicit communication practices on social media. Directive speech acts play a significant role in constructing power relations, delivering commands, requests, and even sarcasm. This research employs a descriptive qualitative method using discourse analysis, complemented by quantitative data from case studies. Data were collected from classroom transcripts and social media posts, analyzed through the lens of speech act theory Austin & Searle, implicature Grice, and critical discourse analysis Fairclough. Case studies were conducted at two senior high schools in South Sulawesi, with secondary data obtained from digital communication journals. The findings show that 62% of teacher directives were explicit, while 73% of directives on social media were implicit, expressed through sarcasm or metaphors. This article highlights the importance of social context, power relations, and pragmatic intentions in shaping the structure and strategy of directive delivery.
Dampak Perbedaan Budaya terhadap Kesejahteraan Psikologis Warga Indonesia di Thailand: Studi Fenomenologis Andi Sri Rahayu; Ratna Wulandari; Pertiwi Nurani
Equality: Law and Social Vol. 1 No. 2 (2025)
Publisher : Riset Anak Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.66618/equalitylawandsocial.v1i2.52

Abstract

Penelitian ini membahas perbedaan budaya Thailand dan Indonesia serta implikasi psikologis yang dihadapi oleh warga Indonesia yang tinggal di Thailand. Melalui pendekatan kualitatif dan fenomenologis, penelitian ini mengeksplorasi pengalaman individu dalam beradaptasi dengan norma sosial, nilai, dan bahasa yang berbeda, yang dapat menyebabkan stres, kecemasan, dan perasaan terasing. Hasil wawancara dengan responden menunjukkan bahwa kesulitan dalam memahami nuansa komunikasi dan perbedaan budaya lainnya mempengaruhi kesehatan mental mereka. Penelitian ini menekankan pentingnya pemahaman dan dukungan komunitas untuk meningkatkan kesejahteraan mental warga Indonesia di lingkungan baru mereka.
Penerapan Regulasi Diri dalam Kemandirian Belajar Mahasiswa Program Studi Bimbingan dan Konseling Pendidikan Islam Universitas Muhammadiyah Makassar Andi Sri Rahayu; Sandi Pratama; Pertiwi Nurani
Jurnal Perspektif Ilmu Pendidikan dan Keguruan Vol. 1 No. 2 (2026)
Publisher : PT.Riset Anak Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.66618/jpipk.v1i2.980

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh regulasi diri terhadap kemandirian belajar mahasiswa Program Studi Bimbingan dan Konseling Pendidikan Islam. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan eksperimen melalui desain satu kelompok pretest posttest yang bertujuan untuk mengetahui pengaruh regulasi diri terhadap kemandirian belajar mahasiswa, dengan populasi sebanyak 276 mahasiswa dan sampel 13 mahasiswa Prodi BKPI Universitas Muhammadiyah Makassar. Hasil penelitian menunjukkan adanya pengaruh regulasi diri dalam meningkatkan kemandirian belajar mahasiswa, yang ditunjukkan oleh hasil pretest regulasi diri dengan 23,1% mahasiswa berada pada kategori rendah, 61,5% kategori sedang, dan 15,4% kategori tinggi, serta pretest kemandirian belajar dengan 15,4% kategori rendah, 69,2% kategori sedang, dan 15,4% kategori tinggi. Uji normalitas Shapiro–Wilk menunjukkan bahwa data regulasi diri (sig. 0,207) dan kemandirian belajar (sig. 0,265) berdistribusi normal karena nilai signifikansi lebih besar dari 0,05. Selanjutnya, hasil uji hipotesis menggunakan Paired Sample T-Test diperoleh nilai signifikansi sebesar 0,001 yang lebih kecil dari 0,05, sehingga H0 ditolak dan H1 diterima, yang berarti terdapat perbedaan signifikan kemandirian belajar mahasiswa sebelum dan sesudah penerapan regulasi diri.