Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search

SUSTAINABILITY ANALYSIS OF MANGROVE ECOSYSTEMSIN SUNGAI BELA VILLAGE, INDRAGIRI HILIR REGENCY Mohd Riza Fahlifi; Deni Efizon; Adriman Adriman
Berkala Perikanan Terubuk Vol 46, No 3 (2018): November 2018
Publisher : Fakultas Perikanan dan Kelautan, Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (503.343 KB) | DOI: 10.31258/terubuk.46.3.46-59

Abstract

This study aims to determine the level of sustainability of mangrove ecosystems in Sungai Bela Village. The method used in this study is a survey method with data analysis using the Multi Dimensional Scaling (MDS). The results showed that the index value of the sustainability of mangrove ecosystems showed an ecological dimension(61.42) with RMS (2.28), social, economic and cultural dimensions (50.91) with RMS (2.51), legal and institutional dimensions (61.91) with RMS (1.79).Several factors that affect the sustainability of mangrove ecosystems such as:(1) mangrove species diversity;(2) density of mangrove ecosystems;(3) content of sediment organic matter;(4) marketing of fishery products;(5) mangrove dependence on livelihoods;(6) level of community knowledge;(7) the role of community leaders;(8) level of community compliance and (9) community participation.It can be concluded that the mangrove ecosystem in Sungai Bela Village with a sufficiently continuous status.
Efektivitas Ekstrak Daun Ubi Jalar (Ipomoea batatas) sebagai Anestesi Alami dalam Proses Transportasi Benih Ikan Gurami (Osphronemus goramy) Jumadi, Muhammad Arif Al; Harahap, Syaiful Ramadhan; Yusapri, Andi; B, Arief Rachman; SF, Riza Fahlifi; Nurhasan, Nurhasan
SIMBIOSA Vol 13, No 1 (2024): SIMBIOSA
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi, Universitas Riau Kepulauan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33373/simbiosa.v13i1.6720

Abstract

Penelitian ini menilai efektivitas ekstrak daun ubi jalar (I. batatas) sebagai anestesi alami untuk transportasi benih ikan gurami (O. goramy) sebagai ikan uji. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menentukan dosis dan durasi paparan ekstrak yang paling efektif untuk mengurangi stres dan mortalitas pada benih ikan selama proses transportasi. Reaksi fisiologis dan perilaku yang diamati pada benih ikan menunjukkan bahwa ekstrak daun ubi jalar merupakan anestesi alternatif yang aman dan efisien untuk digunakan selama proses transportasi benih ikan. Konsentrasi yang paling efektif adalah 100 ml ekstrak per 8 liter air, dengan waktu pemaparan selama 8 jam, menghasilkan tingkat kelangsungan hidup sebesar 98,50%. Hasil ini menunjukkan potensi penggunaan anestesi alami yang berkelanjutan dan ramah lingkungan di sektor akuakultur, khususnya dalam proses transportasi benih ikan.
Eksplorasi Keanekaragaman Hayati Sebagai Basis Pengembangan Ekowisata Pancing dan Berlayar di Kelurahan Sapat, Indragiri Hilir, Riau Rachman B, Arief; Harahap, Syaiful Ramadhan; Fahlifi SF, M Riza; Yusapri, Andi; Jumadi, Muhammad Arief Al; Samosir, Maulidya Risfani Syafha; Azizi, Tiara; Asshiddiqie, Tegar Wajar; Pangabean, Herbet Linto Retto; Ilyas, Gian Nofrianda
SIMBIOSA Vol 13, No 2 (2024): SIMBIOSA
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi, Universitas Riau Kepulauan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33373/simbiosa.v13i2.7250

