Hariadi Susilo
Universitas Sumatera Utara, Medan, Indonesia

Published : 5 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Ekranisasi Novel Azzamine Karya Sophie Aulia: Analisis Pengurangan, Penambahan, dan Perubahan dalam Film Azzamine karya Benni Setiawan Mhd Naufal Ramadhan; Hariadi Susilo; Amhar Kudadiri
DEIKTIS: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Perkumpulan Dosen Muslim Indonesia - Sulawesi Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53769/deiktis.v5i3.1817

Abstract

Ekranisasi mengkaji bagaimana terjadinya adaptasi dari sebuah novel menjadi film. Film Azzamine karya Benni Setiawan merupakan adaptasi dari novel Azzamine karya Sophie Aulia yang terjadi Ekranisasi pada saat pengadaptasian kedua objek tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsi penambahan, pengurangan, dan juga perubahan variasi yang terjadi dalam adaptasi menggunakan pendekatan Ekranisasi Pamusuk Eneste. Jenis penelitian ini menggunakan deskriptif kualitatif dengan Teknik pengumpulan data simak dan catat menandakan menit pada film dan halaman pada novel yang dilampir. Hasil penelitian menemukan terjadi penambahan, pengurangan, dan perubahan variasi pada saat melakukan adaptasi dari sebuah novel menjadi film dan unsur intrinsik yaitu alur, tokoh, dan latar tempat. Hasil penelitian ini diharapkan dapat membantu untuk memahami dinamika adaptasi dari sastra menjadi film menggunakan kajian ekranisasi.
Warna Lokal Peralatan Hidup dan Teknologi dalam Novel Laskar Pelangi karya Andrea Hirata Hida Al Maida; Hariadi Susilo; Emma Marsella
DEIKTIS: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Perkumpulan Dosen Muslim Indonesia - Sulawesi Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53769/deiktis.v5i3.2144

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menguraikan dan mendeskripsikan warna lokal peralatan hidup dan teknologi masyarakat Melayu Belitong dalam novel Laskar Pelangi karya Andrea Hirata. Dengan pendekatan antropologi sastra, penelitian ini menggunakan teori Koentjaraningrat. Menurut Koentjaraningrat (2005:23) teknologi adalah cara manusia membuat, memakai, dan memelihara seluruh peralatannya, dan bahkan bertindak selama hidupnya. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode analisis deskriptif, yaitu dengan menguaraikan, mendeskripsikan, dan menganalisis peralatan hidup dan teknologi yang terdapat dalam novel Laskar Pelangi karya Andrea Hirata. Adapun teknik analisis data pada penelitian ini dilakukan dalam tiga langkah, yaitu pengumpulan data, reduksi data, analisis data, dan penyajian data dalam bentuk narasi. Dari hasil penelitian ini ditemukan bahwa warna lokal peralatan hidup dan teknologi masyarakat Melayu Belitong dalam novel Laskar Pelangi diperinci ke dalam 7 jenis, yaitu alat produksi, wadah, senjata, makanan, pakaian, tempat berlindung/perumahan, dan alat-alat transportasi.
Penyimpangan Sosial dalam Antologi Cerpen Juita karya Herlambang Aditya Tantra: Kajian Kritik Mimetik Rahmi Adelina; Hariadi Susilo; Nurhayati Harahap
DEIKTIS: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Perkumpulan Dosen Muslim Indonesia - Sulawesi Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53769/deiktis.v5i3.2145

Abstract

Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan penyimpangan sosial yang terdapat dalam antologi cerpen Juita karya Herlambang Aditya Tantra. Kajian difokuskan pada dua bentuk penyimpangan sosial berdasarkan klasifikasi Narwoko dan Suyanto, yaitu tindakan antisosial dan tindakan kriminal. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Data diperoleh melalui studi pustaka terhadap cerpen menggunakan pendekatan kritik mimetik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penyimpangan tindakan antisosial yang ditemukan dalam cerpen terdiri atas : (1) prostitusi, dan (2) isolasi sosial yang meliputi: a) menarik diri dan b) tidak komunikatif. Sementara itu, penyimpangan tindakan kriminal yang ditemukan dalam cerpen terdiri atas: (1) pembunuhan, (2) kekerasan yang meliputi: a) penganiayaan, b) ancaman, c) pencemaran nama baik, dan d) kekerasan seksual pada anak; dan (3) penipuan. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa antologi cerpen Juita tidak hanya berfungsi sebagai karya fiksi, melainkan sarana menggambarkan dan mengkritik masalah sosial yang terjadi di kehidupan nyata.
Nilai-Nilai Moral dalam Novel Debu Dalam Angin karya Pratiwi Juliani: Kajian Sosiologi Sastra Debby Debby; Hariadi Susilo; Parlaungan Ritonga
DEIKTIS: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Vol. 5 No. 4 (2025)
Publisher : Perkumpulan Dosen Muslim Indonesia - Sulawesi Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53769/deiktis.v5i4.2602

