Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Pelatihan Pembuatan Aplikasi Web Sederhana menggunakan HTML, CSS dan JavaScript bagi Siswa SMKS Migas Teknologi Riau Hamdi Indra; Andi Saputra; Ilham Asy’ari; Hatta Zulkifli; Wawan Kurniawan
CivicAction: Jurnal Pengabdian dan Inovasi Masyarakat Vol. 1 No. 3 (2025): Artikel Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : SORATEKNO PUBLISHER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59696/civicaction.v1i3.219

Abstract

Pelatihan pembuatan aplikasi web sederhana menggunakan HTML, CSS, dan JavaScript bagi siswa SMKS Migas Teknologi Riau dilaksanakan dengan tujuan meningkatkan kompetensi digital dan keterampilan dasar pemrograman web. Kegiatan ini menggunakan pendekatan Community Service Action Research (CSAR) yang meliputi tahap perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Pelatihan diberikan melalui metode praktik langsung sehingga siswa dapat memahami struktur dasar HTML, teknik styling menggunakan CSS, serta logika interaksi sederhana melalui JavaScript. Hasil pelatihan menunjukkan adanya peningkatan kemampuan siswa dalam mengembangkan halaman web secara mandiri. Peningkatan tersebut terlihat dari hasil post-test yang lebih tinggi dibandingkan pre-test, serta keberhasilan seluruh peserta dalam menghasilkan produk aplikasi web sederhana seperti halaman profil, formulir input, dan aplikasi interaktif berbasis JavaScript. Selain itu, pelatihan berhasil meningkatkan motivasi dan minat siswa terhadap pembelajaran teknologi informasi, yang ditunjukkan oleh keaktifan mereka selama sesi praktik dan diskusi. Secara keseluruhan, pelatihan ini memberikan dampak positif dalam meningkatkan literasi digital dan keterampilan teknis siswa, serta membuka peluang untuk pengembangan program lanjutan seperti pembuatan web dinamis, desain UI/UX, dan pembuatan portofolio digital. Kegiatan ini juga memberikan kontribusi nyata dalam mendukung kesiapan siswa menghadapi perkembangan teknologi dan tuntutan dunia kerja di era digital.
Penguatan Kesadaran Remaja terhadap Risiko Penyalahgunaan AI di SMA Negeri 16 Pekanbaru Hamdi Indra; Ilham Asy’ari; Andi Saputra; Hatta Zulkifli; Wawan Kurniawan
CivicAction: Jurnal Pengabdian dan Inovasi Masyarakat Vol. 2 No. 1 (2026): Artikel Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : SORATEKNO PUBLISHER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59696/civicaction.v2i1.275

Abstract

Perkembangan teknologi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence / AI) telah memberikan perubahan besar dalam berbagai bidang kehidupan, termasuk dunia pendidikan. Pemanfaatan AI mampu membantu siswa dalam memperoleh informasi, meningkatkan efektivitas belajar, serta mendukung kreativitas dan inovasi. Namun, penggunaan AI yang tidak disertai pemahaman etika dan literasi digital yang memadai dapat menimbulkan berbagai risiko penyalahgunaan, seperti plagiarisme, penyebaran berita palsu (hoaks), manipulasi konten digital, pelanggaran privasi data, hingga ketergantungan teknologi. Kondisi tersebut menjadi tantangan bagi kalangan remaja yang merupakan pengguna aktif teknologi digital. Oleh karena itu, diperlukan upaya edukatif untuk meningkatkan kesadaran remaja terhadap penggunaan AI secara bijak, aman, dan bertanggung jawab. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini dilaksanakan di SMA Negeri 16 Pekanbaru dengan tujuan meningkatkan pemahaman siswa mengenai manfaat, risiko, dan etika penggunaan AI dalam kehidupan sehari-hari maupun dalam proses pembelajaran. Metode pelaksanaan kegiatan dilakukan melalui pendekatan edukatif dan partisipatif berupa sosialisasi, penyuluhan, presentasi materi, diskusi interaktif, studi kasus, serta sesi tanya jawab. Materi yang diberikan meliputi pengenalan AI, dampak positif dan negatif AI, bentuk-bentuk penyalahgunaan AI di lingkungan pendidikan, keamanan data digital, serta etika penggunaan teknologi. Peserta kegiatan terdiri dari siswa-siswi tingkat SMA yang diberikan pemahaman mengenai pentingnya penggunaan AI secara bertanggung jawab. Evaluasi kegiatan dilakukan menggunakan metode pre-test dan post-test untuk mengetahui tingkat peningkatan pengetahuan peserta setelah mengikuti kegiatan. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman dan kesadaran siswa terhadap risiko penyalahgunaan AI. Peserta menjadi lebih memahami dampak negatif penggunaan AI yang tidak tepat, pentingnya menjaga etika digital, serta perlunya berpikir kritis dalam memanfaatkan teknologi. Selain itu, siswa juga menunjukkan sikap yang lebih bijak dalam menggunakan AI sebagai alat pendukung pembelajaran, bukan sebagai sarana pelanggaran akademik maupun penyebaran informasi yang menyesatkan. Kegiatan ini memberikan kontribusi positif dalam membangun budaya literasi digital di lingkungan sekolah dan menjadi langkah preventif dalam menghadapi tantangan perkembangan teknologi di era digital.
Penerapan Face Recognition untuk Aplikasi Presensi SMK PGRI Pekanbaru Berbasis Android Hamdi Indra; Andi Saputra; Devi Yuliana; Riyang Gumelta
Jurnal Minfo Polgan Vol. 14 No. 2 (2025): Artikel Penelitian
Publisher : Politeknik Ganesha Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33395/jmp.v14i2.15632

Abstract

Face recognition termasuk dalam sistem biometrik yang banyak digunakan saat ini. Sistem biometrik dengan pengenalan wajah dapat diaplikasian dalam proses presensi. Kehadiran adalah faktor yang sangat berguna untuk berbagai keperluan dan merupakan salah satu kriteria penilaian yang penting dalam sebuah instansi. Sama halnya dalam dunia pendidikan, kehadiran juga sangat penting untuk mengetahui dan mengontrol kedisiplinan para siswa. Saat ini proses presensi di SMK PGRI Pekabaru masih menggunakan google form dan dinilai kurang efektif, sehingga pada penelitian ini akan dilakukan proses presensi dengan penerapan face recognition yang dianggap mampu untuk mengefisiensi waktu presensi. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah KNN. Berdasarkan hasil pengujian pengenalan pada banyak wajah didapatkan nilai akurasi sebesar 33.3%. Aplikasi dapat memudahkan siswa dalam melakukan presensi menggunakan perangkat android masing-masing yang harus terhubung pada LAN (Local Area Network) sekolah sehingga dapat mengatasi potensi kecurangan.