Abstract

Kelurahan Sapat, Kabupaten Indragiri Hilir, Riau, memiliki keanekaragaman hayati yang tinggi, menjadikannya kawasan potensial untuk pengembangan ekowisata pancing dan berlayar. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi keanekaragaman hayati di Kelurahan Sapat sebagai dasar pengembangan ekowisata pancing dan berlayar yang berkelanjutan, menggunakan pendekatan Indeks Kesesuaian Wisata (IKW). Penelitian menggunakan metode survei dengan melakukan observasi pada transek dan plot di tiga stasiun pengamatan. Hasil penelitian menunjukkan keanekaragaman hayati yang tinggi, meliputi 14 spesies mangrove, 21 spesies ikan, 8 spesies krustasea, 11 spesies moluska, serta fauna terestrial yang terdiri atas 5 spesies mamalia, 4 spesies reptil, dan 6 spesies aves. Analisis IKW memberikan nilai 78,49% untuk wisata berlayar dan 78,43% untuk wisata pancing, yang tergolong dalam kategori Sesuai. Faktor pembatas utama dalam pengembangan ekowisata adalah kedalaman perairan dan jumlah objek ekosistem. Penelitian ini merekomendasikan pengelolaan berbasis keberlanjutan melalui penambahan fasilitas wisata, pelibatan masyarakat lokal, dan pengembangan program interpretasi lingkungan untuk mendukung konservasi dan pemberdayaan ekonomi lokal.
Kajian Potensi Ekowisata Minat Khusus di Kawasan Mangrove Kelurahan Sapat Indragiri Hilir, Riau Arief Rachman B; M. Riza Fahlefi SF; Muhammad Arief Al Jumadi; Maulidya Risfani Syafha Samosir; Tiara Azizi; Tegar Wajar Asshiddiqie`; Herbet Linto Retto Pangabean; Gian Nofrianda Ilyas
Jurnal Ilmu Perairan (Aquatic Science) Vol. 12 No. 1 (2024): Maret
Publisher : LPPM Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31258/

Abstract

Banyak wilayah pesisir di Indonesia yang memiliki potensi-potensi ekowisata yang belum dikembangkan, sehingga perlu dialukan penelitian tentang kajian potensi ekowisata minat khusus di kawasan mangrove Kelurahan Sapat dilaksanakan pada bulan September sampai November 2023. Penelitian ini berlokasi pada kawasan mangrove Kelurahan Sapat Kabupaten Indragiri Hilir Provinsi Riau. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui potensi ekowisata mangrove, potensi ekowisata pantai dan potensi ekowisata kunang-kunang pada ekosistem mangrove Kelurahan Sapat. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah metode observasi dan survei. Hasil perhitungan indeks kesesuaian wisata (IKW) didapatkan nilai IKW potensi ekowisata mangrove 94,87% dengan kriteria sesuai, nilai IKW potensi ekowisata pantai 32,14% dengan kriteria tidak sesuai, dan nilai IKW potensi ekowisata kurang-kunang 73,68% dengan kriteria sesuai bersyarat. Dari ketiga kajian potensi ekowisata, yang memiliki potensi untuk dikembangkan adalah potensi ekowisata mangrove dan potensi ekowisata kunang-kunang, sedangkat untuk ekowisata pantai tidak memiliki potensi untuk dikembangkan.
Kajian Potensi Ekowisata Minat Khusus di Kawasan Mangrove Kelurahan Sapat Indragiri Hilir, Riau B, Arief Rachman; SF, M. Riza Fahlefi; Jumadi, Muhammad Arief Al; Samosir, Maulidya Risfani Syafha; Azizi, Tiara; Asshiddiqie, Tegar Wajar; Pangabean, Herbet Linto Retto; Ilyas, Gian Nofrianda
Jurnal Ilmu Perairan (Aquatic Science) Vol. 12 No. 1 (2024): Maret
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31258/

