Amanda Zahrotul Azaria
Universitas PGRI Ronggolawe Tuban

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Satire Kepada Pejabat Pada Progam Tv Lapor Pak Trans 7 Amanda Zahrotul Azaria; Sri Yanuarsih; I Wayan Letreng
DEIKTIS: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Vol. 5 No. 4 (2025)
Publisher : Perkumpulan Dosen Muslim Indonesia - Sulawesi Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53769/deiktis.v5i4.2380

Abstract

Satire merupakan gaya bahasa atau genre sastra yang menggunakan humor, ironi, atau ejekan untuk mengkritik kebodohan atau kejahatan seseorang atau masyarakat. Penelitian ini menganalisis penggunaan satire kepada pejabat dalam program TV Lapor Pak TRANS 7 melalui pendekatan pragmatik. Penelitian menggunakan teori satire Horatian, Juvenalian, dan Menippean untuk memahami pemanfaatan humor sebagai media kritik sosial. Data dikumpulkan melalui observasi dan teknik simak-catat pada tayangan program bulan November 2022. Teknik analisis konten dan pragmatik diterapkan untuk mengidentifikasi, mengklasifikasi, dan menginterpretasi jenis-jenis satire. Hasil penelitian menunjukkan satire Juvenalian paling dominan dengan 9 kemunculan, diikuti satire Horatian (4 kali) dan Menippean (2 kali). Satire Juvenalian digunakan untuk menyampaikan kritik tajam terhadap isu sosial dan kebijakan pemerintah. Sebaliknya, satire Horatian menonjolkan sindiran ringan dan menghibur. Satire Menippean, meskipun jarang, memberikan kritik filosofis terhadap norma sosial tertentu. Keseluruhan temuan menegaskan bahwa satire dalam media televisi tidak hanya berfungsi sebagai hiburan, tetapi juga sebagai sarana edukasi dan refleksi sosial.
Perempuan dalam Bayangan Kolonialisme: Analisis Feminisme Poskolonial dalam Novel Cantik Itu Luka Amanda Zahrotul Azaria; Sri Yanuarsih; I Wayan Letreng
DEIKTIS: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Vol. 5 No. 4 (2025)
Publisher : Perkumpulan Dosen Muslim Indonesia - Sulawesi Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53769/deiktis.v5i4.2613

Abstract

Konstruksi kehidupan perempuan yang hidup dalam bayangan kolonialisme pada novel Cantik Itu Luka karya Eka Kurniawan, didasarkan pada pentingnya sastra pascakolonial sebagai medium dekonstruksi sejarah dari sudut pandang subaltern. Dengan menggunakan metode deskriptif kualitatif berpendekatan Feminisme Poskolonial, data berupa dialog dan narasi dianalisis untuk mengidentifikasi persilangan opresi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa opresi terhadap perempuan hadir secara berlapis sebagai hasil dari interseksionalitas kekuasaan kolonial dan patriarki, yang menjadikan tubuh Dewi Ayu sebagai objek eksploitasi dan warisan kekerasan struktural. Kendati demikian, kesimpulan utama menegaskan bahwa subjek perempuan memanifestasikan berbagai bentuk agensi dan perlawanan (misalnya agensi negatif dan dekolonisasi estetika) untuk merebut kembali otonomi dan mendefinisikan realitas mereka sendiri dari narasi dominan yang opresif.