Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Narratives and Green Policy Implementation: A Case Study of the Sea Defence Project in Indonesia Mohamad Sukarno; Dyah Mutiarin; Fauziah Saragih
INJECT (Interdisciplinary Journal of Communication) Vol. 10 No. 1 (2025)
Publisher : FAKULTAS DAKWAH UIN SALATIGA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18326/inject.v10i1.4463

Abstract

The research aims to evaluate the implementation of the green policy concept in environmental management through a case study of sea fences in the Tangerang and Bekasi regions of Indonesia based on mass media. This project has received criticism from various parties because it is considered to cause many problems, especially in terms of Environmental Impact Analysis (EIA). The research method uses a qualitative approach with a descriptive approach on databases from the mass media. The data source was obtained from online news reporting on the sea fence case, which was then captured through the capture feature. Data analysis used Commissioned Qualitative Data Software (CAQDS) with the help of the NVivo 12plus device. The data analysis process uses coding techniques to identify narratives originating from three leading actors: the government, non-governmental organisations (NGOs), and the public. The results of the crosstab analysis show that government actors dominate the narrative (54%), followed by the public (25%) and NGOs (20%). The study results show that the dominance of the government's narrative is even ironically involved in the issuance of 263 problematic Building Rights (HGB) certificates in the project. This project impacts the destruction of marine ecosystems, loss of aquatic life habitat, coastal abrasion, and loss of livelihood of more than 3,800 fishermen, with economic losses of up to Rp24 billion. From the results of this study, the implementation of green policy in the sea fence project shows serious failures, especially in the aspects of supervision, transparency, and law enforcement. Therefore, firm action is needed from environmental violators to realise an innovative environment in a sustainable manner.
Implementasi Program Tata Kelola Pembangunan Berbasis Partisipasi Pemuda Karang Taruna Di Sorong Timur Suci Khamdanah; Muhammad Arifin Abd Kadir; Salmawati; Masni Banggu; Fauziah Saragih; Rahmatullah Bin Arsyad
Abdimas: Papua Journal of Community Service Vol. 8 No. 1 (2026): Januari (In Progress)
Publisher : Lembaga Pengembangan dan Pengabdian Masyarakat Universitas Muhammadiyah Sorong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33506/pjcs.v8i1.5180

Abstract

Pembangunan daerah pada tingkat kelurahan dan distrik menuntut tata kelola yang transparan, akuntabel, dan partisipatif. Di Sorong Timur, pemuda Karang Taruna memiliki peran strategis sebagai penggerak sosial yang mampu mendukung proses administrasi dan pelaksanaan pembangunan. Program ini berfokus pada implementasi tata kelola pembangunan berbasis partisipasi pemuda dengan tujuan meningkatkan kapasitas mereka dalam membantu proses pendataan kebutuhan masyarakat, penyusunan administrasi pembangunan, serta monitoring kegiatan pembangunan di wilayah Sorong Timur. Metode yang digunakan dalam program ini adalah metode pengabdian berbasis partisipatif (Participatory Community Engagement) melalui pendekatan pelatihan, pendampingan, dan praktik lapangan. Tahapan kegiatan meliputi: pelatihan administrasi pembangunan, workshop penyusunan data kebutuhan masyarakat, pendampingan keterlibatan pemuda dalam kegiatan musrenbang kelurahan, serta pelaksanaan monitoring dan dokumentasi pembangunan. Pengumpulan data didukung oleh observasi, wawancara, dan evaluasi kegiatan bersama pemuda Karang Taruna dan pemerintah kelurahan/distrik. Hasil implementasi menunjukkan bahwa program ini berhasil meningkatkan kompetensi pemuda Karang Taruna dalam memahami dan melaksanakan administrasi pembangunan, serta memperkuat partisipasi mereka dalam proses perencanaan dan monitoring pembangunan. Pemuda menjadi lebih terlibat sebagai mitra pemerintah kelurahan, mampu menyusun laporan pembangunan secara lebih sistematis, dan berperan aktif dalam menyampaikan kebutuhan masyarakat. Program ini memberikan dampak positif berupa peningkatan efektivitas komunikasi, transparansi, dan kualitas tata kelola pembangunan di Sorong Timur.