Abstract

Banyak wilayah pesisir di Indonesia yang memiliki potensi-potensi ekowisata yang belum dikembangkan, sehingga perlu dialukan penelitian tentang kajian potensi ekowisata minat khusus di kawasan mangrove Kelurahan Sapat dilaksanakan pada bulan September sampai November 2023. Penelitian ini berlokasi pada kawasan mangrove Kelurahan Sapat Kabupaten Indragiri Hilir Provinsi Riau. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui potensi ekowisata mangrove, potensi ekowisata pantai dan potensi ekowisata kunang-kunang pada ekosistem mangrove Kelurahan Sapat. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah metode observasi dan survei. Hasil perhitungan indeks kesesuaian wisata (IKW) didapatkan nilai IKW potensi ekowisata mangrove 94,87% dengan kriteria sesuai, nilai IKW potensi ekowisata pantai 32,14% dengan kriteria tidak sesuai, dan nilai IKW potensi ekowisata kurang-kunang 73,68% dengan kriteria sesuai bersyarat. Dari ketiga kajian potensi ekowisata, yang memiliki potensi untuk dikembangkan adalah potensi ekowisata mangrove dan potensi ekowisata kunang-kunang, sedangkat untuk ekowisata pantai tidak memiliki potensi untuk dikembangkan.
Pertumbuhan dan Kelulushidupan Benih Ikan Nila (Oreochromis niloticus) yang Dipelihara dalam Sistem RAS dengan Filter Berbeda Nurhasan; Rachman. B, Arief; Fahlifi SF, Mohd Riza
JARI : Jurnal Akuakultur Rawa Indonesia Vol. 13 No. 2 (2025): JARI: JURNAL AKUAKULTUR RAWA INDONESIA
Publisher : Program Studi Budidaya Perairan, Fakultas Pertanian, Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36706/jari.v13i2.80

Abstract

Nile tilapia (Oreochromis niloticus) is one of the fishery commodities that has developed over time and has a high economic value. The success of aquaculture is closely related to optimal environmental conditions for the survival and growth of the cultivated fish. In a closed system, fish produce waste from metabolic processes that can gradually reach toxic levels. The aim of this study is to reduce the consumption of freshwater and minimize the environmental impact of the waste produced. The research was conducted from May 1 to June 30, 2025, at the Aquaculture Laboratory of the Faculty of Agriculture Indragiri Islamic University. The study employed an experimental method using a completely randomized design consisting of three treatments and three replications. The treatments included using gravel and sand filter materials covered with gauze, using dacron cotton, and not using a filter as a control. Nile tilapia fry were each placed in aquariums measuring 3-4 cm at a density of 15 fish. The parameters analyzed included growth, survival rate, and water quality. The research results indicate that the aquaculture recirculation system provides the best outcomes for the growth and survival of nile tilapia fry. The treatment using gravel and sand resulted in an absolute weight growth of 0.440±0.02 g, an absolute length of 0.95±2.22 cm, and a survival rate of 100±0.00%. The water quality parameters for the treatment using gravel and sand showed favorable conditions with a temperature of 26 ºC, pH of 7.4, dissolved oxygen level of 5.26 ppm, and ammonia concentration of 0.6 ppm. These water quality indicators suggest that the water conditions are normal and support the health of nile tilapia fry.
Peningkatan Kompetensi Mahasiswa Melalui Pelatihan Dasar Penggunaan ArcGIS untuk Pemetaan Geospasial Arief Rachman B; Syaiful Ramadhan Harahap; Yusapri Andi; Nurhasan Nurhasan; Mohd Riza Fahlifi SF; Gunawan Syahrantau; Selvia Selvia; Ahmad Hafiz; Azmi Azmi; Sugianto Sugianto
CANANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 5, No 1 (2025)
Publisher : PELANTAR PRESS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52364/canang.v5i1.57

Abstract

This community service training program aims to enhance students' competencies in using Geographic Information System (GIS) software, specifically ArcGIS, for spatial data mapping and analysis. The significance of GIS in various fields, such as agriculture, environmental management, and urban planning, has grown, making it a valuable skill for students to acquire. The training was conducted in a hands-on format, combining theoretical lectures, practical exercises, and Focus Group Discussions (FGD) to promote active learning and collaboration. The participants, primarily students from the University of Islam Indragiri, were taught to collect geospatial data using Avenza Maps, process the data using ArcGIS, and create basic maps. The results showed a substantial improvement in the participants’ understanding and practical skills, with an average increase in comprehension of 42%. The program was highly appreciated by the participants, who found it beneficial for both their academic studies and future career prospects. In conclusion, the training successfully enhanced students' GIS proficiency, which is crucial for their academic development and employment opportunities, particularly in fields that require geospatial analysis and mapping skills.