Siti Khasanah
Universitas PGRI Ronggolawe Tuban

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Campur Kode pada Akun Youtube Najwa Shihab dalam Podcast Catatan Najwa Bersama Agnes Monica Siti Khasanah; Sri Yanuarsih; I Wayan Letreng
DEIKTIS: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Vol. 5 No. 4 (2025)
Publisher : Perkumpulan Dosen Muslim Indonesia - Sulawesi Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53769/deiktis.v5i4.2177

Abstract

Campur kode merupakan penggunaan dua bahasa bahkan lebih alam satu tuturan. Penelitian ini menganalisis campur kode dalam podcast Catatan Najwa Shihab bersama Agnes Monica dalam kanal YouTube Najwa Shihab. Campur kode dalam percakapan sehari-hari sering terjadi, terutama podcast Najwa Shihab bersama Agnes Monica. Seorang penutur memakai dialek bahasa Indonesia dan bahasa Inggris dalam berkomunikasi. Tujuan penelitian berfokus menemukan bentuk campur kode dan leksikon campur kode podcast tersebut. Metode menggunakan deskriptif kualitatif. Pengumpulan data teknik simak dan catat. Teknik analisis data menggunakan analisis konten tematik. Hasil penelitian memperlihatkan bahwa campur kode banyak digunakan dalam bentuk kata, frasa, dan klausa, termasuk kosakata dan frasa seperti literally, male, female, strong minded women, women entrepreneur, excellent bold, they have potential, feminist, empowering women, equality women, action, speak up, my character, progressive, you look beautiful, society, take a risk, dan multitasking. Leksikon campur kode yang ditemukan mencakup kosakata bahasa Inggris yang disisipkan dalam kalimat bahasa Indonesia. Faktor utama yang melatarbelakangi penggunaan campur kode meliputi keringkasan, ketiadaan padanan yang sesuai dalam bahasa Indonesia, serta kebutuhan untuk memberikan penekanan makna. Dengan demikian, penggunaan campur kode tidak hanya berfungsi sebagai strategi komunikasi, sekaligus mencerminkan gaya bahasa modern yang relevan dengan wacana global.
FUNGSI CAMPUR KODE DALAM LAGU SEBATAS FRIENDLY KARYA NDX A.K.A KAJIAN SOSIOLINGUISTIK Siti Khasanah; Sri Yanuarsih; I Wayan Letreng
Jurnal Bastra (Bahasa dan Sastra) Vol. 11 No. 2 (2026): JURNAL BASTRA EDISI APRIL 2026
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, FKIP, Universitas Halu Oleo Kampus Bumi Tridharma Andounohu Kendari, Provinsi Sulawesi Tenggara – Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36709/bastra.v11i2.2502

Abstract

Praktik campur kode menjadi fenomena linguistik yang menonjol dalam musik populer Indonesia, terutama sebagai bentuk ekspresi bahasa generasi muda yang hidup dalam ruang budaya digital. Lagu Sebatas Friendly karya NDX A.K.A menghadirkan perpaduan bahasa Indonesia, Jawa, dan Inggris yang membentuk dinamika emosional sekaligus identitas linguistik penuturnya. Penelitian ini menelaah praktik campur kode dalam lirik lagu tersebut melalui perspektif sosiolinguistik untuk mengungkap bentuk serta fungsi komunikatifnya dalam membangun makna relasional dan ekspresi perasaan. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan teknik simak dan catat terhadap teks lirik lagu, sedangkan analisis dilakukan melalui tahap identifikasi, klasifikasi, dan interpretasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa campur kode muncul dalam tiga pola utama, yaitu campur kode ke dalam, campur kode ke luar, dan campur kode campuran. Bahasa Jawa mendominasi penggunaan campur kode dan berperan sebagai medium utama penguatan ekspresi emosional seperti kekecewaan, konflik batin, dan kedekatan personal. Sementara itu, unsur bahasa Inggris berfungsi sebagai penanda modernitas, strategi kesantunan, serta sarana penegasan batas hubungan secara rasional melalui ungkapan seperti friendly dan sorry. Temuan ini memperlihatkan bahwa campur kode dalam lagu populer tidak hanya menjadi variasi bahasa, tetapi juga strategi sosiolinguistik dan estetis yang merepresentasikan negosiasi identitas generasi muda antara bahasa lokal dan global. Dengan demikian, praktik campur kode dalam musik populer menunjukkan bagaimana bahasa berfungsi sebagai medium ekspresi emosi sekaligus konstruksi identitas dalam budaya digital kontemporer.