Leli Nisfi Setiana
Universitas Islam Sultan Agung Semarang, Indonesia

Published : 6 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

Implementasi Pembelajaran Sosial Emosional (PSE) Berbasis CASEL dalam Meningkatkan Partisipasi Sosial Siswa pada Pembelajaran Cerita Pendek Kelas XI SMA Fika Aulia Khasanah; Turahmat Turahmat; Leli Nisfi Setiana
DEIKTIS: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Perkumpulan Dosen Muslim Indonesia - Sulawesi Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53769/deiktis.v5i2.1399

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas Pembelajaran Sosial Emosional (PSE) berbasis CASEL dalam meningkatkan partisipasi sosial siswa dalam pembelajaran cerpen di kelas XI SMA Islam Sultan Agung 3 Semarang. Penelitian ini menggunakan metode Penelitian Tindakan Kelas (PTK) model Kemmis dan McTaggart yang dilaksanakan dalam tiga siklus, dengan pendekatan experiential learning yang terdiri dari Concrete Experience, Reflective Observation, Abstract Conceptualization, dan Active Experimentation. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan PSE meningkatkan kepercayaan diri, keterampilan komunikasi, dan keterlibatan siswa dalam diskusi, dengan partisipasi aktif meningkat dari 35% pada Siklus 1 menjadi 85% pada Siklus 3. Kendala yang dihadapi mencakup ketimpangan kontribusi dalam kelompok serta resistensi awal terhadap metode baru, yang diatasi melalui pembagian peran yang lebih terstruktur dalam kelompok dan pemantauan interaksi siswa. Temuan ini menegaskan bahwa integrasi PSE dalam pembelajaran sastra dapat mengoptimalkan interaksi sosial, pemahaman teks, dan keterampilan kolaboratif siswa.
Peran Asesmen Diagnostik Nonkognitif dalam Menentukan Gaya Belajar Peserta Didik di Pembelajaran Bahasa Indonesia Sefti Oktaviyanti; Leli Nisfi Setiana; Oktarina Puspita Wardani
DEIKTIS: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Perkumpulan Dosen Muslim Indonesia - Sulawesi Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53769/deiktis.v5i3.1464

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji peran asesmen diagnostik nonkognitif dalam menentukan gaya belajar peserta didik pada pembelajaran Bahasa Indonesia. Gaya belajar merupakan faktor penting dalam efektivitas pembelajaran, karena setiap peserta didik memiliki preferensi yang berbeda dalam menerima dan mengolah informasi. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan angket di SMA Negeri 2 Semarang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa asesmen diagnostik nonkognitif dapat mengidentifikasi gaya belajar peserta didik, yaitu visual (40%), auditori (33%), dan kinestetik (27%). Guru yang memahami hasil asesmen tersebut mulai menerapkan strategi pembelajaran yang lebih bervariasi dan adaptif, seperti penggunaan media visual, diskusi kelompok, serta simulasi atau permainan peran. Temuan ini menunjukkan bahwa asesmen nonkognitif berdampak positif terhadap peningkatan motivasi, partisipasi, dan prestasi akademik peserta didik. Selain itu, guru juga dapat mengenali hambatan emosional dan sosial yang memengaruhi proses belajar. Dalam konteks Kurikulum Merdeka, asesmen ini menjadi dasar penting dalam pembelajaran berdiferensiasi. Kendati terdapat tantangan dalam implementasinya, seperti keterbatasan waktu dan kompetensi guru, asesmen diagnostik nonkognitif terbukti mendukung terciptanya lingkungan belajar yang lebih inklusif dan berpusat pada peserta didik. Oleh karena itu, asesmen ini perlu diintegrasikan secara berkelanjutan dalam praktik pembelajaran sebagai upaya mewujudkan pendidikan yang humanis dan responsif terhadap kebutuhan individual.
Optimalisasi Pembelajaran Teks Puisi Melalui Pendekatan TARL pada Siswa Kelas X SMA Negeri 2 Semarang Sukma Ragil Putra; Leli Nisfi Setiana; Oktarina Puspita Wardani
DEIKTIS: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Perkumpulan Dosen Muslim Indonesia - Sulawesi Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53769/deiktis.v5i3.1465

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengoptimalisasi pembelajaran teks puisi melalui pendekatan TaRL pada siswa kelas X 6 di SMA Negeri 2 Semarang. Penelitian ini berlandaskan pada kurikulum Merdeka yang memberi kebebasan dalam mengembangkan gaya belajar yang diminati oleh peserta didik, sehingga peserta didik dapat belajar dengan optimal. Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif. Guru melakukan asesmen diagnostik pada awal kegiatan pembelajaran untuk mengklasifikasi peserta didik sesuai dengan kemampuan yang mereka miliki. Guru membagi peserta didik ke dalam tiga kelompok, yaitu kelompok sangat mahir, mahir, dan butuh bimbingan. Berdasarkan hasil asesmen tersebut guru merancang modul ajar yang sesuai dengan kebutuhan peserta didik melalui pembelajaran berbasis proyek berupa tugas membuat resensi antologi puisi. Hasil penelitian ini menjelaskan bahwa penerapan pendekatan TaRL mampu meningkatkan semangat serta keterlibatan peserta didik dalam kegiatan pembalajaran. Pendekatan TaRL juga mendorong peserta didik untuk mengoptimalkan potensi yang mereka miliki. Melalui kegiatan refleksi dan evaluasi guru dapat mengetahui hal apa saja yang perlu diperbaik dan hal yang sudah berjalan dengan baik selama proses pembelajaran berlangsung.
Penggunaan Media Google Form sebagai Asesmen Diagnostik di SMA Negeri 2 Semarang Widya Candrawati; Leli Nisfi Setiana; Oktarina Puspita Wardani
DEIKTIS: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Perkumpulan Dosen Muslim Indonesia - Sulawesi Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53769/deiktis.v5i3.1471

