Ahmad Bukhari Nasution
Universitas Negeri Medan, Indonesia

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Poda Na Lima dan Pendidikan Kearifan Lokal: Upaya Membangun Identitas Budaya Generasi Z Ahmad Bukhari Nasution; Muhammad Khoir Pahlepi; Mauliddya Meilanie Sartika; Adellya Rosari Siregar; Bea Anantha Damanik
DEIKTIS: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Vol. 5 No. 4 (2025)
Publisher : Perkumpulan Dosen Muslim Indonesia - Sulawesi Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53769/deiktis.v5i4.2376

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi sejauh mana Generasi Z memahami dan menerapkan nilai-nilai kearifan lokal Poda Na Lima dalam kehidupan sehari-hari. Penelitian ini juga bertujuan untuk mengeksplorasi faktor-faktor yang menyebabkan berkurangnya pemahaman dan penerapan nilai-nilai tersebut, seperti pengaruh arus globalisasi, budaya asing, dan kurangnya integrasi kearifan lokal dalam sistem pendidikan. Selain itu, penelitian ini berupaya mengembangkan strategi untuk mengintegrasikan nilai-nilai Poda Na Lima ke dalam kurikulum pendidikan guna memperkuat karakter dan identitas budaya Generasi Z. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif yang bersifat deskritif. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah wawancara dan studi pustaka. Teknik analisi data yang dilakukan, Pernyataan awal mengenai upaya membangun identitas budaya generasi. Kemudian temuan-temuan dari hasil penelitian akan mencari strategi yang tepat untuk mengintegrasikan Poda Na Lima dengan Pendidikan kearifan lokal. Hasil dari penelitian ini diharapkan dapat terbit di jurnal teragreditasi sinta.
Multikultural Budaya: Mengungkap Sistem Pemberian Mahar Pernikahan Etnis Batak Mandailing dan Minangkabau Muhammad Khoir Pahlepi; Ahmad Bukhari Nasution; Rika Arini; Nurul Hijrah; Diva Azzura Putri Rialni; Achmad Yuhdi
DEIKTIS: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Vol. 5 No. 4 (2025)
Publisher : Perkumpulan Dosen Muslim Indonesia - Sulawesi Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53769/deiktis.v5i4.2425

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan proses pemberian mahar dan pelaksanaan pernikahan pada pasangan suami istri yang berasal dari etnis berbeda, khususnya antara perempuan etnis Batak Mandailing dan laki-laki etnis Minangkabau, serta untuk mengungkap bagaimana kedua belah pihak menyelaraskan perbedaan adat dalam praktik pernikahan mereka. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan induktif. Lokasi penelitian di Medan Area, Sumatera Utara, dengan subjek pasangan etnis Batak Mandailing dan Minangkabau yang telah menikah. Data dikumpulkan melalui wawancara terstruktur, dokumentasi, dan studi kepustakaan untuk menganalisis sistem pemberian mahar dalam pernikahan multikultural. Penelitian melibatkan empat pasangan multietnis Mandailing–Minangkabau di Medan. Hasil menunjukkan bahwa mahar selalu diberikan oleh pihak laki-laki, menandakan dominasi nilai agama dalam praktik pernikahan. Adat hanya diterapkan secara simbolik, seperti penggunaan busana tradisional. Kompromi budaya terjadi untuk menjaga harmoni antar keluarga dalam pernikahan lintas etnis. Pernikahan multietnik Mandailing–Minangkabau lebih menekankan nilai Islam, dengan mahar diberikan oleh pihak laki-laki. Tradisi Minangkabau seperti uang japuik tidak diterapkan. Adat ditampilkan secara simbolik melalui pakaian, bukan prosesi. Kesepakatan keluarga dan penghormatan identitas budaya dijalankan secara parsial untuk menjaga harmoni dalam pernikahan.