Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

PERAN PUSTAKAWAN DALAM PENGEMBANGAN KOLEKSI PERPUSTAKAAN UNIVERSITAS BUDDHI DHARMA KOTA TANGERANG Yusrin Karauna; Muhammad Fadli
Journal Net. Library and Information Vol. 2 No. 1 (2025): Journal Net. Library and Information (JNLI)
Publisher : Prodi Perpustakaan dan Sains Informasi Universitas Sari Mutiara Indoneia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51544/jnli.v2i1.5930

Abstract

Artikel ini membahas tentang peran pustakawan dalam pengembangan koleksi perpustakaan. Hal ini ditandai dengan banyaknya bahan pustaka yang diterbitkan dan dibutuhkan pengelolaan pengadaan koleksi yang baik dan berkesinambungan. Agar dapat memenuhi tuntutan pengguna perpustakaan terhadap kebaruan informasi yang dibutuhkan (ga lengkap, apa kelanjutanya). Melalui sumbangan mahasiswa tingkat akhir Perpustakaan Universitas Buddhi Dharma Tangerang dinilai dapat mengembangkan koleksinya. Tujuan dalam penelitian ini yaitu bagaimana peran mahasiswa dalam pengembangan koleksi di perpustakaan universitas Buddhi Dharma Tangerang Metode yang digunakan dalam penulisan ini adalah metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif melalui studi kasus. Hasil penelitian menunjukan bahwa mahasiswa Universitas Buddhi Dharma Tangerang sangat berperan aktif dalam melakukan pengembangan koleksi melalui sumbangan dengan prosedur kebijakan perpustakaan pada periode 2017-2020 sebanyak 1.975 judul dan 2.532 eksemplar, melalui hibah dari Bank Indonesia (BI) dan hasil kerjasama dengan The Asian Foundation serta sumbangan dari mahasiswa tingkat akhir.
Assessing community information literacy through the empowering eight model: Evidence from Rumah Peradaban SNC Fannaz Indonesia Yusrin Karauna; Sunyianto Sunyianto; Mohammad Fadli; Seri Nurainun
Priviet Social Sciences Journal Vol. 5 No. 9 (2025): September 2025
Publisher : Privietlab

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55942/pssj.v5i9.1448

Abstract

This study analyzes the information literacy skills of the community based on the Empowering Eight model at the SNC Fannaz civilization house in Sei Mencirim Village, Deli Serdang Regency. The aim was to determine the community's literacy skills based on the Empowering Eight model. The method used was a survey and questionnaire with descriptive statistical data analyses. The results of the study showed that based on the calculations of the Grand Meanon eight model indicators of Empowering Eight (E8), the information literacy skills of the members of the SNC Fannaz Civilization House showed very optimal achievements and were in the very high category for all aspects. Mastery of the Search and Assessment Stages (Identify, Explore, Select, Access): The four indicators with the highest average values ​​(3.49 - 3.58) are Explore (3,49), Select (3,58), Present (3.54), and Access (3.50). This shows that members have a very strong ability to seek information from various sources (Explore), select and evaluate the most relevant information (Select and Access), and effectively present their findings (Present). The achievement of the management and utilization stages (Organize, Create, Apply) was measured by the indicators Organize (3,36), Apply (3.27), and Create (3.11). Although Create (3.11) is the lowest value among all indicators, it is still in the very-high category. This shows that the ability of members to create new information products from existing sources is the aspect that needs the most improvement, but fundamentally, it is still very good.
Penyuluhan Literasi Digital: Membangun Etika Bermedia Sosial yang Sehat bagi Mahasiswa Yusrin Karauna; Sunyianto; Muhammad Fadli; Maswita; Wika Astri Laoli; Adam Klinsman Garamba
Karsa : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 2 No. 1 (2026): Edisi Januari-Juni 2026
Publisher : Karsa : Jurnal Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pemanfaatan media sosial di kalangan mahasiswa saat ini sangat tinggi, namun tidak diimbangi dengan pemahaman etika digital yang memadai. Banyaknya kasus perundungan siber, penyebaran hoaks, dan pelanggaran UU ITE menunjukkan urgensi penguatan literasi digital. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk membangun kesadaran kritis dan membekali mahasiswa dengan etika bermedia sosial yang sehat. Metode yang digunakan adalah pendekatan partisipatif aktif melalui penyuluhan interaktif, yang meliputi ceramah komunikatif, diskusi interaktif, serta bedah kasus riil mengenai rekam jejak digital dan aspek hukum siber. Sasaran kegiatan ini adalah 120 mahasiswa di lingkungan universitas. Evaluasi keberhasilan program diukur menggunakan instrumen pre-test dan post-test yang mencakup empat pilar literasi digital. Hasil pengabdian menunjukkan adanya peningkatan pemahaman peserta yang sangat signifikan. Nilai rata-rata akumulatif peserta melonjak sebesar 31,65%, dari nilai awal (pre-test) 55,35% menjadi 87,0% pada evaluasi akhir (post-test). Peningkatan tertinggi terjadi pada pilar keamanan digital (digital safety) dan etika digital (digital ethics). Sebagai keberlanjutan program, dibentuk gerakan Cyber-Ambassador sebagai pelopor kampanye medsos sehat di kampus. Kesimpulannya, penyuluhan ini efektif dalam mereformasi pola pikir mahasiswa menjadi pengguna ruang siber yang bijak, kritis, dan bertanggung jawab.