Nurhayati Harahap
Universitas Sumatera Utara, Medan, Indonesia

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Gaya Bahasa Perulangan Pada Lirik Lagu Yura Yunita Dalam Album Tutur Batin dan Kepopuleran Lagunya: Kajian Stilistika Febrian Shafa Harahap; Nurhayati Harahap; Emma Maersella
DEIKTIS: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Perkumpulan Dosen Muslim Indonesia - Sulawesi Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53769/deiktis.v5i3.1720

Abstract

This study aims to discuss the repetition of language style and the popularity of the song in the lyrics of Yura Yunita's song in the Tutur Batin Album. The theory applied in this study is the theory of stylistics. Language style plays an important role in assessing the beauty of a literary work. Tarigan states that there are four types of language style, namely, oppositional language style, comparative language style, linking language style, and repetition of language style. This study aims to describe the repetition of language style and the popularity of the song contained in the Tutur Batin album by Yura Yunita. The research method used is a qualitative descriptive method with data collection techniques using the listening and recording technique. The data in this study are the lyrics of the song in the Tutur Batin album. From the results of the study, seven types of repetition of language style were found, namely: (1) alliteration, (2) assonance, (3) anaphora, (4) mesodilopsis, (5) epizeukis, (6) antanaklasis and (7) simploke. Furthermore, the popularity of the songs in this album was found from the influence of the repetitive language style originating from the questionnaire answers of Indonesian Literature students at the University of North Sumatra. The popularity comes from the use of repetitive language style in the song lyrics, which makes the songs of the Tutur Batin album easier to remember by music listeners. From the results of the study using Likert scale calculations, 80.34% of Indonesian Literature students at the University of North Sumatra filled out a questionnaire that the repetitive language style influenced the popularity of the songs of the Tutur Batin album.
Realitas Social Covid-19 Dalam Harmoni Lirik Mini Album Setara Karya Dialog Dini Hari : Kajian Realisme Sosialis Georg Lukács Ahyunda Trisnadiyah; Nurhayati Harahap; Parlaungan Ritonga
DEIKTIS: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Perkumpulan Dosen Muslim Indonesia - Sulawesi Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53769/deiktis.v5i3.1857

Abstract

Pandemi COVID-19 telah membawa dampak besar terhadap kehidupan sosial masyarakat Indonesia, termasuk dalam ranah kesenian. Salah satu bentuk respon terhadap krisis ini tampak dalam karya musik, seperti mini album Setara karya Dialog Dini Hari yang merepresentasikan keresahan sosial melalui lirik-lirik puitis. Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap makna dan realitas sosial dalam lirik lagu-lagu pada mini album tersebut dengan menggunakan pendekatan stilistika dan realisme sosialis Georg Lukács. Metode yang digunakan pada penelitian ini merupakan metode deskriptif kualitatif dengan metode analisis teks yang berfokus pada struktur fisik dan batin puisi, serta lima konsep utama dalam realisme sosialis: pengungkapan hal yang tak terlihat, pandangan menyeluruh atas realitas, kreasi kesadaran kolektif, refleksi artistik atas realitas, dan ungkapan kritis emansipatoris. Hasil penelitian menunjukkan bahwa lirik lagu dalam mini album Setara menyuarakan penderitaan, pengorbanan, dan harapan masyarakat selama pandemi, khususnya suara kelompok seperti tenaga medis dan masyarakat kelas bawah. Lirik-lirik ini tidak hanya menggunakan unsur stilistika untuk membangun kekuatan estetika dan emosi, tetapi juga berfungsi sebagai media refleksi sosial dan kritik terhadap ketimpangan serta ketidaksiapan struktur sosial dalam menghadapi krisis. Dengan demikian, lirik lagu dalam mini album ini mampu menunjukkan bahwa seni musik berperan penting dalam merekam, menyuarakan, dan mengkritisi realitas sosial secara puitik dan ideologis.
Penyimpangan Sosial dalam Antologi Cerpen Juita karya Herlambang Aditya Tantra: Kajian Kritik Mimetik Rahmi Adelina; Hariadi Susilo; Nurhayati Harahap
DEIKTIS: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Perkumpulan Dosen Muslim Indonesia - Sulawesi Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53769/deiktis.v5i3.2145

Abstract

Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan penyimpangan sosial yang terdapat dalam antologi cerpen Juita karya Herlambang Aditya Tantra. Kajian difokuskan pada dua bentuk penyimpangan sosial berdasarkan klasifikasi Narwoko dan Suyanto, yaitu tindakan antisosial dan tindakan kriminal. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Data diperoleh melalui studi pustaka terhadap cerpen menggunakan pendekatan kritik mimetik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penyimpangan tindakan antisosial yang ditemukan dalam cerpen terdiri atas : (1) prostitusi, dan (2) isolasi sosial yang meliputi: a) menarik diri dan b) tidak komunikatif. Sementara itu, penyimpangan tindakan kriminal yang ditemukan dalam cerpen terdiri atas: (1) pembunuhan, (2) kekerasan yang meliputi: a) penganiayaan, b) ancaman, c) pencemaran nama baik, dan d) kekerasan seksual pada anak; dan (3) penipuan. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa antologi cerpen Juita tidak hanya berfungsi sebagai karya fiksi, melainkan sarana menggambarkan dan mengkritik masalah sosial yang terjadi di kehidupan nyata.