Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Inisiasi Koperasi untuk Optimalisasi Potensi Ekonomi Lokal di Wilayah Perdesaan: Studi Kasus Kelompok Masyarakat Dawagung, Desa Mangunreja Tengku Ahmad Riza; Mochamad Teguh Kurniawan; Cindy Muhdiantini
NJCOM: Community Service Journal Vol. 1 No. 2 (2025): July
Publisher : RAM PUBLISHER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5281/zenodo.15803857

Abstract

Pembangunan ekonomi inklusif dan berkelanjutan penting untuk mengurangi kesenjangan sosial. Di Indonesia, UMKM berperan besar dalam pertumbuhan ekonomi dan pelestarian budaya. Namun, daerah pedesaan seperti Kampung Kaum Selatan, Desa Mangunreja, masih menghadapi tantangan ekonomi. Untuk mengoptimalkan potensi lokal, pendampingan dan pembentukan koperasi menjadi strategi efektif. Koperasi dapat memberdayakan UMKM melalui kepemilikan kolektif dan pengambilan keputusan demokratis. Kelompok Masyarakat Dawagung (KMD) memiliki potensi besar seperti produksi pupuk cair dari kotoran walet, pelatihan kemasan gula semut, desain produk kaligrafi, dan budidaya lele gentong. Solusi yang ditawarkan adalah pendampingan dalam mendirikan koperasi agar masyarakat dapat mengakses dukungan pengembangan ekonomi lokal. Program pengabdian masyarakat dari Fakultas Rekayasa Industri bertujuan memberikan dukungan menyeluruh bagi KMD untuk membentuk dan mengelola koperasi sebagai langkah strategis menuju kesejahteraan dan pembangunan ekonomi berkelanjutan di Desa Mangunreja
Pemanfaatan Limbah Burung Walet Sebagai Bahan Pupuk: Studi Kasus Desa Mangunreja Adityas Widjajarto; Muhammad Ilham Maulana; Cindy Muhdiantini
NJCOM: Community Service Journal Vol. 1 No. 2 (2025): July
Publisher : RAM PUBLISHER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5281/zenodo.15808006

Abstract

Kelompok Masyarakat Dawagung (KMD) Kampung Kaum Selatan, Desa Mangunreja, mengalami kelangkaan pupuk dan pestisida yang berdampak signifikan terhadap hasil pertanian. Hampir seluruh gapoktan, termasuk Gapoktan Kalapasewu, merasakan dampaknya, dengan penurunan panen hingga 50% dan beberapa lahan mengalami gagal panen total. Berdasarkan survei dan wawancara dengan Ketua Gapoktan, Defris Triyanto, ditemukan potensi pemanfaatan kotoran burung walet sebagai alternatif pupuk organik. Kotoran ini mengandung unsur hara tinggi seperti C-Organik, Nitrogen, Fosfor, Kalium, Kalsium, dan Magnesium yang mampu meningkatkan kesuburan tanah (Nurlaela & Patadungan, 2023). Untuk mengatasi masalah ini, tim pengabdian masyarakat tahun 2024 akan melaksanakan empat kegiatan utama: 1) pelatihan pembuatan pupuk organik dari kotoran walet, 2) pelatihan pembuatan pestisida organik, 3) pelatihan komersialisasi produk, dan 4) pelatihan pemasaran hasil produksi kepada mitra.