Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Nilai Budaya dalam Tuturan Upacara Adat Mappenre Tojang Masyarakat Bugis Kabupaten Sidrap Tinjauan Antropolinguistik A. Muh. Ayyub Ht; Rachmat Barung; Nurfadhilah Salahuddin
DEIKTIS: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Vol. 5 No. 4 (2025)
Publisher : Perkumpulan Dosen Muslim Indonesia - Sulawesi Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53769/deiktis.v5i4.2778

Abstract

Bahasa tidak hanya berfungsi sebagai alat komunikasi, tetapi juga sebagai cerminan nilai-nilai budaya masyarakat penuturnya. Antropolinguistik merupakan cabang ilmu linguistik yang meneliti keterkaitan antara bahasa dan budaya. Upacara Mappenre Tojang merupakan salah satu tradisi yang berkaitan dengan sistem kepercayaan dan penghormatan terhadap leluhur. Tuturan dalam upacara ini tidak hanya mengandung pesan religius dan spiritual, tetapi juga merefleksikan struktur sosial dan relasi antargenerasi dalam masyarakat Bugis. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif deskriptif dengan pendekatan antropolinguistik. Pendekatan ini digunakan untuk menggambarkan dan menganalisis bentuk, fungsi, serta makna tuturan dalam upacara adat Mappenre Tojang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tuturan dalam upacara adat Mappenre Tojang masyarakat Bugis di Kabupaten Sidrap mengandung berbagai nilai budaya yang mencerminkan pandangan hidup, sistem kepercayaan, serta norma sosial masyarakat Bugis. Tuturan-tuturan tersebut tidak hanya berfungsi sebagai sarana komunikasi ritual, tetapi juga sebagai media pewarisan nilai-nilai budaya secara turun-temurun.
Atribusi Paralinguistik dalam Komunikasi Instruksional pada Diskusi Percakapan Perkuliahan Mahasiswa berdasarkan Teori Atribusi Fritz Heider Rachmat Barung; Nurfadhilah Salahuddin; A. Muh. Ayyub Ht; Syahril Syahril
Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra Vol. 12 No. 3 (2026): Penulis pada Edisi ini Terdiri dari Dua (2) Negara: Indonesia dan Turki
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/mvnsv626

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis atribusi paralinguistik dalam komunikasi instruksional pada diskusi percakapan perkuliahan mahasiswa berdasarkan perspektif teori atribusi yang dikemukakan oleh Fritz Heider. Fokus penelitian mencakup beberapa aspek utama, yaitu perasaan, emosi, pemikiran, ide, atensi, kenyamanan, dan rasa ingin tahu mahasiswa dalam proses interaksi akademik. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi, dokumentasi, dan wawancara. Data dianalisis melalui identifikasi unsur-unsur paralinguistik seperti intonasi, tekanan suara, jeda, dan ekspresi nonverbal yang menyertai komunikasi verbal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aspek afektif dan kognitif mahasiswa memiliki pengaruh signifikan terhadap munculnya atribusi paralinguistik. Perasaan dan emosi tercermin melalui variasi intonasi dan ekspresi, atensi terlihat dari respons aktif dan kesesuaian komunikasi, kenyamanan memengaruhi kelancaran penyampaian pesan, sedangkan rasa ingin tahu mendorong partisipasi yang lebih dinamis dalam diskusi. Mahasiswa cenderung mengatribusikan perilaku komunikasi lawan bicara berdasarkan indikator paralinguistik tersebut sebagai representasi faktor internal seperti motivasi, kepercayaan diri, dan pemahaman materi. Penelitian ini menunjukkan bahwa atribusi paralinguistik merupakan komponen penting dalam komunikasi instruksional yang tidak hanya memengaruhi penyampaian pesan, tetapi juga proses interpretasi dan penilaian antarindividu dalam diskusi perkuliahan. Oleh karena itu, pemahaman terhadap aspek paralinguistik dapat meningkatkan efektivitas interaksi akademik dan kualitas pembelajaran di lingkungan perguruan tinggi. Temuan penelitian ini memperlihatkan bahwa keberhasilan komunikasi dalam diskusi perkuliahan tidak hanya ditentukan oleh isi pesan verbal, tetapi juga oleh unsur-unsur nonverbal dan paralinguistik yang memengaruhi cara peserta memberikan atribusi terhadap perilaku komunikatif yang muncul selama proses interaksi akademik.
Sampah Jadi Cerita: Literasi Bahasa Indonesia untuk Kesadaran Lingkungan Desa Rachmat Barung; Ramli S; Sudirman Sudirman; Nurfadhilah Salahuddin
Abdimas Langkanae Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Pustaka Digital Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53769/jpm.v5i2.517

