Rasmi Manullang
Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Mitra Husada, Kota Medan, Indonesia

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

HUBUNGAN PENGETAHUAN, SIKAP DAN USIA IBU TERHADAP PEMBERIAN ASI EKSKLUSIF Rasmi Manullang; Sartina Daulay; Plora Novita Febrina Sinaga; Ika Damayanti Sipayung
Jurnal Ilmu Kesehatan & Kebidanan Nusantara Vol. 1 No. 2 (2024): Juni
Publisher : Akademi Kebidanan Nusantara 2000

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62710/v2vdab38

Abstract

ASI eksklusif adalah pemberian ASI saja tanpa makanan tambahan lain pada bayi berumur nol sampai 6 bulan (0-6 bulan). Jumlah Kematian balita di dunia cukup tinggi, hampir 10 juta balita meninggal dunia setiap tahunya. Beberapa faktor penyebab kematian pada balita harus ditekan dengan pemberian ASI esklusif selama 6 bulan, dimulai dengan inisiasi dini (IMD). Penelitian bertujuan untuk mengetahui hubungan pengetahuan dan sikap ibu terhadap pemberian ASI esklusif. Rancangan penelitian ini menggunakan cross sectional. Proses pengambilan sampel pada penelitian ini dilakukan dengan menggunakan teknik purposive sampling. Sampel penelitian ini sebanyak 56 orang. Hasil uji chi-square yaitu p-value < 0,05 yang berarti ada Hubungan pengetahuan, pendidikan dan usia ibu terhadap pemberian ASI eksklusif.
HUBUNGAN PENGETAHUAN DAN DUKUNGAN SUAMI TERHADAP KEPATUHAN KUNJUNGAN ANTENATAL CARE (ANC) PADA IBU HAMIL Ika Damayanti Sipayung; Rasmi Manullang; Lasria Yolivia Aruan; Yasrida Nadeak; Nurcahyanti
Jurnal Ilmu Kesehatan & Kebidanan Nusantara Vol. 1 No. 4 (2024): Desember
Publisher : Akademi Kebidanan Nusantara 2000

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62710/bh5whx81

Abstract

Antenatal Care (ANC) merupakan layanan kesehatan penting bagi ibu hamil untuk mencegah komplikasi kehamilan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara pengetahuan dan dukungan suami terhadap kepatuhan kunjungan ANC pada ibu hamil. Menggunakan desain korelasi deskriptif dengan pendekatan cross-sectional, penelitian ini melibatkan 52 ibu hamil trimester III di Klinik Pratama Maria, Jakarta Utara. Data dikumpulkan melalui kuesioner dan dianalisis menggunakan uji Chi-Square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun ibu dengan pengetahuan baik dan dukungan suami optimal memiliki tingkat kepatuhan lebih tinggi, tidak terdapat hubungan signifikan antara kedua variabel tersebut dengan kepatuhan ANC (p-value > 0,05). Temuan ini mengindikasikan bahwa faktor lain, seperti pengalaman kehamilan dan motivasi individu, juga berperan dalam kepatuhan ANC. Oleh karena itu, diperlukan strategi edukasi yang lebih efektif untuk meningkatkan kesadaran ibu hamil terkait pentingnya pemeriksaan kehamilan secara rutin.
FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PEMBERIAN ASI EKSKLUSIF PADA BAYI USIA 6-12 BULAN Rasmi Manullang; Delisarniati Gaurifa; Lasria Yolivia Aruan; Lusiatun
Jurnal Ilmu Kesehatan & Kebidanan Nusantara Vol. 2 No. 3 (2025): September
Publisher : Akademi Kebidanan Nusantara 2000

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62710/yrckxf19

Abstract

Pemberian Air Susu Ibu (ASI) eksklusif merupakan rekomendasi WHO dan UNICEF untuk enam bulan pertama kehidupan bayi tanpa tambahan makanan atau minuman lain, diikuti dengan pemberian MP-ASI sambil tetap menyusui hingga usia dua tahun atau lebih. Namun, cakupan ASI eksklusif di Indonesia masih di bawah target nasional. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhi pemberian ASI eksklusif pada bayi usia 6–12 bulan di Klinik Bersalin Sehati, Provinsi Sumatera Utara. Penelitian menggunakan desain kuantitatif deskriptif analitik dengan pendekatan cross sectional. Populasi penelitian adalah seluruh ibu yang memiliki bayi usia 6–12 bulan sebanyak 42 orang dan diambil dengan teknik total sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner terstruktur dan dianalisis menggunakan uji Chi-Square dengan tingkat signifikansi 0,05. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan signifikan antara tingkat pendidikan (p=0,040), pengetahuan (p=0,008), dan kepercayaan budaya (p=0,012) dengan pemberian ASI eksklusif. Status pekerjaan tidak menunjukkan hubungan signifikan (p=0,073), meskipun ibu rumah tangga lebih banyak memberikan ASI eksklusif dibandingkan ibu bekerja. Temuan ini mengindikasikan pentingnya intervensi edukasi yang disesuaikan dengan tingkat literasi ibu serta pendekatan berbasis budaya untuk mengubah norma yang menghambat praktik ASI eksklusif. Diperlukan dukungan kebijakan dan fasilitas, termasuk konseling menyusui, ruang laktasi, dan pelibatan keluarga, untuk meningkatkan keberhasilan program ASI eksklusif di masyarakat.