Abstract

Penelitian ini bertujuan melihat penggunaan media teknologi Pendidikan yang bisa membantu dalam pelaksanaan asesmen diagnostik. Penggunaan media teknologi dalam penelitian ini adalah media google form. Metode penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Teknik penghimpunan data yang akan digunakan adalah teknik pengamatan secara langsung dan studi dokumentasi. Data dianalisis dengan mendeskripsikan hasil pengerjaan kesioner peserta didik. Perolehan hasil dari penelitian ini adalah media google form dalam pelaksanaan asesmen diagnostik mempunyai beberapa tahap, yaitu perencanaan, pembuatan, penyebaran, dan pengolahan data. Berbagai kemudahan yang menjadi kelebihan dari google form adalah kesederhanaan dalam pengoperasian, pengedaran, pengerjaan hasil, dan aksesibilitas. Penggunaan google form dinilai sangat praktis dan efektif dalam asesmen diagnostik dan memudahkan penggunanya.
Pemanfaatan Media Canva dalam Pembuatan Pamflet Pertunjukkan Drama untuk Meningkatkan Kreatifitas Belajar Peserta Didik Afifa Ristianingsih; Leli Nisfi Setiana; Oktariana Puspita Wardani
DEIKTIS: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Perkumpulan Dosen Muslim Indonesia - Sulawesi Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53769/deiktis.v5i2.1473

Abstract

Tujuan penelitian ini yaitu menganalisis pemanfaatan aplikasi Canva dalam pembuatan pamflet pertunjukan drama sebagai upaya meningkatkan kreativitas belajar peserta didik kelas XI SMA Negeri 2 Semarang. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh tuntutan keterampilan abad ke 21 yang berfokus pada keterampilan berpikir kreatif. Metode yang digunakan pada penelitian ini yaitu deskriptif kualitatif dengan subjek penelitian peserta didik kelas XI 8 SMA Negeri 2 Semarang. Data yang diperoleh berupa dokumen hasil karya peserta didik yang menunjukan peningkatan keterampilan belajar, berpikir kreatif, motivasi belajar, partisipasi aktif peserta didik dalam diskusi kelompok, serta refleksi dari pampflet yang dibuat. Penelitian ini juga mengintegrasikan pengetahuan struktur dan unsur drama ke dalam bentuk visual yang komunikatif. Penelitian juga menemukan tantangan berupa keterbatasan akses internet dan kesenjangan kemampuan teknologi siswa, pendampingan guru dan penyediaan fasilitas yang memadai terbukti efektif mengatasi hambatan tersebut. Aplikasi Canva mampu menjadi media pembelajaran inovatif yang dapat meningkatkan kreativitas dan kompetensi abad ke-21 peserta didik.
Strategi Pengembangan Soft Skill: Integrasi Pendekatan Culturally Responsive Teaching dan Metode Project Based Learning dalam Pembelajaran Drama Lifthihah Anis Marufah; Leli Nisfi Setiana; Evi Chamalah
DEIKTIS: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Perkumpulan Dosen Muslim Indonesia - Sulawesi Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53769/deiktis.v5i3.1476

Abstract

Pembelajaran drama di kelas XI SMA Negeri 10 Semarang menunjukkan potensi besar sebagai ruang pengembangan karakter dan soft skill peserta didik melalui aktivitas kolaboratif yang berakar pada kearifan lokal. Keterlibatan aktif peserta didik dalam menyusun teks drama, menyiapkan pementasan, dan bekerja dalam tim mencerminkan pembelajaran yang inklusif dan kontekstual. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji strategi pengembangan soft skill melalui penerapan pendekatan Culturally Responsive Teaching (CRT) yang dipadukan dengan model Project Based Learning (PJBL) dalam pembelajaran drama. Jenis data yang digunakan adalah data kualitatif yang diperoleh melalui observasi kegiatan pembelajaran, wawancara dengan guru dan peserta didik, serta dokumentasi proses pementasan drama. Instrumen penelitian mencakup lembar observasi, pedoman wawancara, dan dokumentasi visual. Data dianalisis menggunakan teknik analisis tematik dengan pendekatan deskriptif kualitatif untuk mengidentifikasi pola-pola pengembangan keterampilan kolaborasi, komunikasi, kepemimpinan, dan kesadaran budaya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa integrasi CRT dan PJBL mampu menciptakan lingkungan belajar yang partisipatif dan inklusif, meningkatkan kepercayaan diri, empati, serta kemampuan peserta didik dalam bekerja sama dan menyelesaikan konflik secara konstruktif. Pembelajaran ini tidak hanya memperkuat aspek kognitif, tetapi juga membentuk peserta didik yang adaptif, reflektif, dan siap menghadapi tantangan abad ke-21.