Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Financing for Accountability: A Multi Site Analysis of Islamic Governance–Driven Budget Practices in Private Islamic Higher Education Institutions Siti Nurhasanah Yahya; Mulyawan Safwandy Nugraha; Deni Melyati; Elvita Sitna Hajar; Mamah Siti Rohmah; Satria Adi Pradana
EDUKASI: Jurnal Penelitian Pendidikan Agama dan Keagamaan Vol. 23 No. 3 (2025): EDUKASI: Jurnal Penelitian Pendidikan Agama dan Keagamaan
Publisher : Badan Litbang dan Diklat Kementerian Agama RI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study investigates how educational financing practices influence managerial accountability in Private Islamic Higher Education Institutions (PIHEI). Although financing and accountability have been widely discussed in higher education, limited research has explored how financing systems specifically shape accountability within PIHEI, particularly in relation to Islamic governance values. This study addresses this gap by analyzing the extent to which financing sources, allocation patterns, and evaluation mechanisms contribute to strengthening managerial accountability. A qualitative multi site case study was conducted across 30 PIHEI involving 123 informants. Data were collected through questionnaires and semi structured interviews, and analyzed using descriptive techniques and thematic analysis to identify patterns in financing practices and accountability processes. The findings indicate that, first, PIHEI remains highly dependent on student tuition fees, while access to government and community funding is limited due to administrative barriers and accreditation requirements. Second, budget allocation is concentrated on basic operational needs, with insufficient support for research, community service, and institutional development. Third, financing evaluations related to adequacy, efficiency, equity, and cost effectiveness are not consistently implemented, weakening accountability mechanisms. These findings highlight the need for financing diversification, improved reporting systems, and stronger alignment with Islamic governance principles. The study concludes by recommending performance-based funding support and institutional capacity building to enhance financial sustainability and managerial accountability in PIHEI. ABSTRAK Penelitian ini mengkaji bagaimana praktik pembiayaan pendidikan memengaruhi akuntabilitas manajerial pada Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Swasta (PTKIS). Meskipun isu pembiayaan dan akuntabilitas telah banyak dibahas dalam konteks pendidikan tinggi, masih sedikit penelitian yang menelaah bagaimana sistem pembiayaan secara spesifik membentuk akuntabilitas di PTKIS, terutama terkait penerapan nilai‑nilai tata kelola Islam. Studi ini mengisi kesenjangan tersebut dengan menganalisis sejauh mana sumber pembiayaan, pola alokasi anggaran, dan mekanisme evaluasi berkontribusi dalam memperkuat akuntabilitas manajerial. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi multi‑lokasi pada 30 PTKIS dan melibatkan 123 informan. Data dikumpulkan melalui kuesioner dan wawancara semi‑terstruktur, kemudian dianalisis menggunakan teknik deskriptif dan analisis tematik untuk mengidentifikasi pola dalam praktik pembiayaan dan proses akuntabilitas. Hasil penelitian menunjukkan tiga temuan utama. Pertama, PTKIS masih sangat bergantung pada biaya kuliah mahasiswa, sementara akses terhadap pendanaan pemerintah dan masyarakat terbatas akibat hambatan administratif dan persyaratan akreditasi. Kedua, alokasi anggaran lebih banyak difokuskan pada kebutuhan operasional dasar, dengan dukungan yang minim untuk penelitian, pengabdian kepada masyarakat, dan pengembangan kelembagaan. Ketiga, evaluasi pembiayaan terkait kecukupan, efisiensi, pemerataan, dan efektivitas biaya belum diterapkan secara konsisten sehingga melemahkan mekanisme akuntabilitas.
Pendampingan Pembentukan English Club untuk Meningkatkan Exposure Bahasa Inggris di Lingkungan Sekolah Pretty Elisa Ayu Ningsih; Tri Saswandi; Rodiyal Ihsan; Mike Nurmalia Sari; Deni Melyati; Darda Sutfi Ningsih; Nining Huriati; Agung Ari Prasetya; Fauzia Zahra; Tasya Aulia
CEMARA: Jurnal Pengabdian Masyarakat Multidisiplin Vol 4 No 1 (2026): CEMARA: Jurnal Pengabdian Masyarakat Multidisiplin
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Islam Indragiri (UNISI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61672/cemara.v4i1.3600

Abstract

Program Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) ini bertujuan untuk mendampingi pembentukan English Club di SMA Negeri 3 Kerinci guna meningkatkan paparan bahasa Inggris, kompetensi komunikatif, serta keterampilan abad ke-21 peserta didik. Program ini dilatarbelakangi oleh terbatasnya penggunaan bahasa Inggris di luar kelas, rendahnya kepercayaan diri peserta didik dalam berkomunikasi, dan belum tersedianya kegiatan ekstrakurikuler yang mendukung pembelajaran bahasa Inggris secara komunikatif. Metode yang digunakan meliputi sharing session, diskusi kelompok, tanya jawab interaktif, dan permainan edukatif berbasis bahasa Inggris dengan pendekatan student-centered learning. Kegiatan melibatkan tujuh dosen Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris sebagai fasilitator, 3 mahasiswa sebagai asisten dilapangan yang membantu kelancaran kegiatan, guru dan siswa SMAN 3 Kerinci sebagai peserta PkM. Hasil program menunjukkan keberhasilan pembentukan kepengurusan baru English Club serta penetapan jadwal pertemuan rutin setiap hari Jumat pukul 16.00 WIB. Hasil pre-test dan post-test menunjukkan peningkatan pemahaman peserta mengenai pentingnya English Club dalam mendukung pembelajaran bahasa Inggris dan pengembangan karakter. Peserta didik juga menunjukkan peningkatan motivasi, rasa percaya diri, serta keterlibatan aktif selama kegiatan berlangsung. Selain itu, suasana belajar yang menyenangkan dan rendah kecemasan mampu mendukung pengembangan kolaborasi, kreativitas, dan wawasan global siswa. Program ini tidak hanya memberikan dampak positif terhadap kemampuan bahasa peserta didik, tetapi juga memperkuat ekosistem pembelajaran bahasa Inggris di sekolah melalui kolaborasi antara perguruan tinggi dan sekolah. Dengan demikian, English Club dapat menjadi wadah pembelajaran berkelanjutan yang mendukung kesiapan peserta didik menghadapi tantangan akademik dan global di masa depan.