Abstract

Literasi Bahasa Indonesia untuk Kesadaran Lingkungan Desa yang dilaksanakan di Desa Salutiwo dihadirkan sebagai upaya mendorong partisipasi aktif warga dalam membuat dan menyebarkan karya, sekaligus menumbuhkan budaya bersih, peduli lingkungan, serta meningkatkan kemampuan berbahasa dan kreativitas masyarakat desa. Kegiatan ini bertujuan memberikan pemahaman awal kepada masyarakat Desa Salutiwo, Mamuju, mengenai tujuan, manfaat, dan tata cara pelaksanaan kegiatan pengelolaan sampah. Metode pelaksanaan kegiatan dikemas dalam bentuk edukasi  literasi Bahasa Indonesia, melalui media kreatif untuk menyampaikan pesan lingkungan secara efektif. Hasil yang diharapkan adalah peningkatan pengetahuan dan kesadaran masyarakat desa terhadap pengelolaan sampah, serta terciptanya karya literasi yang dapat digunakan sebagai media kampanye lingkungan. Dengan mengintegrasikan Bahasa Indonesia dan pendidikan lingkungan, kegiatan ini menunjukkan bahwa literasi bahasa dapat menjadi sarana efektif untuk menumbuhkan kesadaran lingkungan masyarakat desa. Melalui program Sampah Jadi Cerita, warga tidak hanya meningkatkan kemampuan berbahasa, tetapi juga membangun kepedulian terhadap kebersihan dan kelestarian lingkungan. Sampah dimanfaatkan sebagai media edukatif yang kreatif sehingga melahirkan budaya literasi yang terintegrasi dengan aksi peduli lingkungan. Program ini berpotensi menjadi model pembelajaran dan pemberdayaan masyarakat yang berkelanjutan menuju desa cerdas literasi dan berbudaya bersih.
SKEMA AKTAN DAN MODEL FUNGSIONAL PROBLEMATIKA SOSIAL MASYARAKAT MAMUJU TEORI NARATOLOGI A.J.GREIMAS Nurfadhilah Salahuddin; Rachmat Barung; A.Muh.Ayyub Ht
Literasi: Jurnal Ilmiah Pendidikan Bahasa, Sastra Indonesia dan Daerah Vol. 16 No. 2 (2026): Literasi: Jurnal Ilmiah Pendidikan Bahasa, Sastra Indonesia dan Daerah
Publisher : Fakultas Keguruan Dan Ilmu Pendidikan Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/literasi.v16i2.48526

Abstract

This study aims to understand the representation of social problems in Mamuju society in local online and offline news media through Algirdas Julius Greimas's narratological structural approach. The research focuses on mapping actant schemes and analyzing functional models to uncover role relationships, event flows, and the construction of meaning in news reports. The method used is descriptive qualitative with a narrative analysis design, using data in the form of purposively selected news texts. Data collection was conducted through documentation and literature review, while analysis included identifying narrative units, mapping actants, analyzing functional models, and interpreting social contexts. The results show that the media tends to position certain actors as dominant subjects, while vulnerable groups are affected. The narrative pattern generally moves from the initial situation, through conflict, to a resolution that is not always complete. This study confirms that Greimas's approach is effective in uncovering the structure of meaning and the construction of social reality in news texts.