Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

KOMODIFIKASI TRAUMA DALAM PAST DUE (2023): INTERSEKSI PERSPEKTIF SKIZOANALISIS DAN REALISME KAPITALIS Maya Sekartaji
DIALEKTIKA: JURNAL BAHASA, SASTRA DAN BUDAYA Vol. 12 No. 1 (2025): JUNI
Publisher : Prodi Sastra Inggris UKI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33541/dia.v12i1.6962

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengkaji cerita pendek fiksi ilmiah Past Due karya Eric Fomley (2023) dengan menggunakan pendekatan Skizoanalisis yang diusung oleh Gilles Deleuze dan Felix Guattari serta Realisme Kapitalis Mark Fisher. Fiksi ilmiah biasanya berfungsi sebagai refleksi kritis terhadap isu humanisme dan masalah sosial, dan bahkan dianggap memiliki kapasitas profetik untuk meramalkan masa depan. Cerita fiksi Past Due menggambarkan bagaimana di masa depan peristiwa traumatis seperti duka dapat dikomodifikasi dan pilihan-pilihan atau keputusan yang diambil ditentukan oleh kemampuan ekonomi seseorang. Melalui metode kualitatif, peneliti mengumpulkan bukti dari pernyataan dan tindakan tokoh utama yang terdapat dalam cerita. Selain itu, peneliti berhasil mengidentifikasi dan menjabarkan permasalahan yang terjadi di dalam cerita dengan menerapkan teori-toeri yang sudah ditetapkan. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa teknologi hologram dalam cerita ini bertindak sebagai “desiring-machine” yang menjadi perangkap peristiwa traumatis protagonis ke dalam siklus waktu tanpa henti dari kapitalis. Berdasarkan hasil kajian yang dilakukan, simpulan dari penelitian ini adalah Past Due berfungsi sebagai narasi peringatan akan reterritorialisasi kapitalis serta batasan ideologis yang dihadirkannya pada imajinasi dan tindakan manusia. Meskipun terdapat kemungkinan tertentu yang dihadirkan oleh Body without Organ (BwO) dengan gagasan “jalur pelarian,” narasi ini secara tragis berpendapat bahwa tidak ada pembebasan dalam kerangka totaliter. Kata kunci: komodifikasi, realisme kapitalis, skizoanalisis, Body without Organ
Workshop dan Pendampingan Pemanfaatan Kecerdasan Buatan Untuk Meningkatkan Kemampuan Public Speaking Guru Yayasan Pendidikan Al-Chasanah, Jakarta Maya Sekartaji; Wahyu Budi; Irma Rahmawati
JURNAL Comunità Servizio : Jurnal Terkait Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat, terkhusus bidang Teknologi, Kewirausahaan dan Sosial Kemasyarakatan Vol. 8 No. 1 (2026): APRIL
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM), Univesitas Kristen Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33541/cs.v8i1.8071

Abstract

This Community Service program focuses on improving the English public speaking skills of teachers at Yayasan Pendidikan Al-Chasanah in Jakarta through a workshop incorporating Artificial Intelligence (AI) technology. Conducted on December 13, 2025, the workshop involved 16 teachers from junior and senior high school levels. The training utilized a Micro-Learning and Immediate Feedback approach, consisting of five stages: a pre-training video, theory introduction, SpeechAce technology demonstration, performance practice, and self-assessment with SpeechAce. The PkM team gathered data from video recordings, AI scores from SpeechAce, and a CEFR-based speaking analysis. Results showed that all 16 participants completed performance recordings, overcoming psychological barriers to public speaking in English. Video analysis indicated a range of abilities from A1-A2 to B2-C1, with most participants at the B1 level. This program highlights the effectiveness of AI technology as a self-training tool for teachers looking to enhance their English communication skills. Keywords: artificial intelligence; public speaking, SpeechAce