Abstract

Penelitian ini mengkaji nilai-nilai moral yang terdapat dalam novel Debu dalam Angin karya Pratiwi Juliani dengan menggunakan pendekatan sosiologi sastra. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan teknik studi pustaka. Data dianalisis menggunakan teknik analisis model interaktif yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan simpulan. Teori yang digunakan adalah teori nilai moral menurut Nurgiyantoro, yang membagi nilai moral ke dalam tiga kategori, yaitu: hubungan manusia dengan dirinya sendiri, hubungan manusia dengan sesama, dan hubungan manusia dengan Tuhan. Hasil penelitian menunjukkan adanya tiga nilai moral dalam novel, yaitu (1) nilai moral hubungan manusia dengan dirinya sendiri terdiri atas kemandirian, kerja keras, tidak mudah putus asa, optimis, dan tanggung jawab tokoh utama yaitu Salvador; (2) nilai moral hubungan manusia dengan sesama terdiri atas sikap peduli sesama, nasihat orang tua kepada anak, persahabatan, kesetiaan, hubungan keluarga, dan cinta kasih orang tua terhadap anak antara Salvador, Peter, John, Tobi, dan tokoh lain; dan (3) nilai moral hubungan manusia dengan Tuhan yang terdiri atas: berdoa kepada Tuhan, berserah diri, bersyukur, keikhlasan menerima takdir, dan beriman antara tokoh Salvador, Tirbiani dan Peter.
Analisis Gaya Bahasa Perbandingan dan Pertentangan dalam Novel Anjing Mengeong, Kucing Menggonggong karya Eka Kurniawan Manda Fatona Ambarwangi; Hariadi Susilo; Emma Marsella
DEIKTIS: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Vol. 5 No. 4 (2025)
Publisher : Perkumpulan Dosen Muslim Indonesia - Sulawesi Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53769/deiktis.v5i4.2603

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan peran gaya bahasa perbandingan dan pertentangan dalam novel Anjing Mengeong, Kucing Menggonggong karya Eka Kurniawan. Gaya bahasa perbandingan yang dikaji meliputi perumpamaan, metafora, personifikasi, alegori, pleonasme, perifrasis, dan koreksio. Sedangkan gaya bahasa pertentangan mencakup hiperbola, ironi, litotes, paradoks, dan sarkasme. Landasan teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori stilistika yang mengkaji gaya bahasa sebagai bagian dari kekhasan pengarang dalam membangun narasi dan karakter dalam sebuah karya sastra. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Data diperoleh dari sumber primer, yakni novel Anjing Mengeong, Kucing Menggonggong karya Eka Kurniawan dan dianalisis menggunakan teknik analisis interaktif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui studi pustaka. Dari hasil penelitian, ditemukan dua puluh tujuh kutipan mengandung gaya bahasa perumpamaan, dua puluh lima kutipan mengandung gaya bahasa metafora, tiga puluh tiga kutipan mengandung gaya bahasa personifikasi, tidak ditemukan kutipan yang mengandung gaya bahasa alegori, tujuh kutipan mengandung gaya bahasa pleonasme, empat kutipan mengandung gaya bahasa perifrasis, dan lima kutipan mengandung gaya bahasa koreksio. Sementara itu, gaya bahasa pertentangan mencakup dua puluh satu kutipan mengandung gaya bahasa hiperbola, lima belas kutipan mengandung gaya bahasa ironi, dua kutipan mengandung gaya bahasa litotes, satu kutipan mengandung gaya bahasa paradoks, dan dua kutipan mengandung gaya bahasa sarkasme. Hasil tersebut menunjukkan bahwa gaya bahasa perbandingan, terutama personifikasi merupakan gaya bahasa yang paling banyak ditemukan dalam novel Anjing Mengeong, Kucing Menggonggong karya Eka Kurniawan..