Lasria Yolivia Aruan
Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Mitra Husada Medan

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PEMBERIAN ASI EKSKLUSIF PADA BAYI USIA 6-12 BULAN Rasmi Manullang; Delisarniati Gaurifa; Lasria Yolivia Aruan; Lusiatun
Jurnal Ilmu Kesehatan & Kebidanan Nusantara Vol. 2 No. 3 (2025): September
Publisher : Akademi Kebidanan Nusantara 2000

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62710/yrckxf19

Abstract

Pemberian Air Susu Ibu (ASI) eksklusif merupakan rekomendasi WHO dan UNICEF untuk enam bulan pertama kehidupan bayi tanpa tambahan makanan atau minuman lain, diikuti dengan pemberian MP-ASI sambil tetap menyusui hingga usia dua tahun atau lebih. Namun, cakupan ASI eksklusif di Indonesia masih di bawah target nasional. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhi pemberian ASI eksklusif pada bayi usia 6–12 bulan di Klinik Bersalin Sehati, Provinsi Sumatera Utara. Penelitian menggunakan desain kuantitatif deskriptif analitik dengan pendekatan cross sectional. Populasi penelitian adalah seluruh ibu yang memiliki bayi usia 6–12 bulan sebanyak 42 orang dan diambil dengan teknik total sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner terstruktur dan dianalisis menggunakan uji Chi-Square dengan tingkat signifikansi 0,05. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan signifikan antara tingkat pendidikan (p=0,040), pengetahuan (p=0,008), dan kepercayaan budaya (p=0,012) dengan pemberian ASI eksklusif. Status pekerjaan tidak menunjukkan hubungan signifikan (p=0,073), meskipun ibu rumah tangga lebih banyak memberikan ASI eksklusif dibandingkan ibu bekerja. Temuan ini mengindikasikan pentingnya intervensi edukasi yang disesuaikan dengan tingkat literasi ibu serta pendekatan berbasis budaya untuk mengubah norma yang menghambat praktik ASI eksklusif. Diperlukan dukungan kebijakan dan fasilitas, termasuk konseling menyusui, ruang laktasi, dan pelibatan keluarga, untuk meningkatkan keberhasilan program ASI eksklusif di masyarakat.
PENGARUH PIJAT OKSITOSIN TERHADAP PRODUKSI ASI PADA IBU POST PARTUM DI PMB NORA MELISA MARPAUNG, S.Keb, Bd Hilda Delita; Lasria Yolivia Aruan; Eka Falentina Tarigan; Nurmalina Hutahaean
Jurnal Ilmu Kesehatan & Kebidanan Nusantara Vol. 3 No. 1 (2026): Maret
Publisher : Akademi Kebidanan Nusantara 2000

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62710/jve4gg87

Abstract

Air Susu Ibu (ASI) merupakan nutrisi terbaik bagi bayi usia 0–6 bulan, namun tidak semua ibu post partum mengalami kelancaran produksi ASI pada hari-hari awal setelah persalinan. Salah satu intervensi nonfarmakologis yang dapat dilakukan untuk meningkatkan produksi ASI adalah pijat oksitosin. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pijat oksitosin terhadap produksi ASI pada ibu post partum di PMB Nora Melisa Marpaung, S.Keb., Bd Kecamatan Kutalimbaru Kabupaten Deli Serdang Tahun 2025. Penelitian ini menggunakan desain quasi experiment dengan rancangan pretest and posttest without control group. Sampel berjumlah 20 ibu post partum hari ke-2 sampai ke-3 yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Produksi ASI diukur sebelum dan sesudah intervensi menggunakan gelas ukur. Analisis data dilakukan dengan uji Wilcoxon Rank Test pada taraf signifikansi 0,05. Hasil penelitian menunjukkan rata-rata produksi ASI sebelum intervensi sebesar 12,75 ml dan meningkat menjadi 27,75 ml setelah dilakukan pijat oksitosin. Hasil uji statistik diperoleh nilai Z sebesar -3,844 dengan p value 0,000 (p < 0,05), yang berarti terdapat pengaruh signifikan pijat oksitosin terhadap peningkatan produksi ASI. Dengan demikian, pijat oksitosin dapat dijadikan sebagai salah satu intervensi efektif untuk membantu meningkatkan produksi ASI pada ibu post partum.