Penelitian ini dilatarbelakangi oleh semakin pentingnya sastra profetik dalam mengungkap nilai-nilai kemanusiaan, sosial, dan spiritual di tengah krisis sosial kontemporer serta semakin kuatnya dominasi kekuasaan dalam kehidupan masyarakat. Sebagai salah satu karya penting sastra Indonesia, novel Mantra Pejinak Ular karya Kuntowijoyo merefleksikan berbagai nilai profetik yang relevan dengan kehidupan sosial dan moral masyarakat. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan representasi nilai humanisasi, liberasi, dan transendensi dalam novel melalui perspektif sastra profetik. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif-analitis. Sumber data utama berupa teks novel, sedangkan data sekunder diperoleh dari buku, jurnal ilmiah, dan penelitian terdahulu yang berkaitan dengan sastra profetik. Data dikumpulkan melalui studi pustaka dengan teknik membaca dan mencatat, kemudian dianalisis melalui tahap identifikasi data, klasifikasi, interpretasi, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai humanisasi direpresentasikan melalui upaya tokoh dalam menjaga martabat manusia di tengah tekanan kekuasaan dan birokrasi. Nilai liberasi tercermin dalam perlawanan tokoh terhadap dominasi dan ketidakadilan sosial, sedangkan nilai transendensi tampak melalui kesadaran spiritual tokoh serta ketergantungannya pada nilai-nilai religius dalam menghadapi konflik sosial. Penelitian ini mengimplikasikan bahwa sastra profetik dapat berfungsi sebagai media pendidikan moral, kritik sosial, dan pembentukan karakter dalam pembelajaran sastra maupun kehidupan sosial masyarakat. Dengan demikian, novel Mantra Pejinak Ular secara kuat merepresentasikan nilai-nilai profetik berupa humanisasi, liberasi, dan transendensi sebagai refleksi terpadu dari kesadaran kemanusiaan, sosial, dan spiritual.