Hendrik Furqon
Universitas Islam Darul 'Ulum Lamongan, Indonesia

Published : 4 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Pelanggaran Kesantunan Berbahasa Pada Channel Youtube “Mama Lela Series” Episode 412 ‘Patrol Keliling Satu Kampung’ Mella Elviana; Hendrik Furqon; Bisarul Ihsan
DEIKTIS: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Perkumpulan Dosen Muslim Indonesia - Sulawesi Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53769/deiktis.v5i3.1955

Abstract

Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui bentuk pelanggaran kesantunan berbahasa pada channel YouTube “Mama Lela Series” episode patrol keliling satu kampung. Jenis metode penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Metode pengumpulan data diperoleh berupa bentuk analisis deskripsi dan isi tuturan dialog antar tokoh pada “Mama Lela Series” episode patrol keliling satu kampung. Pengumpulan data penelitian ini menggunakan teknik simak bebas libat cakap dan teknik catat. Hasil penelitian ditemukan bentuk tuturan sebanyak 19 data, kemudian dipaparkan bentuk pelanggaran enam maksim berdasarkan teori Leech. Hasil analisis pada “Mama Lela Series” episode patrol keliling satu kampung yakni, 1) bentuk pelanggaran maksim kebijaksanaan 4 data, 2) bentuk pelanggaran maksim kedermawanan 3 data, 3) bentuk pelanggaran maksim pujian 3 data, 4) bentuk pelanggaran maksim kerendahatian 4 data, 5) bentuk pelanggaran maksim persetujuan 3 data, dan 6) bentuk pelanggaran maksim simpati 3 data.
Konflik Batin Keterasingan Tari dalam Film Bolehkah Sekali Saja Kumenangis: Kajian Psikologi Sastra Erich Fromm Afifatur Rosyidah; Hendrik Furqon; Anisa Ulfah
DEIKTIS: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Perkumpulan Dosen Muslim Indonesia - Sulawesi Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53769/deiktis.v5i3.1956

Abstract

Film Bolehkah Sekali Saja Kumenangis yang diadaptasi dari lagu “Runtuh” mengisahkan tentang kondisi keterasingan yang dialami Tari. Konflik batin yang dialami Tari dianalisis menggunakan pendekatan psikologi sastra Erich Fromm karena teori tersebut membahas tentang keterasingan yang dialami individu sehingga relevan dengan konflik batin yang dialami tokoh Tari. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk keterasingan yang dialami Tari dalam film Bolehkah Sekali Saja Kumenangis menggunakan pendekatan psikologi sastra Erich Fromm. Penelitian ini bersifat kualitatif deskriptif dengan menggunaka teknik simak dan catat untuk memahami alir cerita dari film dan mencatat dialog ataupun adegan yang berkaitan dengan konflik batin keterasingan yang dialami Tari. Analisis data dalam penelitian ini menggunakan tiga langkah, yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil analisis menunjukkan bahwa terdapat tiga bentuk konflik batin keterasingan yang dialami Tari sesuai dengan kajian pendekatan psikologi sastra Erich Fromm, yaitu keterasingan dari diri sendiri karena Tari selalu berbohong dengan dirinya sendiri dan kesulitan mengungkapkan ekspresi emosionalnya, keterasingan dari orang lain karena Tari selalu kesulitan mengungkapkan pendapat karena sering tidak diberikan ruang dalam mengutarakan pendapatnya sehingga Tari merasa kurang dihargai, dan keterasingan dari masyarakat karena Tari merasa kurang dihargai di masyarakat khususnya di kantor karena penampilannya yang tidak mengikuti perkembangan zaman.
Representasi Ketidakadilan Hukum dalam Film Miracle in Cell No. 7 Versi Indonesia dan Relevansinya di Kehidupan Nyata Sepiya Triyani; Hendrik Furqon; Laila Tri Lestari
DEIKTIS: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Perkumpulan Dosen Muslim Indonesia - Sulawesi Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53769/deiktis.v5i3.1966

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengungkap persamaan isu-isu sosial yang direpresentasikan dalam film Miracle in Cell No. 7 versi Indonesia dengan kondisi ketidakadilan hukum di masyarakat Indonesia saat ini. Fokus penelitian diarahkan pada dua isu utama, yaitu diskriminasi dan ketidakadilan dalam sistem peradilan terhadap penyandang disabilitas. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan teknik analisis isi. Data utama berupa adegan, dialog, dan narasi dalam film yang menunjukkan ketimpangan hukum, serta data sekunder berupa berita aktual, jurnal ilmiah, dan dokumentasi kasus hukum. Hasil penelitian menunjukkan bahwa film merefleksikan realitas sosial yang masih berlangsung di Indonesia, seperti penyiksaan dalam proses hukum, pengakuan paksa, kurangnya pendampingan hukum, hingga stigma terhadap penyandang disabilitas. Representasi dalam film ini menegaskan bahwa sistem hukum di Indonesia masih belum sepenuhnya berpihak pada kelompok rentan, dan bahwa media film dapat menjadi sarana kritik sosial yang kuat. Penelitian ini menghadirkan pendekatan interdisipliner melalui sintesis antara sosiologi hukum dan sastra bandingan, yang menunjukkan bahwa film dapat menjadi cermin kondisi sosial sekaligus wadah untuk memperjuangkan keadilan. Temuan ini diharapkan dapat memperkaya wacana akademik di bidang kajian hukum, sosiologi, dan kajian media.
Implikatur Percakapan Antara Penjual Sayuran dan Pembeli di Desa Kradenanrejo : Analisis Wacana Pragmatik Fungsional Nur Khalimatush Sadiyah; Hendrik Furqon; Irmayani Irmayani
DEIKTIS: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Perkumpulan Dosen Muslim Indonesia - Sulawesi Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53769/deiktis.v5i3.2058

Abstract

Analisis wacana merupakan pendekatan linguistik yang memungkinkan pemahaman yang lebih dalam terhadap makna, struktur, dan fungsi bahasa yang terkandung di dalamnya. Pada penelitian ini peneliti menggunakan pendekatan pragmatik fungsional, yang menekankan pentingnya fungsi komunikatif bahasa dalam konteks sosial, budaya, dan situasional. Penelitian ini mengambil fokus pada analisis implikatur dalam percakapan transaksi jual beli di Desa Kradenanrejo. Dengan menggunakan metode kualitatif dan teknik pengumpulan data simak catat dan rekam, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan pragmatik dalam percakapan tersebut. Data-data percakapan yang diperoleh dari Desa Kradenanrejo direkam, ditranskripsikan, dan dianalisis untuk mengidentifikasi implikatur percakapan serta tindak tutur yang terjadi. Langkah-langkah analisis melibatkan pengidentifikasian data sesuai dengan prinsip kerja sama model Paul Grice yang menyangkut adanya maksim kuantitas, maksim kualitas, maksim relevansi, dan maksim cara. Jadi, kesimpulan pada penelitian ini tidak hanya memperkaya pemahaman terhadap implikatur dalam percakapan, tetapi juga menghadirkan pemahaman yang lebih baik terhadap prinsip- prinsip komunikasi yang dijunjung dalam interaksi sosial, khususnya dalam konteks jual beli di Desa Kradenanrejo.