p-Index From 2021 - 2026
0.835
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Deliberatif
Sitti Rakhman
STMA Trisakti

Published : 5 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

a ANALISIS KEGAGALAN PEMBANGUNAN CORE SYSTEM DIGITALISASI PROSES YANG MENJADI PENGHAMBAT OPERASIONAL STUDI KUALITATIF SDM PT ASURANSI ABC herdian herdian; Sitti Rakhman
Jurnal Deliberatif Vol. 4 No. 1 (2026): JURNAL DELIBERATIF
Publisher : Jaringan Pemberdayaan Politik Lingkungan Hidup

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakKegagalan implementasi core system baru dalam proyek digitalisasi korporasi sering kali berakar dari kegagalan faktor Sumber Daya Manusia (SDM) sebagai aktor ekonomi yang memiliki keterbatasan kognitif (bounded rationality), bukan sekadar kendala teknis perangkat lunak. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis secara mendalam faktor psikologi ekonomi dan bias perilaku SDM yang melandasi kegagalan pembangunan core system digitalisasi proses operasional di PT Asuransi ABC, serta bagaimana kegagalan tersebut berbalik menjadi penghambat utama efisiensi operasional perusahaan. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif analitis dengan penentuan sampel menggunakan metode purposive sampling. Sumber data primer diperoleh melalui wawancara mendalam terhadap 12 informan yang terdiri atas 2 orang Direksi Eksekutif, 4 Manajer Proyek IT & Pengadaan, serta 6 Staf Operasional dari divisi Underwriting dan Klaim. Data primer diperkuat dengan studi dokumentasi laporan deviasi anggaran, catatan log kegagalan sistem, grafik keterlambatan pemrosesan, dan data pengunduran diri karyawan. Triangulasi dilakukan dengan membandingkan data wawancara, observasi langsung atas kelambatan sistem, serta validasi konsensus teori ekonomi perilaku terkini dari literatur global periode 2016–2026. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proyek digitalisasi yang awalnya dianggarkan sebesar Rp10 miliar ini mengalami kegagalan struktural akibat tiga bias perilaku utama dari aktor SDM di dalam organisasi. Pertama, overconfidence bias pada fase perencanaan membuat manajemen puncak mengabaikan masukan staf senior dan membeli paket perangkat lunak siap pakai dari vendor asing senilai Rp8 miliar tanpa studi kelayakan mendalam. Kedua, status quo bias di tingkat staf operasional memicu penolakan terselubung dan duplikasi kerja manual menggunakan Excel secara mandiri karena merasa kenyamanan kerja terganggu oleh ketatnya sistem baru. Ketiga, sunk cost fallacy mendistorsi rasionalitas manajerial untuk terus mengalirkan dana tambahan sebesar Rp3 miliar demi memodifikasi modul yang cacat desain karena takut kehilangan reputasi profesional. Rantai bias ini berimplikasi fatal pada operasional lapangan, di mana waktu pemrosesan klaim membengkak dari 3 hari menjadi 14 hari kerja akibat data membeku (system freeze), memicu stres kerja masif, hingga melonjaknya angka turnover staf operasional kunci mencapai 24% dalam setahun terakhir .Guna mengurai disfungsi tersebut, dirancang tiga strategi intervensi perilaku (behavioral interventions) untuk merestrukturisasi arsitektur keputusan SDM. Intervensi tersebut meliputi penerapan kebijakan cut-loss objektif melalui pembentukan Independent IT Governance Committee, pembentukan skema penilaian kinerja baru berbasis Digital Adoption Reward Framework untuk memutus bias status quo, serta pelaksanaan protokol de-biasing anggaran lewat simulasi Premortem Analysis. Setelah diimplementasikan secara konsisten selama dua kuartal, strategi ini berhasil memulihkan efisiensi finansial dan operasional perusahaan secara masif. Dampak pasca-implementasi mencakup pemulihan kecepatan pemrosesan klaim menjadi hanya 2 hari kerja, penyusutan angka kesalahan perhitungan premi hingga tingkat nol persen, serta stabilisasi angka turnover staf yang menurun tajam dari 24% menjadi hanya 3,5% per tahun.Kata Kunci: Core System; Ekonomi Perilaku; Overconfidence Bias; Status Quo Bias; Sunk Cost Fallacy; Intervensi Perilaku;
Transformasi SDM Surveyor Marine Independen: Kajian Kritis Terhadap Kompetensi, Profesionalisme, dan Tuntutan Layanan Samekto Siswantoro Siswantoro; Sitti Rakhman
Jurnal Deliberatif Vol. 4 No. 1 (2026): JURNAL DELIBERATIF
Publisher : Jaringan Pemberdayaan Politik Lingkungan Hidup

