Firdausi Nunzula
Universitas PGRI Ronggolawe Tuban,

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Bahasa Gaul Konten Youtube Jessica Jane Firdausi Nunzula; Sri Yanuarsih; I Wayan Letreng
DEIKTIS: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Vol. 5 No. 4 (2025)
Publisher : Perkumpulan Dosen Muslim Indonesia - Sulawesi Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53769/deiktis.v5i4.2224

Abstract

Penelitian ini menyoroti penggunaan bahasa gaul dalam konten YouTube Jessica Jane yang diunggah pada periode September hingga Desember 2024. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan bentuk-bentuk bahasa gaul yang muncul serta faktor-faktor yang memengaruhi pemilihannya. Metode yang digunakan ialah simak dan catat, yaitu dengan mengamati setiap video dan mencatat secara cermat berbagai bentuk bahasa gaul yang ditemukan guna memperoleh data yang akurat dan mendalam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Jessica Jane memanfaatkan tiga bentuk utama bahasa gaul, yaitu abreviasi, slang, dan serapan bahasa asing. Bentuk abreviasi seperti BTW, KO, dan vid digunakan untuk menyampaikan pesan secara singkat, padat, dan efisien, sehingga dapat mempermudah pemahaman audiens terhadap isi komunikasi yang disampaikan. Selain itu, serapan dari bahasa Inggris, Jepang, dan Melayu seperti style, jom, update, dan itadakimasu memberikan kesan modern, kreatif, menarik, serta memperlihatkan pengaruh budaya global pada gaya komunikasi. Adapun penggunaan slang seperti gue, lu, gila, muantep, menghadirkan nuansa akrab, santai, ekspresif, dan menghibur bagi penonton yang sebagian besar berasal dari kalangan muda. Variasi pemakaian bahasa ini mencerminkan pola komunikasi generasi muda yang dipengaruhi oleh faktor usia, lingkungan, kebiasaan digital, tren media sosial, dan interaksi lintas budaya. Temuan penelitian menegaskan bahwa media sosial, khususnya YouTube, menjadi ruang percampuran bahasa lokal dan global yang terus berkembang mengikuti arus budaya populer, gaya hidup anak muda masa kini, serta dinamika kreativitas berbahasa di era digital.