Tujuan dari penelitian ini untuk mengidentifikasi bagaimana sarkasme dimanfaatkan sebagai sarana dalam menyampaikan pesan kritis terhadap berbagai isu sosial dan pemerintahan di Indonesia melalui acara komedi Lapor Pak! yang ditayangkan di Trans7. Humor sarkasme dipandang sebagai gaya komunikasi yang menyampaikan sindiran dengan cara lucu, ironis, dan mengandung makna tersembunyi di balik kelucuannya. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan analisis isi (content analysis), di mana data berupa tuturan, dialog, serta konteks komunikasi dari beberapa episode Lapor Pak! yang diunggah di kanal YouTube resmi Trans7 dianalisis untuk mengungkap bentuk dan fungsi sarkasme yang digunakan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa humor sarkastik dalam acara tersebut tidak hanya berfungsi sebagai hiburan semata, tetapi juga sebagai media penyampai kritik sosial terhadap berbagai persoalan masyarakat Indonesia, seperti ketidakadilan hukum, birokrasi yang tidak efisien, penyalahgunaan kekuasaan, hingga perilaku pejabat publik yang tidak profesional. Melalui permainan bahasa, ironi, dan dialog yang cerdas, para pemain berhasil menyampaikan pesan reflektif yang mendorong penonton untuk berpikir lebih kritis terhadap realitas kehidupan sosial dan politik. Selain berperan sebagai tontonan komedi, Lapor Pak! juga memiliki nilai edukatif dan reflektif karena mampu menumbuhkan kesadaran sosial di tengah masyarakat. Penggunaan sarkasme dalam acara ini membuat kritik terasa lebih ringan, menghibur, namun tetap mengena, sehingga Lapor Pak! dapat dipandang sebagai contoh nyata pemanfaatan bahasa dan humor secara kreatif untuk menyampaikan kritik sosial yang konstruktif dan bermakna di media massa modern