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Perkembangan digitalisasi dan regulasi di sektor maritim menuntut peningkatan kompetensi Independent Marine Surveyor (IMS). Penelitian ini menganalisis perubahan sumber daya manusia (SDM) IMS di Perusahaan X, khususnya pada aspek kompetensi, profesionalisme, dan kebutuhan layanan. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif melalui wawancara semi-terstruktur dengan tiga informan, yaitu seorang IMS senior, broker asuransi marine joint venture, dan marine underwriter asuransi. Hasil penelitian menunjukkan adanya kesenjangan kemampuan digital antara surveyor senior dan junior. Selain itu, standar STCW 2010 Amandemen Manila belum sepenuhnya menjawab kebutuhan kompetensi IMS, sementara tuntutan pemangku kepentingan terhadap isi laporan menjadi tantangan yang umum dihadapi. Penelitian ini juga menemukan strategi 3D (Data, Diplomasi, dan Dokumen) yang digunakan surveyor untuk menjaga objektivitas dan independensi laporan. Kesimpulannya, transformasi SDM IMS perlu mengintegrasikan kompetensi teknis dan digital dengan profesionalisme etis. Oleh karena itu, Perusahaan X disarankan mengembangkan pelatihan terpadu, program mentoring dua arah, serta pelatihan diplomasi profesional guna menjaga kualitas laporan survei yang cepat, akurat, dan dapat dipercaya. Kata kunci: SDM maritim, Independent Marine Surveyor, kompetensi digital, profesionalisme, fairness
Mekanisme Penerapan Insurance Asset I-ready Dalam Asset Management di Industri Perkebunan Kelapa Sawit Sebagai Solusi Pelaporan Aset Untuk Proses Cover Asuransi: Insurance Asset I-ready Muhammad Harun Alrasyid; Sitti Rakhman
Jurnal Deliberatif Vol. 4 No. 1 (2026): JURNAL DELIBERATIF
Publisher : Jaringan Pemberdayaan Politik Lingkungan Hidup

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini membahas cara bagaiman mengelola aset di industri perkebunan kelapa sawit untuk mendukung proses asuransi yang lebih akurat dan tepat waktu. Permasalahan utama yang di hadapi pada industry tersebut adalah data aset yang tidak diperbarui, aset yang sudah tidak digunakan lagi tetapi masih tercatat, dan lambatnya respon dalam meminta data aset. Hal ini dapat menyebabkan penginputan data asuransi yang tidak akurat, risiko underinsurance atau overinsurance, dan proses renewal yang tidak tepat waktu. Penelitian ini mengusulkan kerangka konseptual yang disebut Insurance Asset I-ready (IAR), sebagai konsep kerangka untuk mengatasi permasalahan ini. Kerangka ini memastikan pengelolaan data aset yang baik, verifikasi siklus hidup asset yang sesuai, penyesuaian nilai asuransi yang wajar, integrasi digital asset yang efektif, dan pengendalian risiko yang maksimal. Dengan demikian, perusahaan perkebunan sawit dapat memiliki dasar yang lebih kuat dalam menentukan objek asuransi, nilai pertanggungan asuransi, dan jenis perlindungan asuransi yang dibutuhkan sesuai dengan deskripsi maupun terhadap kategori aset.
Peranan Kompetensi Sumber Daya Manusia Dalam Pengambilan Keputusan Ekonomi Berbasis Risiko Pada Perusahaan Pialang Asuransi Di Indonesia: Studi Literatur Kualitatif Muhammad Sahwir Pasah; Sitti Rakhman
Jurnal Deliberatif Vol. 4 No. 1 (2026): JURNAL DELIBERATIF
Publisher : Jaringan Pemberdayaan Politik Lingkungan Hidup

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Insurance brokers play a crucial role in helping companies manage and transfer their risks through informed decision-making regarding insurance programs. The increasing complexity of the business environment and rising economic uncertainty force companies to rely on the skills of their Human Resources (HR) to make informed and effective decisions, while considering the various risks they face. This study analyzes the role of HR skills in this context, identifies the skills that have the greatest impact on decision-making quality, and formulates strategies for developing these skills among insurance brokers in Indonesia. The study employed qualitative methods and included a literature review of ten relevant journals published over the past ten years. Data analysis was conducted through data reduction and presentation, and conclusions were drawn based on a synthesis of previous research. The findings indicate that HR management skills, including knowledge, skills, experience, analytical thinking, and risk management insights, contribute significantly to improving the quality of risk-based business decisions. Furthermore, a risk-oriented corporate culture, the use of information technology, and ongoing HR training will foster effective decision-making. This study recommends that insurance brokers strengthen their personnel development programs through training, professional certification, fostering a risk-oriented culture, and leveraging technology and data analytics to improve business decision quality and enhance competitiveness.
Strategi Human Resource Management dalam Menghadapi Hiring Freeze pada Perusahaan Pialang Asuransi: Suatu Systematic Literature Review Savitri Sri Lestari; Sitti Rakhman
Jurnal Deliberatif Vol. 4 No. 1 (2026): JURNAL DELIBERATIF
Publisher : Jaringan Pemberdayaan Politik Lingkungan Hidup

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract This study examines Human Resource Management (HRM) strategies for responding to hiring freeze policies in insurance brokerage companies through a Systematic Literature Review (SLR). The review analyzes national and international scholarly publications issued between 2021 and 2026 using a structured process of literature identification, screening, quality assessment, and synthesis guided by the perspectives of Strategic Human Resource Management, the Resource-Based View, Human Capital Theory, and Dynamic Capabilities. The findings indicate that hiring freezes are commonly adopted to address economic uncertainty, accelerate organizational efficiency, and support digital transformation. Although this policy can reduce labor costs, it may also increase employee workload, weaken engagement, and limit organizational performance when not supported by effective HR practices. The literature consistently highlights strategic workforce planning, employee upskilling and reskilling, internal talent development, employee engagement initiatives, digital HR transformation, adaptive performance management, and succession planning as key strategies for sustaining organizational capability during recruitment restrictions. The review concludes that the effectiveness of a hiring freeze depends primarily on an organization's ability to maximize existing human capital rather than merely suspending external recruitment. Accordingly, HRM should function as a strategic business partner that strengthens organizational resilience, service quality, and long-term competitiveness within the insurance brokerage industry.