Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

Pelatihan Kesehatan Gigi dan Mulut di Indonesia Ramah Lansia Provinsi Jawa Barat Husnul Khatimah 2 Wilayah Cilodong Depok Nurfauziah, Habibah
JUARA (Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat) Vol. 1 No. 2 (2023): JUARA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Lembaga Riset, Inovasi, dan Pengabdian Kepada Masyarakat, Universitas Saintek Muhammadiyah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Masalah kesehatan gigi seringkali diabaikan, padahal kesehatan gigi memiliki peran yang sangat penting dalam kualitas hidup terlebih bagi seorang lansia. Hal ini perlu perhatian serius, karena fungsi gigi memiliki peran penting dalam pengunyahan makanan. Kehilangan gigi atau kerusakan gigi dapat membuat pengunyahan menjadi sulit yang akhirnya dapat mempengaruhi pencernaan dan asupan gizi bagi lansia. Kesehatan mulut yang buruk dapat berdampak pada kesehatan seperti infeksi gigi atau penyakit gusi, jika tidak diobati dapat menyebabkan masalah serius seperti penyakit jantung, diabetes dan gangguan pernapasan. Kehilangan gigi pada lansia dapat memiliki dampak psikologis yang signifikan termasuk perasaan malu, tegang, penurunan selera makan, resiko malnutrisi, kesulitan sosialisasi, tidur yang terganggu, isolasi, kesulitan konsentrasi bahkan ketidakmampuan untuk bekerja dengan optimal. Kehilangan gigi menjadi masalah umum pada lansia dengan berbagai penyebab kerusakannya. Kegiatan ini menggunakan pendekatan pelatihan secara tatap muka. Dimana sebelum kegiatan inti dilaksanakan tim pengabdian melakukan pra survey investigasi di lokasi untuk mengetahui kendala dan permasalahan yang ada. Setelah dilaksanakan pembekalan, dilakukan pendampingan implementasi, kemudian tahap akhir dilakukan sharing permasalahan dan kesulitan yang muncul untuk dipecahkan. Metode yang digunakan dalam melaksanakan kegiatan ini adalah sosialisasi dengan teknik pelatihan dengan ceramah atau penyampaian materi berupa teori, video terkait kesehatan gigi dan mulut, lalu dimaksimalkan pada tanya jawab dan simulasi yang menarik. Melalui pelatihan ini para peserta yang terdiri dari pra lansia (usia 45-60 tahun) dan lansia (usia 60 tahun ke atas) merasa dapat tambahan ilmu. Hal ini seperti diungkapkan oleh salah satu peserta yg menyatakan bahwa “Pelatihan bagi lansia ini luar biasa, lansia menjadi tercerahkan bagaimana cara merawat mulut dan gigi bagi lansia, berteman dengan dokter gigi sehingga lansia semakin bersemangat dan termotivasi untuk hidup lebih sehat dan produktif. Peserta antusias karena merasa penting untuk tahu bagaimana cara menjaga rongga mulut dan merawat kesehatan gigi. Motivasi peserta ikut sekolah lansia adalah ingin hidup lebih berarti di usia yang sudah senja”. Pelatihan ini juga sudah dapat memicu semangat dan antusiasme para lansia, hal ini terlihat dari animo peserta dalam sesi diskusi dan tanya jawab.
Pelatihan Kesehatan Fungsi Kognitif (Demensia) di Indonesia Ramah Lansia Provinsi Jawa Barat Husnul Khatimah 2B Wilayah Cilodong Depok Nurfauziah, Habibah
JUARA (Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat) Vol. 2 No. 1 (2024): JUARA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Lembaga Riset, Inovasi, dan Pengabdian Kepada Masyarakat, Universitas Saintek Muhammadiyah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56459/juara.v2i1.142

Abstract

Pikun adalah gangguan penurunan kemampuan mental secara perlahan. Pikun ini menyebabkan terjadinya gangguan ingatan, pikiran, penilaian serta penurunan konsentrasi. Gangguan perilaku pikun / demensia pada lansia dapat dicegah dengan mengasah otak, bergabung dalam kelompok untuk bersosialisasi, beraktivitas fisik, makan bergizi seimbang dan mengembangkan hobi serta kegiatan bermanfaat. Kegiatan pengabdian masyarkat menggunakan pendekatan pelatihan di Indonesia Ramah Lansia Provinsi Jawa Barat Husnul Khatimah 2B Wilayah Cilodong Depok. Pelatihan ini dilakukan secara tatap muka. Dimana sebelum kegiatan inti dilaksanakan tim pengabdian melakukan pra survey investigasi di lokasi untuk mengetahui kendala dan permasalahan yang ada. Setelah dilaksanakan pembekalan, selanjutnya dilakukan pendampingan implementasi, kemudian tahap akhir di lakukan sharing permasalahan dan kesulitan yang muncul untuk dipecahkan. Metode yang digunakan dalam melaksanakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat adalah sosialisasi dengan teknik pelatihan dengan ceramah atau penyampaian materi berupa teori, video terkait gangguan perilaku pada lansia dengan pikun/demensia, lalu di maksimalkan pada tanya jawab dan simulasi yang menarik. Pelaksanaan pengabdian kepada masyarakat dengan bentuk pelatihan bagi lansia ini diikuti oleh para peserta yang terdiri dari pra lansia (usia 45-60 tahun) dan lansia (usia 60 tahun ke atas). Pelatihan ini sudah memberikan pencerahan dan motivasi bagi para lansia. Hal ini seperti di ungkapkan oleh salah satu peserta yang menyatakan bahwa “Pelatihan bagi lansia ini luar biasa, lansia menjadi tercerahkan bagaimana cara mengenali dan mencegah pikun/demensia, sehingga lansia semakin bersemangat dan termotivasi untuk hidup lebih sehat, bahagia dan produktif. Peserta antusias karena merasa penting untuk tahu bagaimana cara penanganan lansia yang mengalami pikun/demensia. Motivasi peserta ikut sekolah lansia adalah ingin hidup lebih berarti di usia yang sudah senja”. Pelatihan ini juga sudah dapat memicu semangat dan antusiasme para lansia, hal ini terlihat dari animo peserta dalam sesi diskusi dan tanya jawab.